Dengan adanya struktur dunia negara-negara maju dan berkembang, maka permasalahan-permasalahan global yang membutuhkan perhatian dan kerjasama semua negara tidak akan terlepas dari tarik-ulur diplomasi dan kekuatan. Begitu juga dengan isu iklim yang akhir-akhir ini sering diangkat dan diperdebatkan di seluruh dunia di mana kenaikan temperatur, kenaikan permukaan air laut, tenggelamnya pulau-pulau, cuaca tidak menentu, banjir, kekeringan, badai, kerap menjadi topik negosiasi.
Sementara itu, secara proporsional kontribusi gas yang menyebabkan perubahan iklim sangat tidak seimbang di mana negara-negara kaya yang secara sejarah sudah lebih dulu ter-industrialisasi menuntut negara-negara berkembang yang tidak memiliki kekuatan industrialisasi sebesar mereka untuk melakukan mitigasi dan adaptasi dan membayar sejumlah pajak karbon untuk berkontribusi menyehatkan dan menyeimbangkan alam.
Dari sini, Host kita Sita (IKa) akan menelusuri lebih jauh penjelasan Mas Jalal (Pundi Hijau) mengenai strateginya dalam membuka ruang dialog dan komunikasi dengan berbagai stakeholder mulai dari level pemerintah, pejabat, petani kecil, perusahaan, pengusaha, pemilik modal sehingga keadilan dan penyelesaian masalah sosial, ekonomi, kesejahteraan, kesehatan, industri, lingkungan, pangan dapat sebisa mungkin dipermudah.