Green Culture Podcast

Green Culture Podcast

By Green Culture PodcastSociety & Culture
Download on the App Store

Green Culture Podcast episodes

  • S4E5 Bagian 5 Karena Pandemi Covid, Perempuan-perempuan Sumenep sulap masalah menjadi peluang

    Kali ini, kita akan beralih ke komunitas penerima dana hibah pundi hijau (Program IKA) lainyna di tahun 2023, yaitu Komunitas Perempuan Kobher, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

    Host Osi (IKA) dan Eka (CTSS Fellow) akan berbincang dengan Ibu Raudlatun (Akrab dipanggil Ibu Odax) yang selama ini mendampingi Komunitas Perempuan Kobher dalam penguatan sumber daya manusia demi memberdayakan ekonomi dan kesejahteraan perempuan setempat di Sumenep sejak Pandemi Covid mulai di tahun 2020 lalu.
    Dengarkan cerita lengkapnya bagaimana Ibu Odax membantu perempuan Sumenep memanfaatkan masalah dan tantangan yang ada di lingkungan sebagai peluang dalam memberikan solusi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya perempuan Sumenep mulai dari memproduksi jamu dan softex, mengolah sampah, melestarikan dan mengelola lingkungan, dll.

    19 min
  • S4 E5 Bagian 4 Community Development menguatkan circular economy skala kecil

    Yayasan Wangsakerta (Kabupaten CIrebon) adalah salah satu komunitas penerima dana pundi hijau dari IKA di tahun 2023. Dana ini digunakan untuk mengembangkan beberapa komunitas di desa-desa Cirebon dengan tujuan agar mereka bisa bergantung pada kemampuan mereka sendiri dalam memanfaatkan dan mengembangkan ekosistem lingkungan sekitar yang berprinsip sustainability sehingga ecosystem service tetap terjaga.

    Bersama host Osi (IKA) dan Eka (Fellow CTSS), kita akan menelusuri lebih jauh cerita Bu Farida (Direktur Dewan Eksekutif Wangsakerta) dalam mendampingi beberapa masyarakat dalam desa-desa tersebut di Cirebon dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan lingkungan yang muncul sebagai akibat perubahan iklim seperti permasalahan air, sampah, pangan, pertanian, energy, sanitasi, kesehatan, ekonomi, kesejahteraan, pelestarian, pendidikan, resolusi konflik, teamwork.

    28 min
  • S4 E5 Bagian 3 Haruskah kita Menunggu Sesosok Pemimpin dalam Membangun Kesadaran dan Menggerakan Masyarakat?

    Dalam perbincangan terakhir dengan Firman (Founder COTR) ini, Host Eka (Fellow CTSS) akan menanyakan seberapa pentingnya sebuah figur atau tokoh semacam 'pemimpin lokal' dalam community development, khususnya dalam menangani permasalahan di lapangan.

    Semua permasalahan di lingkungan sungai yang diakibatkan perubahan iklim tidak bisa serta-merta diselesaikan secara ajaib oleh pihak luar seperti COTR atau organisasi amal dan sukarela lainnya yang datang sebagai malaikat penyelamat dan semuanya akan jadi beres.

    Kita dengarkan langsung pengalaman Firman dan tim COTR dalam menemui tokoh-tokoh penting yang dihormati dan dipercaya oleh masyarakat mereka masing-masing di tempatnya.

    16 min
  • S4 E5 Bagian 2 Gerakan Pelestarian Lingkungan tidak Pandang Gender

    Kita balik lagi berbincang dengan Firman (COTR), kali ini host Eka (Fellow CTSS) akan menggali lebih jauh mengenai peran gender dan ketimpangannya dalam menghadapi persoalan perubahan iklim. Seperti apa LSM sukarela seperti COTR berorganisasi dan bekerja dalam menghadapi tantangan-tantangan mereka, apakah COTR masih membeda-bedakan dalam sisi gender?

    14 min
  • Sesi 4 E5. Sesi 1. Peduli atau tidak Peduli, Dampak Perubahan Iklim tidak Bisa Kita Hindari

    Di Episode sebelumnya di Bulan November 2023, kita pernah berkenalan dengan COTR (Children of The River), organisasi lingkungan beranggotakan sukarelawan yang bergerak menyelamatkan dan melestarikan Sungai Ciliwung. Kali ini, dengan Host Eka (Fellow CTSS), kita dengarkan cerita bagaimana susah-payah Firman sebagai founder COTR mendampingi masyarakat yang terdampak oleh perubahan iklim (khususnya bencana yang bersifat hidrometeorologi), dan bagaimana pada awalnya mereka tidak didukung oleh masyarakat yang terdampak itu.

    15 min
  • S4E4 Bagian 3 Pertimbangkanlah Sisi Gender untuk Kelola Permasalahan Perubahan Iklim Lebih Baik

    Kita lanjut lagi obrolan antara host Eka (CTSS IPB) dan Ullya (Penabulu) bersama Mbak Mike (Koalisi Perempuan Indonesia) mengenai perubahan iklim, perempuan, dan berbagai permasalahan berlatar belakang gender.

    Karena peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat berbeda, maka sangatlah penting untuk mempertimbangkan sudut gender dalam mencapai keadilan iklim dalam usaha kita menangani persoalan perubahan iklim. Perbedaan mendasar antara perempuan dan laki-laki adalah sesuatu yang alamiah, yang sudah menjadi bagian dari ekosistem dimana kita hidup.

    Sehingga, dalam membuat program yang bertujuan menanggulangi suatu masalah, khususnya yang diakibatkan dari perubahan iklim, kita harus sangat bisa mindful, berempati, dan menyeluruh dalam prosesnya, sehingga semua aspek dan potensi blindspot bisa kita atasi.

    17 min
  • S4E4 Bagian 2 Feminisasi Kemiskinan dalam Perubahan Iklim?

    Seperti dalam berbagai masalah, kaum termaginalisasi dan pihak yang tidak terinklusi pasti akan berada di posisi buruk yang tidak berdaya dan biasanya kurang dipertimbangkan.

    Dalam kasus ini, perubahan iklim dan segala dampaknya pastinya membuat kaum perempuan (salah satu golongan termarginalkan) berada di posisi sulit serba kekurangan dan disadvantage lainnya.

    Kemiskinan yang biasanya menjadi sorotan utama sebagai outcome akhir ekonomi yang menimpa kaum perempuan, sebagai akibat dari bencana alam perubahan iklim tentunya mempunyai proses dan banyak cerita di baliknya. Lalu, bagaimana kita harus mengambil approach dalam menangani masalah itu untuk mencapai keadilan iklim melalui keseimbangan gender? Host Eka (CTSS IPB) dan Ullya (Pennabulu) akan mengulik isu ini bersama Mbak Mike (Koalisi Perempuan Indonesia)

    13 min
  • S4E4 Bagian 1 Ketidakadilan Iklim itu Maksudnya Bagaimana?

    Dalam Episode kali ini, kita akan berbincang-bincang bersama Mbak Arti (Country Engagement Manager Program Iklim VCA) mengenai konsep iklim yang berkeadilan.

    Apakah sistem dan struktur yang ada di dunia saat ini memengaruhi dampak perubahan iklim yang berbeda-beda? Apa ada pola hubungan dan keterkaitan antara generasi tua, generasi muda, pria, wanita, negara maju, negara berkembang, dan suara media dalam permasalahan yang diciptakan oleh perubahan iklim? dan bagaimana kira-kira kita bisa menyumbang untuk solusinya?

    Kita simak saja detailnya dari obrolan antara host Ullya (Penabulu) dan Deden (Penabulu) bersama Mbak Arti!

    22 min
  • S4E3 Bagian 3. COP: Keputusan, Kebijakan, Aksi Nyata

    COP (Conference of the Parties) mempertemukan banyak pemimpin dari berbagai negara, merundingkan permasalahan yang disebabkan climate change. Kesempatan global sebesar ini tentunya tidak dilewatkan oleh Indonesia.

    Di tahun 2023 ini, COP yang dilaksanakan di Dubai dari akhir November sampai pertengahan Desember (atau hampir 2 minggu) yang dihadiri sekitar 7000 peserta dari seluruh dunia membicarakan banyak hal, menghasilkan banyak perjanjian, keputusan, peraturan yang telah melalui proses agreement dan disagreement, debat dan dialog panjang yang kompleks dan diplomatik.

    Dalam Episode ini, bersama dengan Host kita Meiska (IKA), kita dengarkan langsung pengalaman Pak Soeryo Adiwibowo (Dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB) yang kemarin menghadiri COP Dubai 2023 sebagai perwakilan Indonesia. Bapak yang akrab dipanggil Pak Bowo ini akan menjelaskan lika-liku, intrik, diplomasi COP Dubai 2023 kemarin, dan tentunya juga hubungan dan pengaruhnya terhadap Indonesia, dari tingkat micro sampai macro!

    44 min
  • S4E3 Bagian 2. Perubahan Iklim bisa dinegosiasikan?

    United Nations (PBB) sebagai organisasi internasional besar yang diakui hampir semua negara di seluruh dunia tentunya akan menengahi dan memandu permasalahan internasional, termasuk perubahan iklim. dalam kasus climate change, PBB mengadakan COP (Conference of The Parties) setiap tahunnya untuk mengatasi perubahan iklim, melibatkan ratusan negara dalam usaha merundingkan berbagai masalah global yang muncul sebagai akibat dari perubahan iklim.

    sebagai global effort dalam menangani perubahan iklim, bagaimana sepak terjang COP dalam mengusung dan menggandeng berbagai negara dengan kepentingan-kepentingan yang berbeda dalam kerjasama global memerangi perubahan iklim, apakah bisa COP berlaku adil tidak bias mengingat dalam setiap perjanjian dan perundingan internasional akan ada ketimpangan dalam power dan influence karena tidak seimbangnya kuasa setiap negara. sekali lagi, kita simak saja jawabannya dari obrolan simple antara Meiska (Indonesia Untuk Kemanusiaan) dan Eka (Fellow CTSS IPB).

    15 min

About Green Culture Podcast

From the publisher's feed

Podcast Green Culture mengajak kita semua untuk memaknai hidup berdampingan dengan alam beserta kompleksitasnya.