Paulus menggambarkan kehidupan orang Kristen ibarat bejana tanah liat yang mudah retak dan hancur. Kita seperti "bejana-bejana tanah liat" yang kadang-kadang mengalami kesedihan, air mata, kesusahan, kebingungan, kelemahan, dan ketakutan. Namun, kita mempunyai ”harta” yang harus kita miliki, yaitu injil atau firman Allah. Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4). Jadi harta terbesar kita bukanlah uang, rumah, kendaraan dan kekayaan melainkan Firman Allah. Melalui Alkitab, Allah menyatakan diri dan kehendakNya. Alangkah ruginya jika kita tidak serius mendengarkan firman Allah, apalagi saat pandemik ini kita mengikuti ibadah dirumah melalui live streaming tetapi kita mendengarkan pemberitaan injil sambil makan, tidur atau bermain handphone. Firman Allah memberikan kekuatan ketika kita lemah, memberikan penghiburan ketika kita berduka, memberikan semangat dan pengharapan ketika kita merasa putus asa, terutama pada situasi pandemik saat ini. Nats alkitab hari ini mengingatkan kita jika kita mau menerima Firman Allah tinggal dalam kehidupan kita, maka kita akan menerima kasih karunia Kristus yang berlimpah-limpah dan mengizinkan kehidupanNya dinyatakan dalam diri kita. Ingatlah, dalam kondisi apapun, kesedihan, kelemahan dan kesusahan, firman Allah akan membuat kita bisa berdiri dan menjadi lebih dari pemenang oleh karena kuasa dan kasih Allah.