Satu karakteristik gembala yang disukai Tuhan dan implikasinya bagi kepemimpinan Kristen masa kini, adalah gembala membawa “domba-domba” (jiwa-jiwa) kepada Tuhan, membawa jiwa-jiwa dekat dengan Tuhan untuk dipulihkan, dikuatkan dan diobati bila sakit. Ketika orang percaya tidak menjalankan dengan baik fungsi gembala, Allah akan menuntut pertanggungjawaban atas domba-domba-Nya.Melalui Yehezkiel, Allah menyatakan menentang gembala yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Allah menegur gembala, termasuk gembala zaman sekarang ini, janganlah menjadi gembala yang hanya menggembalakan dirinya sendiri, tidak menggembalakan domba-dombanya. Satu tugasnya, adalah menghindarikan dombanya dari ‘mangsa’ yaitu perbuatan jahat dari orang lain. Teguran Allah kepada gembala patut didengar oleh gembala dan kiranya para gembala hari ini juga bersikap demikian! Tugas utama gembala adalah menggembalakan domba, bukan diri sendiri. Kiranya domba-domba di dalam gereja, yang lemah menjadi kuat, yang sakit menjadi sembuh, yang luka dibalut, yang terusir dituntun kembali, yang hilang dicari, dengan demikian gembala tidak melalaikan amanat yang diserahkan Allah kepadanya. Jadilah gembala yang baik sekaligus domba yang baik.