Hubungan Internasional

Hubungan Internasional

By Hubungan Internasional UGMNewsPolitics
Download on the App Store

Hubungan Internasional episodes

  • Episode 16: Disiplin Hubungan Internasional: Tantangan Keilmuan dan Relevansi (2)
    Prof. Dr. Mohtar Mas'oed dan Dr. Lukman-nul Hakim kembali melanjutkan diskusi tentang sejarah dan genealogi Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia. Kali ini, dialog mengupas sejarah modernisasi kajian HI dalam ambisinya menjadi satu disiplin yang ilmiah. Menurut penelusuran Prof. Mohtar, pada tahun 1957, para akademisi dari Amerika Serikat datang ke UGM untuk membantu pengembangan studi ilmu sosial. Salah satunya adalah Prof. Donald E. Weatherbee yang membantu memperkenalkan cara mempelajari hubungan antara bangsa dengan lebih sistematik. Pada tahun 1955, dinamika dan praktik politik internasional Indonesia sejatinya telah berhasil melahirkan ide emansipasi dan solidaritas dalam Konferensi Asia Afrika. Akan tetapi, semangat itu tidak tercermin dalam kurikulum HI pada saat itu. Bagaimana detailnya? Selengkapnya di Podcast Hubungan Internasional! Kredit lagu: Chicago Jazz (BGM No Copyright). Dapatkan informasi-informasi terbaru dari HI UGM melalui instagram @hi.ugm dan kanal youtube http://www.youtube.com/c/HIUGMChannel.
    46 min
  • Episode 15: Praktik Indonesia dan India dalam Menjalankan Kerja Sama Selatan-Selatan
    Melanjutkan diskusi pada edisi sebelumnya mengenai Kerja Sama Selatan-Selatan, kali ini Dr. Ririn Tri Nurhayati, Nurhawira Gigih Pramono, dan Tadzkia Nurshafira mengulas praktik Kerja Sama Selatan-Selatan yang dijalankan oleh Indonesia dan India. Kedua negara ini dikenal sebagai pelopor kebangkitan dan solidaritas negara-negara pasca kolonial. Pada tahun 2019 misalnya, Indonesia telah meresmikan insiatif Indonesian AID. Diskusi ini membicarakan bagaimana kebijakan masing-masing negara dalam memberikan bantuan kepada negara berkembang lainnya? Lembaga-lembaga apa saja yang berperan di negara masing-masing? Selengkapnya di Podcast Hubungan Internasional! Kredit lagu: Chicago Jazz (BGM No Copyright), alunan jazz dari E's Jammy Jams, dan musik tradisional India oleh Yellow Tunes. Ikuti informasi-informasi terbaru dari HI UGM di instagram @hi.ugm dan kanal youtube http://www.youtube.com/c/HIUGMChannel.
    44 min
  • Episode 14: Mempertegas Solidaritas Selatan-Selatan dalam Politik Global Kontemporer

    Bandung Spirit yang digaungkan dalam Konferensi Asia Afrika 1955, telah mengilhami berbagai bangsa untuk meningkatkan solidaritas dalam mencapai independensi di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Semangat inilah yang mendasari Kerja Sama Selatan-Selatan yang meski mengalami pasang surut gencar dipromosikan, termasuk oleh Indonesia. Pada hari peringatan internasional untuk Kerja Sama Selatan-Selatan, 12 September ini, Dr. Poppy S. Winanti berdiskusi bersama Rizky Alif Alvian dan Husna Yuni Wulansari mengenai konsep Kerja Sama Selatan-Selatan, faktor-faktor yang mendorong kerja sama, serta perkembangan dan kontroversinya. Simak lebih lanjut di Podcast Hubungan Internasional! Kredit lagu: Chicago Jazz (BGM No Copyright) dan alunan dari E's Jammy Jams.

    26 min
  • Episode 13: Dinamika Hubungan Diplomatik Indonesia dan Sudan

    Pada episode kali ini, H.E. Drs. H. Burhanuddin Badruzzaman, Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea 2014-2017, berdiskusi bersama Dr. Siti Muti'ah Setyawati, MA, dosen DIHI UGM mengenai hubungan diplomatik Indonesia dan Sudan. Tidak banyak yang mengetahui bahwa pada dekade 1950-an, Indonesia sangat antusias dalam memberikan dukungan kemerdekaan bagi Sudan. Bagaimana kedekatan Indonesia terhadap aspirasi kemerdekaan Sudan saat itu diwujudkan dalam gestur diplomasi internasional? Bagaimana hubungan kedua negara pada saat ini dan isu-isu apa yang relevan untuk diteliti? Selengkapnya di Podcast Hubungan Internasional! Kredit lagu: Chicago Jazz (BGM No Copyright) dan alunan seruling tradisional Sudan oleh Hafiz Abdelrahman Mukhtar. Ikuti informasi-informasi terbaru dari HI UGM di instagram @hi.ugm dan kanal youtube http://www.youtube.com/c/HIUGMChannel.

    37 min
  • Episode 12: Climate Change and Its Impacts on Africa

    The use of fossil fuels such as coal, oil and natural gas to power the global economy in the last 200 years has led to the emission of trillions of tons of greenhouse gasses, which have led to an unprecedented warming of our planet's atmosphere within that short period of time. In recent years we have seen growing numbers of disasters linked to climate change and are also facing slow-onset impacts such as sea-level rise. Statistically, Africa contributes relatively little to global carbon emissions, but unfortunately will be one of the most affected areas of the globe in terms of climate impacts. This is due to a mix of exposure to climate impacts, underlying vulnerabilities and limited adaptive capacity. This podcast discusses some of the climate impacts on African countries and on how African countries might be able to adapt to the global climate emergency. It looks at climate change and Africa through a climate justice perspective. Further, it explores some of the similar risks that African countries and Indonesia face in regard to climate change and how Indonesia could on the one hand learn from African climate initiatives and on the other hand support climate action in Africa. More on Podcast Hubungan Internasional with Dr. Daniel Petz, Treviliana Eka Putri, and Muhammad Irfan Ardhani! Music credits: Chicago Jazz (BGM No Copyright) and a free music from Infraction.

    33 min
  • Episode 11: 75 Tahun Terlalu Lama: Saatnya Menghapus Senjata Nuklir
    75 tahun yang lalu, dua bom nuklir diledakkan di Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (9 Agustus). Ratusan ribu menjadi korban jiwa dan masih banyak lagi yang terdampak dalam jangka panjang. 75 tahun kemudian, kita masih hidup dalam bayang-bayang senjata ini. Lebih dari 14.000 ribu hulu ledak nuklir masih dalam status siaga dan bisa dipergunakan. Pada episode ini, para penerima hadiah nobel perdamaian 2017 bersama ICAN (International Campaign to Abolish Nuclear Weapons), Muhadi Sugiono, MA dan Yunizar Adiputera, MA, mendiskusikan; apa yang bisa kita pelajari dari tragedi Hiroshima dan Nagasaki? Mengapa beberapa negara masih mempertahankan kepemilikan senjata nuklir? Dan, bagaimana strategi yang ditawarkan untuk menghapuskan senjata nuklir? Simak lebih lanjut di Podcast Hubungan Internasional! Kredit musik: Chicago Jazz (BGM Copyright Free) & beberapa lagu dari E's Jammy Jams. Ikuti informasi-informasi terbaru dari HI UGM di instagram @hi.ugm dan kanal youtube http://www.youtube.com/c/HIUGMChannel.
    35 min
  • Episode 10: Refleksi 53 Tahun ASEAN dan Perkembangan Bisnis & HAM di Kawasan
    Pada hari peringatan 53 tahun berdirinya ASEAN (8 Agustus 1967-2020), Dr. Randy Wirasta Nandyatama dan Dr. Muhammad Rum berdiskusi tentang pencapaian organisasi regional di Asia Tenggara ini dan agenda untuk mengadopsi prinsip-prinsip BHR (Business and Human Rights) di kawasan. Peningkatan intensitas kerjasama di kawasan telah menciptakan stabilitas regional dan membawa pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai di kawasan tersebut sudah saatnya dibarengi oleh perlindungan HAM di sektor bisnis demi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Sejauh mana konsep BHR telah dikenal di Asia Tenggara dan bagaimana prospek internalisasinya? Selengkapnya di Podcast Hubungan Internasional! Kredit musik: Chicago Jazz (BGM Copyright Free) & beberapa lagu dari E's Jammy Jams. Ikuti informasi-informasi terbaru dari HI UGM di instagram @hi.ugm dan kanal youtube http://www.youtube.com/c/HIUGMChannel.
    31 min
  • Episode 9: Disiplin Hubungan Internasional: Tantangan Keilmuan dan Relevansi (1)

    Episode ini adalah seri pertama dialog Prof. Dr. Mohtar Mas'oed bersama Dr. Luqman Nul Hakim mengenai sejarah dan genealogi perkembangan Ilmu Hubungan Internasional (HI) di Indonesia. Melalui pendekatan sejarah politik, kita dapat memahami bagaimana HI pada mulanya diperkenalkan di negeri ini. Prof. Dr. Mohtar Mas'oed menawarkan cara melihat perkembangan studi ini dalam tiga kategori, yaitu; studi HI sebagai bagian dari statecraft, studi HI sebagai diplomatic arts, dan studi HI sebagai scientific endeavor. Simak lebih lanjut penjelasannya! Dalam dialog ini, ada banyak pengetahuan berharga yang tidak Anda temukan di tempat lain. Kredit musik: Chicago Jazz (BGM Copyright Free) & satu nomor dari AShamaluevMusic. Ikuti informasi-informasi terbaru dari HI UGM di instagram @hi.ugm dan kanal youtube http://www.youtube.com/c/HIUGMChannel .

    39 min
  • Episode 8: Kulik-Kulik Diplomasi Era Digital

    Bagaimana kita, dengan latar belakang apapun, dapat turut menentukan berkembangnya isu-isu lintas negara? Bagaimana individu seperti kita bisa menjadi peacemaker? Bagaimana produk mie instan dan nasi goreng pun dapat menjadi alat untuk berdiplomasi? Di era digital ini, teknologi telah membuka ruang-ruang baru untuk kita berbuat sesuatu demi kepentingan nasional maupun global. Internet telah memberi kesempatan kepada siapapun untuk menjadi “diplomat”! Pada episode kali ini, Dr. Dedy Permadi, dosen DIHI UGM yang juga Stafsus Menkominfo Bidang Digital dan SDM dan Romzi Ahmad, influencer dan Asisten Stafsus Presiden, akan mendiskusikan seluk beluk diplomasi digital dan apa saja yang bisa kita lakukan sebagai warga dunia. Di hari ulang tahun Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM yang ke-63 pada 10 Juli 2020 ini, mari kita simak edisi spesial yang diproduksi bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I. dan GPR TV ini. Selamat mendengarkan! Intro oleh Yunizar Adiputera. Kredit Lagu: Chicago Jazz (BGM Copyright Free).

    24 min
  • Episode 7: Black Lives Matter: Merunut Rasisme dari Tata Kelola Global hingga Pilihan Sehari-hari
    Kebrutalan polisi terhadap warga Amerika Serikat keturunan Afrika memantik gerakan Black Lives Matter (BLM) di berbagai penjuru dunia. Melalui beragam aksi nirkekerasan, BLM berupaya mendorong perubahan-perubahan di tingkat struktural dan kultural guna membongkar sistem yang rasis dan opresif. 
    Bagaimana Ilmu Hubungan Internasional dapat membantu memahami rasisme dan gerakan anti-rasisme? Ayu Diasti Rahmawati dan Diah Kusumaningrum mencoba kembali merunut rasisme sebagai peristiwa sehari-hari yang berkaitan erat dengan bagaimana tata kelola global terkonstruksi.
    Kredit Lagu:
    Chicago Jazz (BGM Copyright Free)
    Soul & Mind (E's Jammy Jam)
    Book Bag (E's Jammy Jam)
    Peacefully (E's Jammy Jam)
    Three Wise People (E's Jammy Jam)
    We Shall Not Be Moved (Mavis Staples © 2007, [Merlin] FUGA Aggregation atas nama Anti/Epitaph; Sony ATV Publishing, Warner Chappell, PEDL, BMI - Broadcast Music Inc., dan 6 entitas musik lainnya).
    33 min

About Hubungan Internasional

From the publisher's feed

Podcast Hubungan Internasional dikelola oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada. Sebagai institusi pertama yang mengajarkan ilmu hubungan internasional di Indonesia, kami…