
Sign up to save your podcasts
Or


Beberapa hari lalu, saya makan Mendoan Raksasa di Purwokerto. Tempe goreng dengan ukuran 30x60 cm. Sangat besar. Bisa untuk Berlima. Mirip Pizza raksasa. Pertanyaan, apa hubungan mendoan, branding dan kreativitas kota?
Saya selalu belajar dari segala hal. Belajar otodidak adalah keniscayaan dewasa ini. Kita harus mengaktifkan diri untuk belajar apa saja tanpa syarat. Belajar mirip mangkok terbuka, terima apa saja tanpa disaring lebih dahulu. Seperti juga kami belajar dari kawan kawan di Purwokerto.
Semalam diminta berbagi tentang Appreciative Inquiry dan Asset Based Thinking pada para mentor bagi penerima Beasiswa Indonesia Maju. Pertanyaannya, bolehkah kita berfikir negatif atau berbasis masalah saat menggunakan Appreciative Inquiry? Menurut saya boleh saja, tapi itu bukan Appreciative Inquiry. Gampang saja.
Organisasi itu kompleks bukan sekedar struktur dan proses-proses melainkan juga persepsi, imajinasi dan perasaan-perasaan. Organisasi yang kehilangan instingnya bisa jadi hanya sekedas sebuah mesin untuk mencapai tujuan. Karena itu, melihata organisasi tidak bisa hanya melihat dari teks-teks yang ada melainkan dari panca indera. Karena, itu organisasi bisa dilihat dari cara-cara analog melalui metafora.
Asesmen Kapasitas Organisasi bisa penting dan bisa tidak penting. Sebenarnya secara insting pemimpin organisasi tahu kelemahan dan kekuatan organisasinya. Tentunya pada organisasi yang sederhana. Tetapi pada organisasi yang makin dewasa dan kompleks banyak pemimpin tidak tahu apa sebenarnya yang menyebabkan organisasi ini tidak efesien/. Karena itu, banyak organisasi mengalami kemunduran atau bahkan kematian. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengukur atau memetapkan kapasitas organisasi? Inilah percakpaan INIKOPER dengan Hendrik Rosdinar (YAPPIKA ACTION AID).
Bagaimana kita melakukan asesmen organisasi? Banyak instrumen yang sudah dikembangkan oleh berbagai donor, organisasi dan proyek. Bagi organisasi masyarakat sipil, asesmen menjadi tahapan penting untuk makin dipercaya para pihak terutama donor. Apa saja yang penting dilakukan asesmen?
Dunia makin tidak pasti. Bagaimana organisasi masyarakat sipil bisa bertahan pada masa depan. Banyak alat bantu asesmen kapasitas organisasi fokus pada tata kelola organisasi yang sehat. Tapi, bagaimana kesiapan organisasi pada perubahan-perubahan yang makin cepat, kompleksi dan tidak menentu?
Dalam dunia pengembangan organisasi, banyak istilah yang digunakan. Pertama, Perencanaan Strategis dengan model analisis SWOT atau KELAPA (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman). Ada juga istilah Theory of Change atau Perencanaan Dampak dengan analisis DAHAGA (Dampak, Hasil, dan Dugaan). Dugaan atau Asumsi menjadi pembeda utama pada kedua istilah di muka.
Dua minggu ini, saya menyelamatkan data-data yang tersimpan dalam 20 hardisk. Tercatat bahwa data-data yang paling tua berada pada tahun 2007. Jadi masih ada data yang belum bisa dilacak antara tahun 2002-2006. Petualangan menyelamatkan hardisk menjadi 4 hardisk yang masing-masing 5 TB, membuat saya membongkar file-file lama dan menikmatinya.
Saya sangat tertarik pada teknologi podcasting seperti audio, video dan aplikasi-aplikasinya. Kali ini saya mendadak membeli Zoom H6. Inilah alat perekam suara lapangan (handy field recorder). Sebenarnya sudah ada Zoom H4n yang sudah berusia di atas 15 tahun. Dan ini penggantinya, lebih kecil dan bisa bergan microphone bawaannya. Inilah tes audio dari Zoom H6.
From the publisher's feed