
Sign up to save your podcasts
Or


Inhouse Restreat atau Retret Giriyaan menjadi salah satu artefak budaya organisasi. Setiap organisasi yang makin membesar pada dampak, goal dan skala biasanya membutuhan ruang merenung untuk lebih maju ke depan. Retret atau Outing sering menjadi healing bagi organisasi. Organisasi tetap akan menghadapai masalah yang sama tetapi dengan semangat yang baru.
Apakah ketrampilan fasilitasi bisa membuat lulusan universitas kami lebih unggul atau unik? Pertanyaan yang menarik bagi INSPIRIT. Kami memang sudah berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk memperkenalkan ketrampilan fasilitasi. Kami menjawab ketrampilan fasilitasi itu seperti ketrampilan dasar bagi berbagai profesi ke depan. Mengapa? Karena kita menghadapi transformasi masyarakat yang berpengtahuan bukan masyarakat industri atau agraris yang mulai pudar. Simak argumentasi saya untuk meyakinkan kampus mengembangkan ketrampilan fasilitasi.
Salah satu hal penting dalam proses fasilitasi adalah merespon keadaan di lapangan yang selalu berubah-ubah. Seberapa fleksibel seorang fasilitator bisa melakukan perubahan desain prosesnya. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan bila fasilitator ingin mengubah alur, pertanyaan dan alat bantu.
Memantau mirip kerja fasilitator sebagai observer. Memantau bukan hanya yang kasat mata tentang apa yang bisa dilihat dan diukur meliankan juga memantau hal-hal yang invisible. Setiap kegiatan pembukaan hutan atau deforestasi tetap punya impilikasi pada masa depan Indonesia. Indonesia tanpa deforestasi menjadi impian bersama untuk Indonesia yang Berparadigma Baru. Indonesia berbasis kekayaan keanekaragaman hayati.
Jakarta menjadi kota nomor satu polusinya di dunia. Mengapa bisa terjadi. Bagaimana ktia selesaikan dengan kreatif masalah-masalah lingkungan hidup di sekitar kita.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-78. Merdeka. Untuk merayakannya, saya memberanikan download Tiktok. Saya ingin belajar algoritma Tiktok sebagai Platform Distribusi. Tiktok tidak fokus pada viewer atau like melainkan bisa dipakai sebagai karyawan kita untuk menjual produk, menjual produk orang lain dan saling memberikan apresiasi yang ada cuannya. Platform yang paling berbahaya, ditakuti dan memudahkan banyak pihak (sebenarnya).
Apa sebenarnya beda antara Kemitraan dan Kolaborasi? Dua kata ini sering saling menggantikan. Mana yang lebih dalam dan mana yang lebih praktis, apakah kemitraan atau kolaborasi. Mengapa sulit melakukan kolaborasi dan sekaligus kemitraan?
Apakah semua orang bisa jadi Fasil? Bisa ya dan bisa tidak. Apa saja yang harus dikuasai bila ingin menjadi Fasil?
Sering kita hadir pada sebuah pertemuan tanpa tujuan yang jelas. Padahal fasilitator hanya membantu kelompok mencapai tujuan terbaiknya. Nah, kalau kelompok tidak punya tujuan, apa yang fasilitator bisa lakukan?
From the publisher's feed