
Sign up to save your podcasts
Or


Zen Facilitation menjadi wacana masa depan Vibrant Facilitation. Seperti kita ketahui, dunia ini dibangun dari percakapan-percakapan. Bisa Anda bayangkan kalau kualitas percakapan menjadi kian buruk, maka dunia seperti apa yang akan terjadi di masa depan. Vibrant Facilitation adalah upaya menyempurnakan percakapan-percakapan antarkita. Apa hal-hal mendasar bagi fasilitator yang ingin memperbaiki kualitas percakapan banyak pihak?
Menjadi luar biasa itu pilihan. Bagaimana menjadikan organisasi Anda luar biasa? Ada tujuh rumus menurut Jim Collins, penulis buku Great by Choice. Apa saja? Inilah tafsir INIKOPER.
Seringkali kita hanya mengatasi gejala-gejalanya saja, jarang menyelesaikan akar penyebab masalah. Sebagai Fasilitator kita bisa membantu tim atau organisasi untuk mendeskripsikan akar penyebab masalah. Memang tidak mudah tapi menemukan akar penyebab masalah yang feasible dan visible akan memudahkan menemukan strategi perubahan yang jitu. Akar penyebab masalah sering kali berupa sebuah sistem yang tidak bekerja dengan adil. Bagaimana caranya melengkapi deskripsi masalah yang ingin kita pecahkan?
Rivani (Bogor), Claudia (Jakarta) dan Rani (Yogya) berkisah tentang bagaimana mereka mengaktivasi energi diri selama mengikuti VIbrant 34. Selama dua hari pertama, peserta sengaja tidak diperkenalkan apa itu vibrant facilitation skills. Peserta langsung terjun melakukan berbagai aktivitas mulai menggambar, menyanyi dan menari tanpa tahu apa tujuan akhirnya. Mereka kemudian merefleksikan apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka bisa pelajari. Mereka belajar bagaimana mengaktifkan pancaindera dalam proses fasilitasi. Inilah kisah trio luar biasa dari Vibrant 34.
Informasi lebih lanjut silakan kunjungi www.inspirasitanpabatas.org
Musik itu Bahasa. Fasilitator menggunakan musik untuk mengaktivasi otak kanan peserta. Irama menjadi sangat penting dibandingkan memilih kualitas musikalitasnya. Fasilitator bisa menggunakan musik pada opening atau pun closing proses fasilitasi. Musik bisa menjadi energi paling mudah untuk merangkul atau engage peserta.
Didik (Lamongan), Dedi (Jambi) dan Naomi (Yogyakarta), peserta V34, berbagi pengalaman bagaimana menjadikan semua lebih mudah. Menjadi mudah adalah proses kreatif yang penuh energi. Mereka bertiga bercerita bagaimana "noise" diubah menjadi "musik". Musik sebagai bahasa bukan sebagai seni.
Pada Vibrant 34, peserta menjawab pertanyaan diskusi, Mengapa Vibrant Facilitation itu Penting? Apa sebenarnya tujuan fasilitasi vibrant? Salah satu yang ingin dijawab Vibrant Facilitation adalah bagaimana membangkitkan antusiasme peserta? Inilah yang membedakan antara Fasilitasi Klasikal dan Fasilitasi Vibrant.
Istilah "system change" menjadi viral di kalangan organisasi masyarakat sipil akhir-akhir ini. Apa itu perubahan di tingkat sistem? Seperti kita ketahui, perubahan sosial bisa dimulai perubahan di tingkat individu dengan memberikan berbagai ketrampilan dan mindset baru melihat dunia. Setelah, kita bisa mengubah di tingkat organisasi dengan menjadikan organisasi berfungsi sesuai visi, misi dan mandat sosialnya. Pada bagian ketiga, perubahan bisa terjadi di tingkat sistem. Bukan pada sistem global seperti kapitalisme dan sosialisme, melainkan pada sistem kesehatan komunitas, sistem pendidikan komunitas dan sistem ekonomi komunitas. Apa yang harus diperhatikan pada inisiatif "system change"?
Amal (Aceh), Maria (Bali) dan Yuli (Yogyakarta) adalah peserta Vibrant 34 minggu lalu. Mereka bertiga mengeksplorasi makna kata "mudah" dalam dunia kefasilitasian. Membuat semua hal menjadi mudah itu butuh energi besar, kreativitas yang luar biasa dan keberanian untuk memutuskannya. Apa kata mereka tentang kata "mudah"?
Vida (Pemalang), Nina (Malang) dan Lani (Pontianak) takeover INIKOPER untuk berbagi pandangan tentang Mengapa Fasillitasi itu Penting? Vida melihat dari suduh kaum muda di sekolah, Lani atau Ucup melihat dari kiprah perempuan dalam pembangunan desa dan Nina melihat dari soal keadilan bagi setiap orang pada sebuah interaksi sosial. Menarik mendengarkan pandangan kaum muda pada partisipasi semua orang dalam interaksi sosial atau proses demokrasi.
From the publisher's feed