It's PodCelv

It's PodCelv

By Denztrial KehiNewsPolitics
Download on the App Store

It's PodCelv episodes

  • RUU PKS: Sulit Dibikin atau Dibikin Sulit?
    Bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia pada 8 Maret 2020, Komnas Perempuan mempublikasikan temuannya bahwa sepanjang tahun 2019 tercatat terdapat 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan. Selain dari pada itu, pada catatan yang sama, Komnas Perempuan menemukan fakta bahwa dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sampai 792%, yang berarti hampir 8 kali lipat. Menindaklanjuti fenomena kekerasan yang kian menggunung khususnya terhadap perempuan, maka menjadi tidak heran bilamana masyarakat merasa penting untuk segera disahkannya Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Adapun bertolak belakang dengan urgensi ini, beredar kabar bahwa DPR menarik RUU PKS dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020 dikarenakan pembahasannya sulit. Kesenjangan antara harapan mengentaskan kekerasan dan kenyataan bahwa RUU PKS masih jauh dari pengesahan mendorong PodCelv Malam Minggu untuk berdiskusi dengan Maria Vicienza.
    1 hr
  • Angela Merkel, Keran Imigran & Ekstrim Kanan
    Sejak naik tahta sebagai Kanselir Jerman pada November 2005, Angela Merkel telah membuka pintu lebar-lebar bagi arus masuk imigran ke Jerman. Di tahun 2006 misalnya Jerman sudah menerima 558.467 imigran dan kemudian di tahun 2017 ada 1,38 juta orang di negara yang terkenal dengan kualitas mobilnya ini, atau naik lebih dari 100%. Meroketnya arus imigran ke Jerman selanjutnya segaris lurus dengan angka serangan ektrimis sayap kanan, yakni dari 18 kasus serangan terhadap rumah dan pusat pengungsi di tahun 2011, menjadi 1556 kasus di tahun 2017. Berkenaan dengan urgensi dari tren inilah maka PodCelv Malam Minggu ingin berbincang dengan Ka Arin Lukika selalu German Enthusiast.
    59 min
  • Menggugat Tradisi Kawin Tangkap
    Data terakhir yang berhasil dihimpun per Desember 2009, tercatat terdapat 20 kasus kawin tangkap atau kawin culik yang terjadi di Waikabubak dan sekitarnya. Pada sisi lain, tokoh Pemerhati Budaya Sumba, Pater Roberst Ramone menyatakan bila praktik-praktik seperti ini sudah banyak ditinggalkan dan hanya marak berkembang pada era 70an hingga 80an, namun publik kembali dihebohkan setelah sebuah video viral di mana memperlihatkan cuplikan kekerasan dan pemaksaan terhadap seorang wanita yang diduga bermotif kawin paksa. Ruang-ruang kekerasan seperti ini yang kemudian ingin dibagikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, oleh karenanya PodCelv Malam Minggu akan mengangkat judul “Menggugat Tradisi Kawin Tangkap” bersama Ka Aprissa Taranau.
    37 min
  • Rohingya, Nasibmu Kini
    Bila perdamaian (peace) ialah hasil dari ketiadaan kekerasan (violence), maka Rohingya ialah mimpi buruk bagi kemanusiaan yang menjadi kenyataan. Tragedi kemanusiaan bisa dilihat dengan mata telanjang tentang bagaimana nasib tak tentu etnis ini ketika diperhadapkan pada kondisi tanpa negara. Terusir dari Myanmar dan tak diterima Bangladesh menjadikan Rohingya rentan akan berbagai permasalahan dahyat, entah mengenai kemiskinan ekstrim, ketiadaan perlindungan keamanan, dan berbagai macam persoalan terusan yang mengikutinya. Parahnya, hampir tiga tahun setelah terusir dari Burma (nama lain Myanmar), masih terlalu sedikit yang kita ketahui mengenai etnis Rohingya, juga ketidakmampuan ASEAN untuk berbuat banyak. Oleh karena itu, PodCelv Malam Minggu mengundang Pingkan guna menceritakan pengalaman dan pengetahuannya kepada kita semua.
    48 min
  • Rohingya, Nasibmu Kini
    Bila perdamaian (peace) ialah hasil dari ketiadaan kekerasan (violence), maka Rohingya ialah mimpi buruk bagi kemanusiaan yang menjadi kenyataan. Tragedi kemanusiaan bisa dilihat dengan mata telanjang tentang bagaimana nasib tak tentu etnis ini ketika diperhadapkan pada kondisi tanpa negara. Terusir dari Myanmar dan tak diterima Bangladesh menjadikan Rohingya rentan akan berbagai permasalahan dahyat, entah mengenai kemiskinan ekstrim, ketiadaan perlindungan keamanan, dan berbagai macam persoalan terusan yang mengikutinya. Parahnya, hampir tiga tahun setelah terusir dari Burma (nama lain Myanmar), masih terlalu sedikit yang kita ketahui mengenai etnis Rohingya, juga ketidakmampuan ASEAN untuk berbuat banyak. Oleh karea itu, PodCelv Malam Minggu mengundang Pingkan guna menceritakan pengalaman dan pengetahuannya kepada kita semua.
    45 min
  • Duel NATO vs Rusia. Siapa Menang?
    Perang Dingin boleh berakhir ketika Mikhail Gorbachev mendeklarasikan kebijakan Glasnost dan Pereistroika (1985) yang mendorong restrukturisasi Uni Soviet -- berujung pada keruntuhan negara itu -- akan tetapi kontestasi politik internasional membuktikan bahwa dunia tidak pernah berhenti untuk menimbulkan ancaman-ancaman baru. Di Benua Eropa misalnya, Negara-negara Baltik (Estonia, Latvia, Lithuania) ditambah Finlandia dan Swedia masih merasa terancam akan pergerakan politik luar negeri Rusia. Lalu bagaimana usaha kelima
    negara kecil tersebut untuk mengamankan kepentingan domestiknya? Seorang teman, Dionisius Linardi akan berbincang di PodCelv Malam Minggu guna mencari tahu jawaban-jawabannya.
    45 min
  • Satu Jam Membicarakan Kim Jong Un
    Berbeda dengan negara-negara lain yang tengah sibuk memerangi pandemi virus corona, tepat memasuki Maret Korea Utara malah sibuk mempertontonkan uji coba rudal nuklir untuk pertama kali di tahun 2020. Berbagai tekanan internasional telah dimainkan dunia dalam rangka menciptakan kegentaran di benak Presiden Kim Jong Un untuk melakukan proliferasi nuklirnya. Ketidakberhasilan ini selanjutnya mengundang banyak pertanyaan tidak terjawab. Oleh karenanya, PodCelv Malam Minggu akan berbincang dengan Ka Umbu untuk menjawab misteri besar ini.
    1 hr 3 min
  • Membaca RMS Dalam Konflik Ambon 1999
    Sebagai suatu negara, secara de facto Indonesia hampir 75 tahun memerdekakan diri dari kolonialisme, namun apakah Indonesia telah berhasil sebagai suatu bangsa? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan tidak melupakan catatan-catatan kelam masa lalu, khususnya pasca keruntuhan orde baru yang memantik kebebasan berdemokrasi. Pasalnya hanya dengan kebebasanlah suatu bangsa bisa teruji soliditasnya, atau di sisi lain keluar untuk memisahkan diri. Satu tahun setelah lengsernya Soeharto, isu pengaruh RMS dalam konflik Ambon 1999 menjadi ujian demokrasi terbesar bangsa Indonesia. Untuk itu, PodCelv Malam Minggu ingin membaca RMS dalam Konflik Ambon 1999 bersama Ka Chris.
    58 min
  • Patriarki di Tanah Anarki
    Membaca jurnal Ade Irma Sakina, “Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia” sekilas membuat saya teringat akan tulisan Gayatri Spivak “Can the Subaltern Speak?” di mana terdapat kelompok yang begitu termarjinalkan sehinga mereka kehilangan kempuan untuk bersuara, atau paling tidak menyuarakan keinginannya dengan bentuk komunikasi yang bisa dimengerti kelompok dominan. Praktik Tradisi Sati yang pernah berlaku di India misalnya memberikan bahkan pada level tertentu, mendorong janda untuk ikut dibakar atau dikuburkan bersama jasad mendiang suami. Tradisi Sati mungkin sudah lama ditinggalkan, tetapi feminisme di seluruh dunia melihat bahwa perempuan masih sering diperhadapkan dengan budaya patriarki atau dominasi pria. Oleh karena itu, PodCelv Malam Minggu episode kali ini mengundang seorang teman, Ade Irma Sakina untuk berbicara mengenai budaya patriarki khususnya di Indonesia.
    54 min
  • Tabir Patriarki di Tanah Anarki
    Membaca jurnal Ade Irma Sakina, “Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia” sekilas membuat saya teringat akan tulisan Gayatri Spivak “Can the Subaltern Speak?” di mana terdapat kelompok yang begitu termarjinalkan sehinga mereka kehilangan kempuan untuk bersuara, atau paling tidak menyuarakan keinginannya dengan bentuk komunikasi yang bisa dimengerti kelompok dominan. Praktik Tradisi Sati yang pernah berlaku di India misalnya memberikan bahkan pada level tertentu, mendorong janda untuk ikut dibakar atau dikuburkan bersama jasad mendiang suami. Tradisi Sati mungkin sudah lama ditinggalkan, tetapi feminisme di seluruh dunia melihat bahwa perempuan masih sering diperhadapkan dengan budaya patriarki atau dominasi pria. Oleh karena itu, PodCelv Malam Minggu episode kali ini mengundang seorang teman, Ade Irma Sakina untuk berbicara mengenai budaya patriarki khususnya di Indonesia.
    57 min

About It's PodCelv

From the publisher's feed

Talk More, Do Less.