Sudut pandang unik dari Idrus akan momen heroik nan popular Surabaya. Koboy, bandit, revolver dan belati bertebaran. Ah, malaikat maut juga. Direkam di Cibasale, Majalengka Kulon.
Hampir seusia bapak, cerpen ini. Karya penulis Padangpanjang yang namanya pertama kali muncul di buku paket Bahasa Indonesia kelas 4 SD. Dalam ingatan saya tentu, bukan bapak. Mangga nyanggakeun ah.
Judul cerpen ini juga menjadi judul buku kumpulan cerpen Eko Triono yang dicetak penerbit Diva Press. Dibacakan malam hari oleh Rakaisa Langit di Cibasale, Majalengka.
Agus Noor di judul ini mengisahkan roman anak kuliah jaman reformasi, gaya mahasiswa filsafat serta nama pahlawan sebagai nama jalan. Dimuat Kompas sekaligus masuk jajaran cerpen pilihan harian tersebut edisi 2014.
Dimuat surat kabar KOMPAS pada edisi 5 Januari 1992 dan terpilih sebagai Cerpen Pilihan '93 dari harian yang sama. Krisis anak berumur 10 tahun saat disuruh mengarang di kelas. Dibacakan oleh Rakaisa Langit, direkam di Cibasale-Majalengka.
Lelaki klimis, wanita bertampang bengis. Identitas rahasia dibalut curcol satu dan lainnya. JDC kali ini mempersembahkan Acak Corak, buah karya Fiersa Besari -dari 11:11 cetakan MediaKita.
Kali ini Jangan Dengerin menyuguhkan sensasi mengobrol dekat mesin-mesin rumput. Menguji ketahanan dan kesabaran, ternyata. Diambil dari Kafe Dukun, dijagai Mang Eded Harto. Soklah, dipersembahkan!
48 min
About Jangan Dengerin
From the publisher's feed
Obrolan warung kopi; sebuah usaha membingkai keseharian yang banal, sedikit binal.
Diisi sepenuh hati oleh Xati Magalu, Momon Karman, Raka Langit, Henry Deaw, Ican Fauzi, Ade Sugih, dan Faisal Icon. Direkamin sama Pajar Ucok Jamaludin. Terima kasih tak kepalang buat Rumah KGW!