Penggemar K-pop kadang mendapat justifikasi sembrono okeh orang-orang di sekitarnya. Mereka terstigma alay, heboh, dan kata-kata sejenisnya. Di hidup kita yang sungguh patriarkis, di mana laki-laki dibentuk dengan gambar kekar, bersuara berat dan lantang, gentle, dan seterusnya, tidak mudah jadi fanboy. Tak jarang para lelaki yang gemar K-pop dianggap letoy alias diolok-olok dengan label "kurang cowok, kurang garang". Cowok kok suka K-pop, nggak banget deh! Nah, dengan begitu, hidup sebagai fanboy jelas tidak mudah. Kali ini Jangan Nyasar punya kisah menarik tentang ini. Konon lelaki berusia 23 tahun ini sudah 10 tahun lebih jadi fanboy. Ia menyukai K-pop sejak duduk di bangku SMP. Kesukaannya tak pudar, lantaran ia mendapat lingkungan yang mendukung bertahannya kecintaan itu. K-pop, menurutnya, berhasil menyeimbangkan hidupnya jadi hiruk-pikuk aktivitas harian. Yuk, kita simak kisah lengkapnya!