
Sign up to save your podcasts
Or


Agro Forestrium Best Plants & Trees To Prevent Catastrophic Landslides Plus Strengthen Soil Structure Podcast Edition by Agro Forestrium Studio
Landslides are a type of natural disaster that involve the downward movement of a mass of soil, rocks, and debris on a slope or hillside. They can occur in various forms, such as rockfalls, rockslides, mudslides, or debris flows, depending on the materials involved and the velocity of movement.
Landslides are typically triggered by a combination of factors, including heavy rainfall, earthquakes, volcanic eruptions, erosion, changes in groundwater level, slope instability, or human activities such as construction and deforestation. These factors can weaken the stability of the slope, causing it to fail and result in the movement of materials downslope.
The destructive power of landslides can be significant, as they can damage or destroy structures, roads, and infrastructure in their path. They can also lead to loss of life and cause severe environmental damage, particularly when they occur in populated areas or near water bodies.
To mitigate the risks associated with landslides, various measures can be taken, including slope stabilization techniques, land-use planning to avoid vulnerable areas, early warning systems, and emergency preparedness. It is important for communities living in landslide-prone areas to be aware of the potential hazards and take appropriate precautions to minimize the impact of such events. Certain plants and trees can play a role in preventing landslides by stabilizing slopes and reducing soil erosion.
Xeno Legendium Islamic Folklore The Tale of 500 Years Muslim Sufi Worship & The Infinite Mercy of Allah SWT (God) Podcast Edition by Xeno Legendium & Muhammad Hamzah Sakura Ryuki
In a distant town nestled between hills and rivers, there lived a man known for his piety and dedication to Allah SWT (God). He was a scholar, not only in knowledge but in his devotion to worship. For years, he would rise before dawn, praying with full sincerity, fast during the long days, and spend his nights immersed in the remembrance of Allah (dhikr). His worship was not just an outward display but an inner surrender to the Divine. He became known among the people for his disciplined lifestyle, and many came to seek his guidance, hoping to emulate his deep connection with Allah SWT.
The scholar’s devotion did not go unnoticed in the heavens. As he continued in his piety, he felt the sweetness of faith settle deep in his heart. Year after year, decade after decade, he gave his every breath in worship, believing that his long years of unwavering devotion would certainly earn him a place in Jannah Firdaus Paradise. His thoughts often turned to this great reward, and he became convinced that his 500 years of worship had earned him the right to ask for his place in the afterlife.
Terapi Ayat Ruqyah Dari Kitab Suci Al-Quran Untuk Meredakan Dan Menyembuhkan Berbagai Jenis Penyakit Sakit Kepala Dalam Bahasa Arab Serta Menjadikan Sistem Syaraf Kepala Menjadi Lebih Sehat.
Ruqyah Verse Therapy from the Holy Koran to Relieve and Cure Various Types of Headaches in Arabic and Make the Head Nervous System Healthier.
Ruqya Healing Verse from The Noble Quran To Relieve Toothache and Improve Dental Health In Arabic Languange
Terapi Ruqyah Ayat Dari Kitab Suci Al-Quran Untuk Menghilangkan Segala Jenis Penyakit Sakit Gigi Dan Meningkatkan Kesehatan Gigi Dalam Bahasa Arab Versi Podcast.
Sakit gigi adalah kondisi ketika bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang terasa sakit atau nyeri. Tingkat keparahan nyeri tersebut bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Sakit gigi juga dapat hilang timbul atau berlangsung secara terus-menerus.
Umumnya, sakit gigi merupakan gejala akibat penyakit pada gigi atau gusi. Namun, pada kasus tertentu, sakit gigi juga bisa menjadi tanda adanya penyakit di bagian tubuh lain yang nyerinya menjalar sampai ke sekitar gigi, misalnya gangguan pada sendi rahang, sakit telinga, sinus, atau penyakit jantung.
Nyeri pada sakit gigi umumnya memburuk di malam hari, terutama saat penderita berbaring. Nyeri juga dapat memburuk ketika penderita makan dan minum, terlebih jika mengonsumsi makanan atau minuman yang panas, dingin, terlalu manis, atau terlalu asam.
Dikutip dari buku Dasyatnya Doa & Dzikir terbitan Qultummedia, salah satu hadits doa sakit gigi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Yazid bin Nuh bin Dzakwan berikut: Diriwayatkan Abdullah bin Rawwahah datang kepada Rasulullah mengeluh giginya sakit “Ya Rasulullah gigi gerahamku sedang sakit. Hal ini membuatku merasa terganggu dan sakitnya sudah sangat parah” Rasulullah kemudian meletakkan dengan beliau pada pipi Abdullah bin Rawwahah dan berdoa dengan mengucapkan dzikir berikut “Allahumma adzib ‘anhu su-a ma yajidu wa fuhsyahu bi da wati nabiyyikal mubarakil makini indaka”
(Ya Allah, lenyapkanlah darinya keburukan yang ia rasakan, beserta kekejiannya dengan doa Nabi-Mu yang penuh berkah di siis-Mu) (HR. Baihaqi) dalam Riwayat ini, disebutkan bahwa Rasulullah membaca doa di atas sebanyak tujuh kali. Setelah itu, gigi yang di derita Abdullah bin Rawwahah sembuh.
Ruqya Healing Verse from The Noble Quran to Relieve Stomach Ache & GERD Plus Improve Stomach Health In Arabic Languange Podcast Version
Gastroesophageal reflux disease (GERD) occurs when stomach acid repeatedly flows back into the tube connecting your mouth and stomach (esophagus). This backwash (acid reflux) can irritate the lining of your esophagus.
Many people experience acid reflux from time to time. However, when acid reflux happens repeatedly over time, it can cause GERD.
Most people are able to manage the discomfort of GERD with lifestyle changes and medications. And though it's uncommon, some may need surgery to ease symptoms.
GERD is caused by frequent acid reflux or reflux of nonacidic content from the stomach.
When you swallow, a circular band of muscle around the bottom of your esophagus (lower esophageal sphincter) relaxes to allow food and liquid to flow into your stomach. Then the sphincter closes again.
If the sphincter does not relax as it should or it weakens, stomach acid can flow back into your esophagus. This constant backwash of acid irritates the lining of your esophagus, often causing it to become inflamed.
Tadabur Terapi Ruqyah Ayat Penyembuh Dari Kitab Suci Al-Quran Untuk Menyembuhkan Asam Lambung (GERD) Dan Menghilangkan Segala Jenis Penyakit Perut Serta Meningkatkan Kesehatan Sistem Percernaan Tubuh Manusia.
GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit asam lambung disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah. Normalnya, katup ini akan terbuka untuk memungkinkan makanan serta minuman masuk menuju lambung dan dicerna.
Setelah makanan atau minuman masuk ke lambung, katup ini akan tertutup kencang guna mencegah isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Namun pada penderita GERD, katup ini melemah, sehingga tidak dapat menutup dengan baik.
Hal ini mengakibatkan isi lambung yang berisi makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan. Apabila kondisi ini terjadi terus-menerus, lapisan kerongkongan akan mengalami iritasi hingga peradangan dan lama kelamaan menjadi lemah.
Gejala yang biasa terjadi saat asam lambung naik adalah rasa asam atau pahit di mulut dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati. Kedua gejala ini biasanya akan semakin memburuk saat penderita membungkuk, berbaring, atau setelah makan.
Suara Alam Nyanyian Merdu Kicauan Burung Dan Kokok Ayam Dari Desa Pelutu Di Pulau Dewata Pada Pagi Hari...............menjadikan jiwa serta pikiran lebih fresh lebih segar
Subak is the water management (irrigation) system for the paddy fields on Bali island, Indonesia. It was developed in the 9th century. For the Balinese, irrigation is not simply providing water for the plant's roots, but water is used to construct a complex, pulsed artificial ecosystem. The system consists of five terraced rice fields and water temples covering nearly 20,000 hectares (49,000 acres). The temples are the main focus of this cooperative water management, known as subak.
Subak is a traditional ecologically sustainable irrigation system that binds Balinese agrarian society together within the village's Bale Banjar community center and Balinese temples. The water management is under the authority of the priests in water temples, who practice Tri Hita Karana Philosophy, a self-described relationship between The Humans, The Earth and The Creator.
Tri Hita Karana draws together the realm of spirit, the human world and nature. The overall subak system exemplifies this philosophical principle. Water temple rituals promote a harmonious relationship between people and their environment through the active engagement of people with ritual concepts that emphasize dependence on the life-sustaining forces of the natural world. Rice is seen as gift from The Creator of Universe, and the subak system is part of temple culture.
Subak adalah sebuah organisasi yang dimiliki oleh masyarakat petani di Bali yang khusus mengatur tentang manajemen atau sistem pengairan/irigasi sawah secara tradisional, keberadaan Subak merupakan manifestasi dari filosofi/konsep Tri Hita Karana.
Tri Hita Karana berasal dari kata "Tri" yang artinya tiga, "Hita" yang berarti kebahagiaan/kesejahteraan dan "Karana" yang artinya penyebab. Maka dapat disimpulkan bahwa Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan dan kesejahteraan”. Penerapannya didalam sistem subak yaitu:
Parahyanganyaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan.
Pawonganyaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan sesamanya.
Palemahanyakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungannya.
Kata "Subak" merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Bali, kata tersebut pertama kali dilihat di dalam prasasti Pandak Bandung yang memiliki angka tahun 1072 M. Kata subak tersebut mengacu kepada sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang unik, memiliki pengaturan tersendiri, asosiasi-asosiasi yang demokratis dari petani dalam menetapkan penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi.
Subak bagi masyarakat Bali tidak hanya sekedar sistem irigasi, tetapi juga merupakan konsep kehidupan bagi rakyat Bali itu sendiri. Dalam pandangan rakyat Bali, Subak adalah gambaran langsung dari filosofi Tri Hita Karana tersebut.
Sebagai suatu metode penataan hidup bersama, Subak mampu bertahan selama lebih dari satu abad karena masyarakatnya taat kepada tradisi leluhur. Pembagian air dilakukan secara adil dan merata, segala masalah dibicarakan dan dipecahkan bersama, bahkan penetapan waktu menanam dan penentuan jenis padi yang ditanam pun dilakukan bersama.
Sanksi terhadap berbagai bentuk pelanggaran akan ditentukan sendiri oleh warga melalui upacara atau ritual yang dilaksanakan di pura. Harmonisasi kehidupan seperti inilah yang menjadi kunci utama lestarinya budaya Subak di pulau dewata.
From the publisher's feed

477 Listeners

109 Listeners

13 Listeners