
Sign up to save your podcasts
Or


Eps. 13 - Sejarah Perkembangan Apel di Indonesia
Suhariyono, Peneliti Balitjestro | Sejarah apel di Indonesia dimulai sejak didatangkan dari Belanda pada tahun 1934 dan pertama ditanam di Pujon Malang sebanyak 20 varietas. Dalam perkembangannya kemudian ditanam di Kota Batu, Malang dan Nongkojajar Pasuruhan Jawa Timur. Selanjutnya, sejak tahun 1960 tanaman apel sudah banyak ditanam di Batu untuk mengganti tanaman jeruk yang mati diserang penyakit. Sampai saat ini baru 3 varietas apel yang terdaftar dan bisa diperdagangkan secara bebas di Indonesia? Mengapa demikian? Apa yang menyebabkan puluhan aksesi apel lainnya tidak berkembang? Simak penjelasan di Jestro Podcast.
__
Informasi lebih lengkap tentang Balitjestro:
Website Balitjestro http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/
Youtube Balitjestro https://www.youtube.com/channel/UCHfznmAhD6oOFklfI9kRo1Q
Fanpage Facebook Balitjestro https://www.facebook.com/balitjestroindonesia
Twitter Balitjestro https://twitter.com/balitjestro
Instagram Balitjestro https://www.instagram.com/balitjestro/
Telegram Balitjestro (Groups Diskusi_update info) https://t.me/balitjestro
__
TSP Jeruk Instagram https://www.instagram.com/tspjeruk/
Jetromart TSP Jeruk Online Shop
Ady Cahyono | Teknisi Balitjestro. Bagaimana agar jeruk yang ditanam itu berbuah? Bahkan cepat berbuah? Beberapa petani pemula mungkin tidak sabar menunggu tanaman jeruknya berbuah. Namun, disisi lain, ada juga petani yang bahkan sudah 6-7 tahun tanaman jeruknya masih saja tidak berbuah. Apa penyebabnya? Dan seberapa besar pengaruh benih jeruk (benih berlabel) agar petani berhasil bertanam jeruk? Simak penjelasan lebih lengkap di Jestro Podcast episode 12 ini. Durasi 20.15'
Website Balitjestro
Youtube Balitjestro
Fanpage Facebook Balitjestro
Twitter Balitjestro
Instagram Balitjestro
Telegram Balitjestro (Groups Diskusi_update info)
__
TSP Jeruk Instagram
Jetromart TSP Jeruk Online Shop
Cahyono, Teknisi Balitjestro | Ada istilah yang populer, "Jeruk SoE ini namanya ada dimana-mana, barangnya tidak ada dimana-mana, hanya ada di SoE, NTT." Kenapa begitu? Semuanya dikupas oleh Cahyono yang pernah selama 6 bulan detasir, membersamai masyarakat di Soe, NTT untuk pendampingan jeruk. Jeruk keprok SoE merupakan salah satu varietas jeruk lokal, komersial unggulan NTT dan telah mendapat perlindungan Indikasi Geografis (IG). Kualias buahnya tidak kalah dibanding dengan jeruk impor. Warnanya sangat menarik, jingga menyala. Dirjend Hortikultura dan BPTP NTT turut serta bersama Balitjestro mengawal pengembangan jeruk SoE.
Durasi 14.14'
Balitjestro Website: http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/id/
TSP Jeruk IG: https://www.instagram.com/tspjeruk/
Baiq Dina Mariana, Peneliti Balitjestro | Pengembangan lengkeng di Indonesia semakin marak akhir-akhir ini. Lengkeng kateki menjadi varietas yang paling banyak dicari. Di Indonesia, setidaknya terdapat 40 aksesi lengkeng yang menjadi mandat penelitian Balitjestro, Balitbangtan. Saat ini upaya konservasi terus dilakukan, terutama dalam penyediaan batang bawah yang sesuai. Tantangan pengembangan lengkeng yaitu untuk lengkeng kualitas unggul biasanya membutuhkan booster, dan beberapa diantaranya dilarang karena mengandung potasium klorat yang dianggap berbahaya. Isu dan tren penelitian lengkeng terkini yaitu bagaimana terlepas dari perlakukan pembungaan dan bagaimana penyediaan batang bawah yang seragam.
Informasi lebih lengkap tentang Balitjestro:
Website Balitjestro http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/
Youtube Balitjestro https://www.youtube.com/channel/UCHfznmAhD6oOFklfI9kRo1Q
Fanpage Facebook Balitjestro https://www.facebook.com/balitjestroindonesia
Twitter Balitjestro https://twitter.com/balitjestro
Instagram Balitjestro https://www.instagram.com/balitjestro/
Telegram Balitjestro (Groups Diskusi_update info) https://t.me/balitjestro
__
TSP Jeruk Instagram https://www.instagram.com/tspjeruk/
Jetromart TSP Jeruk Online Shop
Agus Sugiyatno, peneliti Balitjestro | Pada prinsipnya top working bisa diterapkan pada berbagai tanaman. Varietas apel di Indonesia masih sangat terbatas yaitu apel manalagi, apel rome beauty dan apel anna. Sentra tanaman apel di Jawa Timur ada di Kota Batu, Nongkojajar dan Poncokusumo di Kabupaten Malang. Balitjestro sendiri mempunyai koleksi lebih dari 30 varietas. Peremajaan apel melalui top working jarang dilakukan oleh petani, meskipun akan lebih cepat berbuah daripada menanam benih apel yang baru. Jika tanaman sehat, peremajaan melalui top working bisa dilakukan.
Ir. Suharyono mengupas UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber) di Balitjestro. Menurut survei Tim UPBS, 80% kondisi BF dan BPMT yang ada di berbagi daerah, khususnya yang dibawah pengelolaan dinas pertanian setempat kurang terawat. Namun, kabar baiknya beberapa daerah seperti di Purworejo Jawa Tengah yang sebelumnya memproduksi benih sebar jeruk dalam jumlah besar dan tidak berlabel, (sekitar 1 juta benih tiap tahunnya), saat ini sudah tertib dan terus berbenah. Hal ini berkat program Dirjend Hortikultura dan Balitbangtan yang menyediakan BF dan BMPT untuk penangkar. Sejak tahun 2005, Balitbangtan, telah menempatkan kegiatan UPBS sebagai kegiatan unggulan dalam membantu ketersediaan benih tingkat nasional. Seiring dengan program pemerintah dalam revitalisasi sektor perbenihan, ketersediaan benih unggul bermutu akan sangat mendukung dalam program tersebut.
Otto Endarto menyatakan bahwa Lalat buah (Bactrocera spp) menjadi masalah serius pada berbagai macam buah, termasuk jeruk. Hama ini menyebabkan kerusakan yang merugikan petani, larvanya akan menyebabkan gugurnya buah sebelum mencapai kematangan yang diinginkan. Buah yang terserang mudah dikenali dengan adannya perubahan warna kulit di sekitar tanda sengatan dan terjadinya pembusukan buah dengan cepat. Pada buah yang terserang biasanya terdapat lubang kecil di bagian tengah kulitnya. Bagaimana pengendaliannya? Simak penuturannya dalam Jestro Podcast ini.
From the publisher's feed