Keikhlasan dalam diri adalah amalan yang tak ternilai lagi, besarnya pahala yang Allah janjikan sungguh membuiat senang hati ini. Gagal menempatkan keikhlasan, sama pula gagal meraih pahala yang amat besar dari-Nya. Contoh saja istri pada suaminya, patuhnya istri akan menghasilkan pahala yang amat besar jikalau didasarkan atas keikhlasan pada Allah. Patuh dengan terpaksa, dan tidak didasarkan dengan keikhlasan hanya akan membuat amalan kita hangus tak berpahala, tentu hal itu sangat tidak kita inginlan. Ingat!!! Dua Syarat diterimanya amal ibadah adalah, IKHLAS dan mengikuti apa yang diajarkan / dicontohkan Rosululloh Shalallahu 'alaihi wasallam. Lalu, bagaimana kita akan mendapatkan pahala jikalau setiap amal ibdah kita selalu terpaksa.