
Sign up to save your podcasts
Or


Risiko fragmentasi geopolitik membuat dedolarisasi atau diversifikasi semakin terakselerasi. Sejumlah negara memilih untuk mulai meninggalkan dolar dalam transaksi bilateral. 10 negara anggota ASEAN baru-baru ini menyepakati untuk mengurangi transaksi menggunakan dollar AS, dengan menggunakan skema perjanjian local currency settlement (LCS) maupun dengan local currency transaction (LCT). Lalu, apakah strategi pemerintah dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS berpengaruh secara signifikan terhadap stabilitas nilai mata uang dan arus perdagangan ekspor-impor? Serta bagaimana masa depan dari skema ini?
Dalam episode ketujuh Speakonomics ini, Kanopi FEB UI berkesempatan mengundang Bapak Ibrahim Nugroho, Ekonom Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, untuk berdialog mengenai tren diversifikasi yang sedang marak terjadi dalam transaksi perdagangan Indonesia dan negara lainnya, terutama Asia.
Biang kerok kemiskinan Indonesia dibintangi oleh komoditas primadona di Indonesia, yaitu rokok. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 melaporkan bahwa rokok adalah komoditas yang turut ambil andil dalam garis kemiskinan di Indonesia. Di tengah berbagai dampak kesehatan yang mungkin timbul, rata-rata rumah tangga miskin rela mengonsumsi 11 bungkus rokok setiap bulan. Tingginya konsumsi rokok ini menjadi penghambat dalam memutus rantai kemiskinan.
Belakangan ini sedang hangat-hangatnya berita mengenai tuntutan kenaikan upah dan isu mengenai biaya hidup yang semakin mahal. Dua kasus diatas menggaris bawahi dua hal yang sangat penting di dalam isu perekonomian Indonesia sekarang, yaitu komponen biaya hidup dan tingkat pendapatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa kenaikan biaya hidup, seperti biaya pendidikan, kesehatan, dan kepemilikan aset mengikuti tren yang melampaui kenaikan gaji masyarakat pada umumnya. Maka, apa saja program pemerintah yang dapat dibenahi untuk membantu perekonomian jangka panjang masyarakat? Selain itu, bagaimana masyarakat harus mempersiapkan financial management dan masa depan perekonomian mereka?
Dalam episode keenam Speakonomics ini, Kanopi FEB UI berkesempatan mengundang Bapak Irman Faiz, Assistant Vice President dan Macroeconomist di Bank Danamon, untuk berdialog mengenai tren kenaikan biaya hidup dari perspektif makroekonomi dan persiapan yang harus dibuat oleh masyarakat.
Youth entrepreneurship is a type of entrepreneurship that is mainly practiced by the youth, which helps young people drive job generation and acquire “economic independence”. Thus, a greater rate of job generation and economic independence obtained through youth entrepreneurship can reduce youth unemployment in Indonesia. Despite the significant benefits of youth entrepreneurship, its current state in Indonesia has not reached its full potential. The main challenges that are present in the environment of youth entrepreneurship in Indonesia are -- among other things -- its access to finance and incentives, human capital and entrepreneurship culture, business development support and infrastructure, policy and regulatory framework, and innovation and technology. This episode of the Paper Dialogue will focus on the state of Indonesia’s Youth Entrepreneurship, its challenges, and its potential improvements.
Implementing universal health insurance has its fair share of challenges. Indonesia operates one of the world’s largest universal health insurance schemes, but only one-third of its informal workers are receiving government subsidies for insurance premiums, due to barriers to enrollment, weak administrative state capacity, and inaccuracies in the state’s civil registries. This situation incites several questions: How does Indonesia’s current economic condition affect its national health insurance program? What are the methods to increase its enrollment?
“The Challenges of Universal Health Insurance in Developing Countries: A Case of Indonesia’s National Health Insurance”, an academic paper published in the American Economic Review strives to answer these questions. In this very first Paper dialogue, we invite Benjamin Olken, the Jane Berkowitz Calrton and Dennis WIlliam Carlton Professor of Microeconomics in the Massachusetts Institute of Technology and one of the contributors of this paper.
A significant portion of a college student's years in campus is spent on non academic activities. Thus finding one that is positive and contributes to their self-potential is crucial. Pada Talks and Thoughts kali ini, kami ditemani oleh Kak Jazeed Parama Abidin yaitu mahasiswa Ilmu Ekonomi 2016. Di dalam podcast ini, Kak Jazeed berbagi wawasan tentang apa yang diperlukan untuk mengembangkan hobi yang positif di masa kuliah.
Fenomena kenaikan harga komoditas dan energi yang terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, telah memicu naiknya harga bahan baku di level domestik yang menurunkan daya beli masyarakat. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menjamin tersedianya pasokan energi dan komoditas pada level domestik serta mengambil langkah preventif agar tidak membebani APBN. Tentunya, peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan tidak dapat dipungkiri. Lantas, seperti apa strategi yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi ‘negative spillover effect’ akibat krisis pangan dan energi saat ini, serta persiapan apa yang dibutuhkan demi menyongsong masa depan ketangguhan Indonesia? Dalam episode kelima Speakonomics ini, Kanopi FEB UI berkesempatan mengundang Profesor Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, untuk berdialog mengenai fenomena kenaikan harga komoditas dan energi secara global, dampak yang ditimbulkan di level domestik, dan bagaimana peran pemerintah mengatasinya.
With all the hype going on, everyone would love to jump into investment and become financially proactive. But what should we prepare for investing? Do we understand all the basic concepts to be financially independent?
Pada Talks and Thoughts kali ini, kami menghadirkan Farhan Noor dan Daffa Ihsan, Mahasiswa Ilmu Ekonomi 2018. Melalui Podcast ini Kak Farhan dan Kak Daffa berbagi insight mengenai cara mengelola uang dan berinvestasi.
Disclaimer: The information provided on Talks & Thoughts Podcast is based on personal experience and may not apply to all audiences. Please make good use of it, and may it provide further information and interests to those who listen to it.
Awal tahun 2021 merupakan awal yang penuh optimisme bagi perekonomian Indonesia yang masih berupaya pulih dari pandemi Covid-19. Kinerja perekonomian Indonesia di awal tahun 2021 telah menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, dengan beberapa indikator utama pemulihan ekonomi nasional sudah mulai menunjukkan tren positif. Namun, pemulihan ekonomi yang dijalankan bukan berarti tanpa rintangan. Berbagai peristiwa telah kita hadapi selama tahun 2021, mulai dari ancaman Taper Tantrum, munculnya virus Covid-19 varian Delta, perubahan dalam rantai ekonomi global, hingga digitalisasi yang begitu pesat. Lantas, bagaimana dampak peristiwa-peristiwa tersebut terhadap perekonomian Indonesia selama tahun 2021 silam dan tahun 2022 mendatang?
Dalam episode terakhir Speakonomics ini, Kanopi FEB UI berkolaborasi dengan Indonesia Economic Outlook 2022 mengundang Bapak Muhamad Chatib Basri selaku Menteri Keuangan Indonesia 2013-2014 untuk mengulas sepak terjang perekonomian Indonesia selama tahun 2021 serta proyeksi untuk tahun 2022 yang akan datang.
From the publisher's feed