Aku Menolak Mencintaimu dengan Sederhana
di antara kerlip malam,
aku mendengar suaramu,
seolah berbisik lembut,
menggugah sunyi yang menunggu.
tapi cinta, ku tutup dengan pelan,
seperti buku yang enggan dibaca,
halaman-halaman yang terlipat,
hanya menyisakan aroma kenangan.
aku menolak, bukan karena ragu,
tapi karena cahaya yang kupilih
adalah rembulan,
bukan sinar purnama milikmu.
melangkah di antara bayang-bayang,
aku menemukan blog kosong,
di mana tak ada kisah,
hanya garis tak berujung,
dan suara angin berbisik lagi.
biarkan pertemuan kita berjalan,
seperti hujan yang menetes,
hilang sebelum sempat janjikan pelangi,
aku akan menyimpan tawamu,
dalam laci hati yang terkunci.
cinta tidak selamanya harus dipilih,
seperti rindu yang bersembunyi,
di balik senja,
aku menolak mencintaimu,
dengan sederhana,
seperti embun yang jatuh,
tanpa suara,
tanpa jejak.