
Sign up to save your podcasts
Or


Sudahkah kalian bersyukur wahai penghuni bumi yang kalau akhir bulan suka merana? Sudahkah kalian bersyukur dengan benar? Kalau masih kebiasaan bersyukur dengan membandingkan diri dengan kekurangan orang lain punya, mending udahin deh~
Zodiak lo apa? kalau zaman ke belakang, suka baca zodiak di kalender Bali paling belakang. Selain itu, juga baca di tabloid, majalah atau koran (waktu itu media sosial belum ada). Bacaannya paling ngebahas seputar Asmara, Keuangan dan Kesehatan.
Kalau sekarang, gue nggak begitu tertarik baca ramalan kayak gitu sih. Lebih suka melihat kepribadian orang tersebut berdasarkan zodiak dan risingnya (eitsss ini juga ada pengaruhnya sama lingkungan pergaulannya ya). Kalau lo gimana?
"Kamu siap aku ajak susah nggak?" adalah pertanyaan yang ngebuat gue mikir, "Kenapa gue yang susah-susah nyenengin diri, malah diajak hidup susah?". Iya tau, maksudnya kalau seumpama di tengah kehidupan yang nggak pasti ini, dihadapkan sesuatu yang sulit, mau nggak diajak cari solusi bareng-bareng dan tetap bareng? Gitu? Ya kalimat nanyanya jangan gitu dong....
ada banyak hal di 2019 yang nggak bisa didapetin di 2020. ternyata, luar biasa sampai di titik ini. terima kasih ya sudah bertahan.
Sudah jadi resiko orang Asia kalau kita-kita yang baru masuk usia 25 tahun, di cerca pertanyaan "Kapan Menikah?" seolah-olah menikah adalah pencapaian teratas, tertinggi dan final setiap orang. Padahal, menikah adalah keputusan yang nggak semudah membalikkan telapak tangan. Menikah bagi kami adalah tahap baru dalam kehidupan yang sangat mempengaruhi hidup. So, inilah alasan kenapa kita menunda menikah. Kolaborasi dengan Kak Hani dan Kak Silvi di Episode Penutup Season 1 #MenujuSeason2
Pengalaman ini masih ngebekas banget. Gimana nggak? Akibat dari kesimpulan mentah yang gue buat, ekspektasi yang gue buat berujung kecewa dan nangis bombay pada jam malam dan down selama 1 minggu. Saat kita diminta untuk temani seseorang cerita, ada baiknya kita bertanya: "Hanya ingin didengerin aja atau diberi saran?". Pada saat itu, gue hanya minta didengerin. Tidak mau diberi saran, pendapat atau yang sampai mengusik kehidupan pribadi gue. Dan episode ini, tercipta dari bentuk kemarahan gue #menujuseason2
di masa kita harus mencari kerja, kita sering bertanya-tanya: kira-kira kerjaan yang kayak gimana sih maunya? apa yang sesuai passion gue aja? apa passion gue? mungkin teman-teman juga ngerasa pekerjaan yang ditekuni saat ini itu nggak sesuai passion. Jadi, kudu gimana dong? Kali ini, gue ngajak Kak Hani dan Kak Silvi yang dimana kami bertiga juga masih mencari apa itu passion, ngebicarain masalah struggle dalam pekerjaan yang ditekuni dan passion yang kami punya #menujuseason2
Pernah nggak sih lo ngerasa sedih tapi susah banget mau dijelasin? Di hati itu kayak sepet banget pengen ngeluarin semua uneg-uneg, eh tapi susahnya minta ampun. Ngejelasin susah, nge-ekspresiinnya juga susah! Kalau lo pernah mengalami masa itu, tenang. Itu hal yang wajar dan mari berkumpul, karena gue lagi ada di fase ini. Dimana gue ngerasa sedih, tapi nggak bisa dijelasin, nggak bisa diekspresiin pakai air mata.
Ditolak PTN yang udah diimpikan bertahun-tahun? Sakit, jelas. Udah berjuang mati-matian tapi Tuhan nggak ngerestuin (atau faktor lain seperti orang dalam gitu, eheem) eh ditolak. Secara, kita kudu berebut beberapa kursi dari ratusan ribu pendaftar se-Indonesia. Sebenarnya, ditolak PTN bukan akhir dunia, karena masih ada jalan lain yang kudu kita lewati. Toh, ujung-ujungnya buat skripsi. But, gue nggak nyuruh kalian-kalian yang mau berjuang lagi untuk menyerah. Tetep usaha dan kalau emang nggak jodoh, jangan dipaksain....
standarisasi yang dipasang setiap masyarakat tentang batas maksimal usia menikah membuat sebagian menjadikan menikah adalah sebuah goals. sah saja sebenarnya. tapi, apa iya harus ada batasan maksimal menikah? apakah menikah cuma persoalan hidup bersama pasangan dan mempunyai anak? lalu, kalau ada yang mutusin nggak punya anak, apakah berarti pernikahan mereka nggak sempurna?
From the publisher's feed