Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 13 September 2026
Bacaan:
Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?" (Kejadian 12:18)
Renungan:
Lianti adalah wanita yang memiliki pesona karena hidup takut akan Tuhan, tetapi beberapa tahun setelah menikah pesonanya itu sempat memudar. Hal itu terjadi karena ia terlalu sibuk bekerja, mengurus rumah tangga, dan ditambah lagi semakin banyak persoalan yang dihadapinya. Ia sering mengeluh, bahkan mulai depresi karena berhadapan dengan rutinitas yang sama setiap hari. Lianti memohon agar suaminya turut memikirkan jalan keluar dari masalah dan depresi yang dihadapinya. Ia juga minta suaminya untuk lebih memperhatikan kedua anak mereka, tetapi hal itu pun tak banyak membantu. Lianti akhirnya menyadari bahwa ia tidak bisa mengatasi masalah itu tanpa pertolongan Tuhan. Menyadari akan keterbatasannya, akhirnya ia berdoa dan membangun kembali hubungan intimnya dengan Tuhan. Dekat dengan Tuhan membuat Lianti lebih tegar dalam menghadapi keadaan pasang-surut dalam hidupnya.
Dalam hidup yang begitu taat, Abraham pun mengalami masa-masa pasang-surut itu. Setelah beberapa waktu sejak Tuhan mengikat perjanjian dengannya, Abraham mengalami banyak persoalan yang membuatnya mengalami pasang-surut. Kadang-kadang Abraham begitu percaya kepada perlindungan dan janji-janji Tuhan, tetapi di lain waktu ia seakan meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan. Tetapi semua itu justru membuat Abraham belajar mengandalkan Tuhan. Ada tiga rentetan peristiwa yang menggambarkan bahwa Abraham pernah meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan dalam hidupnya, yaitu:
Pertama, ketika kelaparan menimpa tanah Negeb, Abraham dan Sara pergi ke Mesir. Firaun terpikat oleh kecantikan Sara dan ingin menyunting Sara sebagai isteri. Hal itu terjadi karena Abraham mengakuinya sebagai saudara, bukan isterinya. Abraham takut dibunuh.
Kedua, ketika Sara tidak juga hamil, ia menyarankan agar Abraham menghampiri Hagar untuk memperoleh keturunan. Tanpa menghiraukan janji Tuhan, ia mengikuti saran Sara itu.
Ketiga, sekitar 24 tahun setelah peristiwa kelaparan di Negeb, Abraham kembali mengakui Sara sebagai saudaranya kepada Abimelekh. Hal itu juga diperbuatnya karena ia takut kalau-kalau Abimelekh akan membunuhnya karena mengetahui bahwa ia adalah suami Sara.
Menjadi pengikut Kristus tidak berarti bahwa kita tidak akan mengalami masa-masa pasang-surut dalam kehidupan ini. Keadaan pasang-surut mengajar kita untuk hidup bergantung kepada Tuhan. Ketika kita mengalami pasang-surut, kita harus tetap maju, tetap taat kepada Tuhan dan tetap yakin bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita lewat keadaan itu. Satu hal yang harus kita ingat adalah: Dalam keadaan pasang maupun surut, Tuhan Yesus tetap beserta kita dan selalu memberkati kita.
Doa:
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau selalu menjagaku di setiap waktu dan keadaan. Terima kasih untuk kesetiaan-Mu di sepanjang hidupku. Amin. (Dod).