Kencan Dengan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

By Danang KurniawanReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Kencan Dengan Tuhan episodes

  • Edisi Hari Jumat, 6 November 2026 - Bijak dalam mengelola uang

    Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 November 2026


    Bacaan: 1 Petrus 4:7

    "Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. "


    Renungan:

    Seseorang pernah berkata, "Kalau aku bekerja dan mendapatkan uang yang banyak, maka hidupku akan lebih bahagia." Tetapi, benarkah banyaknya uang dapat menjamin kebahagiaan seseorang? Ada sepasang suami isteri yang setiap hari bekerja keras menjual peralatan rumah tangga. Hasil dari kerja keras tersebut, semakin hari pendapatan mereka semakin bertambah. Tetapi anehnya semakin banyak pendapatan, semakin sering mereka bertengkar dan rasanya beban hidup semakin berat. Hal ini disebabkan karena kebiasaan manusia pada umumnya, yaitu semakin banyak pendapatan, semakin banyak pula keinginannya.

    Tidak jarang orang menyalahkan uang, uang itu jahat, uang itu menggoda manusia untuk berbuat salah, uang itu bahkan merampas kebahagiaan manusia. Tetapi benarkah demikian? Bukankah sebaliknya, uang bisa menjadi sarana bagi kita untuk mencapai kebahagiaan? Sebenarnya masalahnya terletak pada cara kita mengelola uang dan menguasai diri untuk tidak selalu memenuhi semua keinginan kita karena manusia cenderung untuk selalu menaikkan standar hidupnya di saat pendapatannya naik. Akibatnya, kita tidak akan pernah merasa cukup sebanyak apa pun uang yang kita dapatkan. Banyak orang yang justru menjadi tertekan ketika mendapatkan uang yang banyak karena mereka akan terus berbelanja, berbelanja dan berbelanja sampai melebihi jumlah pendapatan mereka. Memang, mendapatkan uang seringkali lebih mudah daripada menyimpannya. Makin banyak yang kita dapatkan, makin banyak yang kita keluarkan.

    Kita harus belajar menguasai diri dan mengekang keinginan-keinginan kita agar hidup kita menjadi lebih tenang. "Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." (1 Petrus 4:7). Bukan berarti kita tidak boleh memiliki barang2 yang bagus atau tidak boleh menikmati kehidupan yang lebih baik. Tetapi ingatlah jangan sampai upaya untuk menikmati hidup yang lebih baik justru akan mengorbankan kebahagiaan rumah tangga kita. Bukankah banyaknya keinginan seringkali mendatangkan ketidaktenteraman? Ketika kita mulai memaksakan diri untuk memenuhi keinginan2 itu, saat itulah kita mulai kehilangan ketenteraman hidup. Sangatlah penting untuk menguasai diri karena jika kita terus mengendalikan hasrat-hasrat kita dan hidup dalam porsi yang sesuai, maka di situlah kita akan menemukan ketenangan batin. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, seringkali aku mempunyai banyak keinginan yang memaksaku untuk memenuhinya. Berilah aku penguasaan diri khususnya di dalam mengelola uang yang Engkau percayakan kepadaku. Amin. (Dod).

    7 min
  • Edisi Hari Kamis, 5 November 2026 - Menjadi Orang tua yang mendidik dengan kasih

    Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 5 November 2026


    Bacaan:

    "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6)



    Renungan:

    Ada sebuah video hasil survei di Singapura pernah dibuat untuk mengetahui siapakah yang lebih dekat dengan anak-anak, apakah orang tua atau pengasuh mereka. Video ini dibuat dalam rangka untuk menyadarkan para orang tua yang sibuk bekerja bahwa para pengasuh butuh hari libur. Sekaligus untuk menyadarkan mereka bahwa anak-anak mereka butuh perhatian lebih dari orang tua. Hasil dari video tersebut sangatlah mengejutkan. Ternyata, para pengasuh jauh lebih memahami dan mengenal diri si anak dibanding orang tua mereka sendiri. Beberapa pertanyaan diajukan kepada beberapa anak-anak, orang tua, dan pengasuh untuk menguji kedekatan dan pengetahuan mereka akan anak-anak tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seperti, "apakah hobi mereka?", "apa yang mereka lakukan ketika mereka bermimpi buruk?", "apakah mereka punya pacar di sekolah?", "siapa teman terdekat mereka di sekolah?", "mata pelajaran apa yang paling mereka kuasai dan sukai?" Hasilnya, hampir semua jawaban orang tua salah, dan jawaban para pengasuhlah yang benar. Bahkan ada anak yang mengatakan jika dia merasa ketakutan, dia akan mencari pengasuhnya dan bukan ibunya sendiri. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa anak-anak tersebut bisa dikatakan lebih memercayai dan menyayangi orang lain dibandingkan orang tua mereka sendiri.

    Dari sekarang, mulailah melakukan pendekatan yang lebih kepada anak-anak kita. Mereka butuh orang tua yang bisa membimbing mereka untuk menjalani kehidupan ini dengan arahan yang baik secara jasmani maupun rohani. Anak-anak yang jauh dari orang tua atau kurang mendapatkan kasih orang tua dapat mengalami kepribadian yang rusak atau menyimpang. Terutama anak-anak yang mengalami perlakuan kasar dari orang tua mereka atau berasal dari keluarga broken home. Mereka akan mencari perhatian dan kasih sayang dari orang lain, atau dari dunia luar yang mungkin berbahaya bagi mereka. Beberapa anak mencari perhatian atau kebutuhan batin mereka lewat pergaulan bebas dengan teman-temannya. Mereka dapat terjerumus ke berbagai hal negatif, seperti narkoba, seks bebas, mabuk-mabukan, menjadi perokok berat, atau berbagai tindakan kriminal lainnya yang mengerikan. Beberapa anak dapat menjadi minder, dan tidak mau bergaul. Beberapa anak membenci orang tua mereka sendiri. Bahkan ada yang tega melukai orang tua mereka secara fisik, menuntut mereka secara hukum, dan tidak mau merawat mereka di masa tua mereka.

    Ingatlah bahwa kita sebagai orang tua adalah guru yang terbaik di dalam kehidupan anak-anak kita. Mereka akan memandang kita sebagai contoh dan panutan! Kita adalah pembimbing dan pemimpin mereka yang harusnya bisa memberikan kasih sayang dan mendidik mereka di dalam kebenaran dan takut akan Tuhan. Luangkan waktu untuk mengisi hari-hari bersama anak-anak, supaya ada keakraban dengan mereka. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, bimbinglah aku untuk menjadi orang tua yang dapat mendidik anak-anakku dengan lebih baik lagi berdasarkan kasih serta firman Tuhan. Amin. (Dod).

    6 min
  • Edisi Hari Rabu, 4 November 2026 - Mengajak untuk mengenal dan melaksanakan Firman Tuhan

    Kencan Dengan Tuhan

    Rabu, 4 November 2026


    Bacaan: Matius 7:15

    "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas."


    Renungan:

    Ada sebuah kejadian unik sekaligus mengerikan terjadi pada tahun 2005 silam di Turki bagian selatan. Para gembala Turki harus menyaksikan dengan horor ketika seekor domba yang sedang mereka gembalakan melompat dari tebing menuju kematiannya. Namun yang mengerikan dari kejadian ini adalah hal berikutnya yang terjadi setelah seekor domba tersebut melompat. Sebanyak 1500 ekor domba lainnya mengikuti jejak domba yang pertama dan ikut melompat dari tebing secara bergiliran. Meskipun ada 1500 domba yang terjun, hanya sebanyak 450 ekor domba yang menjemput ajalnya. Hal ini dikarenakan 1050 domba-domba yang melompat belakangan tidak lagi terjun menuju tanah bebatuan yang keras, melainkan terjun ke atas tumpukan lembut dan empuk domba-domba yang sudah melompat terlebih dahulu. Sampai saat ini tidak ada yang mengerti alasan domba yang pertama melompat. Semua itu masih menjadi misteri.

    Apa pun alasannya, sang domba pertama telah memberikan sebuah contoh yang buruk yang akhirnya diikuti oleh 1500 kawanan domba lainnya yang berakibat sangat fatal bagi mereka. Berhati-hatilah terhadap pergaulan yang buruk serta ajaran-ajaran yang menyimpang dari firman Tuhan. Di zaman yang semakin modern seperti ini, banyak pengajar-pengajar palsu yang menggunakan pengaruh media sosial untuk menarik sebanyak mungkin orang menjauh dari Tuhan. Ajaran-ajaran sesat yang jauh dari kebenaran dipromosikan dengan gencarnya, dan dianggap sebagai kebenaran. Perbuatan-perbuatan dosa yang dahulu dianggap sangat tabu sekarang sudah dianggap biasa dan normal. Orang-orang tidak lagi malu-malu untuk menyebarkan link video porno. Dua orang pasangan yang hidup serumah namun belum menikah tidak lagi dianggap tercela. Kita tidak lagi hidup di masa-masa ketika orang-orang secara sembunyi-sembunyi berbuat dosa. Saat ini, ada banyak orang yang dengan bangganya memperlihatkan dosa mereka kepada dunia.

    Sebagai pengikut Kristus, kita harus menjaga dan melindungi anggota keluarga kita dari pengaruh negatif dunia ini. Milikilah hubungan yang erat dengan Tuhan, dan ajaklah anggota keluarga kita untuk membaca firman Tuhan dan melaksanakan isi firman itu. Kita dapat memilih untuk selalu berjalan dalam kebenaran firman Tuhan, dan peka terhadap apa yang baik dan buruk. Jika mereka yang hidup dalam dosa dapat dengan bangga mempromosikan perbuatan mereka, maka kita juga bisa mempromosikan kebenaran itu kepada dunia. Pakailah media sosial yang kita miliki untuk menyebarkan firman Tuhan, dan mempromosikan gaya hidup kudus yang mulia di mata Tuhan. Jadilah pembawa terang! Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, bantulah aku agar bisa menjadi orang yang membawa kebenaran firman Tuhan dan menerangi kegelapan di dunia ini. Pakailah aku untuk kemuliaan-Mu. Amin. (Dod).

    7 min
  • Edisi Hari Selasa, 3 November 2026 - Menanamkan ajaran-ajaran yang baik dan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak

    Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 November 2026


    Bacaan:

    "Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya." (Amsal 10:1)


    Renungan:

    Seorang anak laki-laki bernama Fery tumbuh menjadi anak yang baik dan penurut. "Namun, sejak ia beranjak menjadi seorang remaja, ia berubah menjadi anak pemberontak. Walau demikian, cinta sang ibu tidak pernah luntur. Ibunya sangat mengasihi dia dan dalam setiap doa, nama Fery tidak pernah dilupakan. Tidak peduli anaknya menutup telinga saat ia berbicara kepadanya, sang ibu akan tetap menasihatinya. Dengan linangan air mata, ia memohon kepada Tuhan untuk melindungi anaknya dari pergaulan yang buruk. Fery mengetahui semua yang dilakukan ibunya bagi dia. Jauh di dalam hatinya, ia sangat mengasihi ibunya. Namun, ia merasa bahwa sekarang ia telah menjadi seorang pemuda. Ia tidak mau mendengar nasihat-nasihat ibunya lagi. "Aku bosan mendengar ceramah ibu setiap hari, telingaku sakit mendengarnya, Bu. Aku sudah besar dan aku tahu apa yang aku perbuat." Suatu ketika, saat pulang sekolah, ia diajak oleh teman-temannya ke tempat diskotik. "Tidak ada salahnya aku mencoba," pikirnya. Fery pergi bersama mereka. Tinggal beberapa meter lagi mereka akan masuk ke dalam tempat itu. Tiba-tiba ia teringat kepada ibunya. Nasihat-nasihat sang ibu terngiang dengan sangat jelas di telinga Fery. Bayangan ibunya yang sedang berlutut, dan berdoa sambil menangis terlintas dalam benaknya. "Bagaimana perasaan Ibu bila mengetahui aku datang ke tempat seperti ini? la pasti akan sangat sedih." Langkah-langkah kaki Fery semakin terasa berat. Ia memandang tempat itu. Rasa jijik menyelimuti dirinya. "Tidak, aku harus pulang!" Ia berbalik dan segera berlari meninggalkan tempat itu dan tidak pernah kembali lagi.

    Ketika membaca kisah di atas, sepertinya nasihat sang ibu sama sekali tidak kena pada sasaran. Namun pada akhirnya, ketika si anak diperhadapkan dengan godaan dunia, ia kembali teringat akan nasihat ibunya. Di sini Roh Kudus berperan dalam mengingatkan semua nasihat-nasihat yang diberikan kepada anak. Mendidik anak sangat penting tetapi kita jangan lupa ada bagian yang sangat penting, yaitu selalu mendoakan mereka. Amsal berkata supaya para orang tua menasihati anak-anak mereka untuk takut akan Tuhan. Mendidik anak ke jalan yang benar itu sangat penting.

    Ams 22:6 berkata, "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Anak-anak adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk dijaga. Didikan berupa nasihat yang baik akan menuntun dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh ibu Fery, ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya sebagai orang tua. Menasihati dengan firman Tuhan dan mendoakan. Marilah kita menanamkan ajaran-ajaran yang baik dan benar kepada anak-anak kita, supaya mereka hidup menurut jalan kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa-Mu agar aku dapat melakukan tugasku sebagai orang tua. Aku mohon supaya Roh Kudus selalu menjaga anak-anakku di mana pun mereka berada. Amin. (Dod).

    7 min
  • Edisi Hari Senin, 2 November 2026 - Selalu mengingat kebaikan Tuhan

    Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 November 2026


    Bacaan:

    "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala." (Mazmur 77:12)


    Renungan:

    Suatu kali seseorang bermimpi: Tuhan meletakkan dua buah kotak di kedua tangannya untuk dijaganya. Lalu Tuhan berpesan, "Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas." Ia pun melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Setiap kali mengalami kesedihan, maka ia meletakkannya ke dalam kotak hitam. Sebaliknya, tatkala bergembira maka ia meletakkan kegembiraan itu ke dalam kotak berwarna emas. Tetapi ia merasa heran, semakin lama kotak emasnya semakin bertambah berat, sebaliknya kotak hitamnya tetap saja ringan seperti semula. Karena merasa penasaran, ia pun membuka kotak yang berwarna hitam. Kini ia mendapat jawaban terhadap rasa penasarannya selama ini. Ia mendapati bahwa ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, yang menyebabkan semua penderitaan yang ia masukkan ke sana selalu jatuh keluar. Diselimuti kebingungan, ia pun menunjukkan lubang tersebut kepada Tuhan dan bertanya, "Tuhan, ke mana perginya semua penderitaanku itu?" Dengan senyum-Nya yang hangat kepadanya, Tuhan pun menjawab, "Anakku, semua penderitaanmu itu berada padaku." "Berada padaMu, lalu mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas yang tidak berlubang dan kotak hitam yang berlubang?" tanyanya kembali. Tuhan pun menjawab lagi, "Anakku, tujuan kotak emas Kuberikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan kepadamu, sedangkan kotak hitam berlubang Aku berikan supaya engkau melupakan penderitaanmu dan tidak mengingat-ingatnya lagi." Setelah mendengar itu, ia pun terbangun dan mendapat suatu pelajaran yang sangat berharga, serta bertekad untuk selalu memenuhi kotak emasnya.

    Sebagai manusia, kita pasti mengalami dua sisi kehidupan. Tanpa mau tahu, hidup ini sudah satu paket, baik dan buruk, senang dan susah, di mana semuanya itu merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kita pernah menerima hal-hal baik yang membuat kita bahagia, tetapi kita juga pasti pernah menerima hal-hal buruk yang bisa membuat kita berduka. Namun, sering kali kita lebih cenderung untuk mengingat hal-hal yang membuat kita berduka, yang bernilai buruk, yang bahkan membuat kita sulit untuk maju, sehingga kebahagiaan kita terancam olehnya. Sebaliknya, dengan belajar mengingat hal-hal yang baiklah kita lebih bisa mensyukuri hidup. Kita juga dididik untuk memiliki cara pandang yang baik dan benar, yang berdampak pada setiap keputusan hidup kita. Daya ingat kita sangatlah terbatas. Dan ada begitu banyak berkat, kebaikan, dan keajaiban Tuhan yang perlu kita kenang, yang seharusnya membuat kita mampu mengabaikan hal-hal buruk yang bisa melemahkan iman dan kehidupan kita. Ingat dan hitunglah semua kebaikan Tuhan yang pernah kita alami, agar kita dikuatkan! Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, tolonglah aku dalam menjalani kehidupan ini supaya lebih fokus untuk mengingat setiap kebaikan-Mu. Amin. (Dod).

    8 min
  • Edisi Hari Minggu, 1 November 2026 - Tetap bertekun dalam pengharapan, Tuhan selalu menggenapi janjiNya

    Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 November 2026


    Bacaan:

    "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" (Bilangan 23:19)


    Renungan:

    Jeremiah Heaton berjanji kepada putrinya untuk menjadikannya seorang putri kerajaan yang sesungguhnya. Heaton menghabiskan waktunya selama enam bulan untuk melakukan pencarian di internet tentang tempat yang belum pernah didiami oleh siapa pun. la menemukan Bir Tawil seluas 800 hektar di pegunungan antara kekuasaan Sudan dan Mesir, dan memulai misinya. Akhirnya, ia melakukan penerbangan dari Virginia, USA, menuju ke Mesir. Melalui perjalanan yang melelahkan, ia berhasil mencapai daerah pegunungan tersebut setelah melewati padang gurun selama 14 jam. la menancapkan benderanya dan menamakan wilayah kekuasaannya "The Kingdom of North Sudan", serta menjadikan Emily, putrinya, sebagai putri kerajaan.

    Kegigihan Heaton di dalam mewujudkan janjinya kepada putrinya membuat kita lebih mudah mengerti tentang hati Bapa di dalam menggenapi semua janji-Nya kepada kita. Jika bapa secara jasmani memiliki kerinduan yang sedemikian, terlebih lagi kerinduan hati Bapa di Sorga. Ia tidak pernah lalai di dalam menggenapi janji-Nya, namun sebaliknya kitalah yang sering kedapatan tidak mampu memercayai kesungguhan hati-Nya. Seperti yang terjadi di dalam kehidupan bangsa Israel yang sering kali mengeluh tentang situasi yang mereka hadapi dan mempertanyakan janji-janji Tuhan. Bukankah kita pun sering kali mempertanyakan janji-janji Tuhan ketika kita mulai putus asa di dalam menghadapi situasi hidup dan doa-doa yang belum terjawab? Bilangan 23:19 berkata, "Allah bukanlah manusia, sehingga la berdusta... Masakan la berfirman... dan tidak menepatinya?" Hal yang pertama adalah memfokuskan diri kepada Tuhan sebagai Pemberi janji. Ketika Musa diutus Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, maka ia bertanya bagaimana ia dapat meyakinkan bangsa Israel tentang janji pelepasan tersebut. Tuhan berkata, "AKU ADALAH AKU. "Manusia bisa gagal dan berdusta, namun tidak demikian halnya dengan Tuhan, sebab perkataan Tuhan adalah wujud integritas diri-Nya. Tuhan sendirilah yang menjadi jaminan bagi penggenapan segala janji-Nya. Hal yang kedua adalah memfokuskan diri sebagai penerima janji dengan mengubah keraguan yang ada menjadi keyakinan. Inilah yang menjadi kendala terbesar bagi kita di dalam menikmati pemenuhan janji-Nya. Tanpa kita sadari keraguan membuat Tuhan terlihat seperti pendusta.

    Seringkali kita gagal di dalam memercayai Tuhan ketika menghadapi benturan awal. Namun Tuhan berkata kepada Musa, "Sekarang engkau akan melihat apa yang akan Kulakukan kepada Firaun... sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi." Dengan kata lain, jangan biarkan benturan awal melemahkan keyakinan kita, melainkan berjalanlah terus melewati benturan-benturan selanjutnya sampai kita melihat kekuatan tangan Tuhan mengantar kita kepada pemenuhan janji-Nya. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, kepadaMu kutaruh pengharapan untuk masa depanku. Aku yakin Engkau setia kepada janji-janji yang Engkau ucapkan. Amin. (Dod).

    7 min
  • Edisi Hari Sabtu, 31 Oktober 2026 - Fokus kepada Tuhan

    Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Oktober 2026


    Bacaan:

    "Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." (Matius 15:32)


    Renungan:

    Firman Tuhan menceritakan bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan saat la melihat orang banyak itu. Untuk itu Yesus berinisiatif untuk memberi mereka makan, sehingga mereka tidak kelaparan! Kita dapat melihat di kisah ini, ternyata Yesus sangat acuh dengan keadaan orang-orang yang mengikuti-Nya. Yesus tahu persis kebutuhan utama orang-orang yang dengan setia mengikuti-Nya! Seandainya saja empat ribu orang lebih itu ada yang tidak setia, sehingga mereka meninggalkan Yesus sebelum hari ketiga, maka sangat mungkin mereka tidak melihat, merasakan, dan menikmati mujizat yang Yesus lakukan, yakni bagaimana Yesus memberi mereka makan hanya bermodalkan tujuh roti dan beberapa ikan!

    Jika kita setia mengikut Yesus seumur hidup kita, tentu kita akan melihat mujizat demi mujizat yang Yesus lakukan untuk kita. Namun ada hal yang harus diperhatikan dalam hal ini, jangan menganggap mujizat Yesus hanya sebatas harta benda! Banyak mujizat yang Yesus lakukan untuk kita, bahkan jauh lebih bernilai dari harta benda yang kita miliki, misalkan nafas kehidupan, kesehatan jasmani, kekuatan dalam beraktivitas sehari-hari, dll. Jadi, mujizat yang Yesus lakukan untuk kita tidak hanya sebatas uang, uang, dan uang! Bahkan sebenarnya ketika kita masih bisa beribadah dengan aman dan nyaman, itu juga merupakan mujizat yang luar biasa dari Tuhan.

    Memang terkadang dalam mengikut Yesus suka ada keraguan, terlebih lagi saat masalah kehidupan datang silih berganti. Jika iman kita sedang down, alangkah baiknya kita melihat kembali ke belakang, lalu hitung kembali berkat Tuhan. Bila kita masih hidup dengan kebutuhan yang tercukupi sampai saat ini, berarti kehidupan kita tidak pernah terlewatkan dari mujizat! Hal ini akan membuat kita fokus kepada Sang Pembuat Mujizat itu sendiri, yakni Tuhan Yesus Kristus. Mujizat selalu berkelanjutan di dalam kehidupan orang percaya. Bukan hanya Dia tidak akan membiarkan pengikut-Nya yang setia kelaparan, tetapi juga tidak akan membiarkan mereka terkapar ketika menghadapi masalah. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk lebih fokus kepada-Mu dan bukan fokus kepada masalah, karena aku tahu Engkau sanggup membuat mujizat bagiku. Amin. (Dod).

    6 min
  • Edisi Hari Jumat, 30 Oktober 2026 - Memberi perhatian untuk Tuhan

    Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Oktober 2026


    Bacaan:

    "Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair." (Mazmur 63:2)


    Renungan:

    Seorang ayah pernah mengalami tekanan karena banyaknya urusan, janji, dan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang singkat. Hal ini sangat memengaruhi cara bersikap terhadap anggota keluarganya. Ia membentak istri dan anak-anaknya, dan tidak jarang ia tersedak ketika sedang minum ataupun makan. Ia juga merasa jengkel jika ada orang yang mengganggu kesibukannya, walaupun orang tersebut hanya sekadar mengajaknya bicara. Lambat-laun sikapnya itu membuat anggota keluarganya takut. Mereka merasakan ketegangan jika berhadapan dengannya. Ia berkata, "Aku masih ingat malam itu, selesai makan anak bungsuku berkata bahwa ia mau menceritakan padaku sebuah kejadian penting yang dialaminya di sekolah hari itu. Ia berjanji akan menceritakan itu secara cepat agar tidak menggangguku. Menyadari sikapku yang membuat seisi rumah menjadi takut, aku kemudian berkata, 'Sayang, kau tidak perlu menceritakannya secara cepat. Ayah punya waktu untukmu, ceritakan saja perlahan-lahan.' Lalu anak bungsuku itu berkata, "Tapi Ayah juga harus mendengarkannya baik-baik, jangan terburu-buru."

    Baik atau tidaknya sikap yang kita tunjukkan terhadap seseorang atau sesuatu, ditentukan oleh seberapa besar perhatian yang kita berikan terhadap orang atau sesuatu tersebut. Jika perhatian yang kita berikan untuk pekerjaan lebih besar daripada suami, istri, atau anak-anak, maka kita akan merasa kesal ketika mereka meminta waktu kita. Atau, kita akan memberikan waktu dan perhatian kepada mereka, tetapi hanya dengan setengah hati. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Berapa sering kita merasa terganggu dengan jam-jam ibadah atau kegiatan kerohanian lainnya? Sebagian orang tidak sempat lagi untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan pembacaan firman, hanya karena lebih mementingkan pekerjaan atau usaha. Ada juga yang berdoa dengan terburu-buru sambil sesekali memerhatikan jam dan memikirkan kegiatan lainnya.

    Selama masih hidup di dunia ini, segala sesuatu memang penting. Kita perlu memberikan perhatian untuk pekerjaan, karena pekerjaan penting untuk kelangsungan hidup kita. Kita juga perlu memberikan perhatian untuk keluarga, karena kita merupakan bagian dari keluarga. Kita perlu memberikan perhatian untuk Tuhan dan pekerjaan-Nya, karena Tuhan yang empunya hidup kita. Kuncinya terletak pada pengaturan kita, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan seimbang. Ketika bekerja, berikan perhatian penuh terhadap pekerjaan. Ketika bersama dengan keluarga dan ketika mereka meminta perhatian kita, berikan perhatian penuh kepada mereka. Ketika bersekutu dengan Tuhan, berikan perhatian penuh kepada Tuhan. Seperti halnya pemazmur yang datang kepada Tuhan dengan rasa haus dan kerinduan yang besar kepada-Nya. Mari lakukan segala sesuatunya dengan penuh perhatian. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar segala sesuatu yang aku lakukan semuanya bisa berjalan dengan seimbang. Ajarilah aku memberikan perhatian yang penuh untuk Engkau, keluarga, dan pekerjaan. Amin. (Dod)

    8 min
  • Edisi Hari Kamis, 29 Oktober 2026 - Bersykur dan menerima diri apa adanya

    Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 29 Oktober 2026


    Bacaan:

    "Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan." (Amsal 12:9)


    Renungan:

    Seorang psikolog berkata, "Sejak manusia lahir ke dunia, ia sudah dalam keadaan tubuh yang lemah tak berdaya. Kondisi yang lemah tersebut bisa berupa kelemahan secara fisik atau cacat, pola hidup yang manja di dalam diri seorang anak yang berlanjut sampai dia dewasa, dan pengabaian terhadap sang anak oleh keluarga yang tidak pernah memedulikan anak, seperti misalnya sang anak sangat kurang menerima kasih sayang dan pujian dari orang tua. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan sang anak mengalami kompleks superior atau superiority complex, di mana ia selalu berusaha tampil menjadi orang yang sempurna dalam segala hal di hadapan orang banyak."

    Seseorang yang mengalami superiority complex, sesungguhnya menyembunyikan perasaan inferior atau rendah diri yang ada di dalam dirinya. Misalnya, orang tersebut selalu bersikap congkak atau sombong serta berusaha menguasai orang lain atau berusaha menjadi yang lebih dominan dalam segala hal, termasuk berusaha menguasai pembicaraan dalam sebuah diskusi. Namun, sesungguhnya orang itu justru tersiksa dengan kelemahan atau kekurangan yang ia miliki, baik kelemahan atau kekurangan secara fisik, maupun secara mental karena diabaikan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Sehingga, dengan cara-cara tertentu ia berusaha menarik perhatian orang lain supaya ia mendapat perhatian, pujian atau sanjungan dari mereka. Orang yang mengalami superiority complex, ingin sekali mendapat pengakuan dari orang di sekitarnya. Misalnya, seseorang yang berlagak kaya, pintar, cantik, dan lain sebagainya, padahal sebenarnya ia tidak seperti itu. Ini membuktikan bahwa ia sudah tidak jujur terhadap dirinya sendiri, tidak hanya kepada orang lain saja. Dengan kata lain, ia seperti memakai "topeng". Orang tersebut melakukan hal itu karena tidak ingin dipandang rendah oleh banyak orang, padahal sesungguhnya belum tentu orang lain merendahkannya.

    Tuhan tidak ingin kita menjadi pribadi yang rendah diri. la tidak meminta apa yang tidak kita miliki. la lebih tahu apa yang kita butuhkan, bahkan memberikan kita apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Bisa saja kita memandang kelemahan dan kekurangan kita sebagai sesuatu yang buruk, tetapi tidak demikian dengan Tuhan. Bahkan, orang lain pun belum tentu memandangnya sebagai hal yang buruk. Oleh sebab itu, terimalah keadaan kita apa adanya. Jangan pernah membandingkan keberadaan kita dengan orang yang memiliki kelebihan dari kita! Maksimalkan apa yang kita miliki, dan tetaplah menerima apa pun atau bagaimanapun keadaan kita, yang sudah tidak bisa diubah lagi. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk bisa menerima diriku apa adanya, karena aku tahu bahwa Engkau selalu memandangku indah. Amin. (Dod).

    7 min
  • Edisi Hari Rabu, 28 Oktober 2026 - Menghargai jerih payah kerja tim

    Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 28 Oktober 2026


    Bacaan:

    "Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu." (Amsal 4:13)


    Renungan:

    Pada tahun 1777, pasukan Jenderal Washington mengalami kekalahan di Brandywine, Paoli dan Germantown. Pasukan Jendral Washington kalah oleh pasukan Inggris yang sangat tangguh, sehingga pasukan Inggris berhasil menduduki wilayah Philadelphia. Tahun itu Jenderal Washington dan sebelas ribu pasukannya sempat mundur ke Valley Forge. Pasukan yang dipimpinnya saat itu sempat kehilangan semangat, apalagi ditambah dengan datangnya musim dingin yang sangat menyiksa mereka. Di musim dingin itu mereka tidak memiliki perlengkapan dan persediaan makanan yang cukup. Melihat kesengsaraan yang diderita oleh pasukannya, maka Jenderal Washington mengirim surat kepada Continental Congress. "Para prajurit tidak siap untuk bertugas, sebab mereka bertelanjang kaki dan tidak mempunyai baju hangat dalam cuaca yang buruk ini. Segalanya berjalan sangat buruk, sehingga para prajurit harus berdiri di atas topi mereka untuk menghindari radang dingin pada kaki mereka." Surat yang telah dikirimnya itu tidak mendapat perhatian dari Continental Congress, sehingga pasukan Jenderal Washington harus menguatkan hati mereka untuk tetap bertahan, sambil mengawasi gerak-gerik pasukan Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Howe. Situasi yang pelik itu akhirnya memunculkan semangat dan tekad di hati pasukan Jenderal Washington untuk tetap bertahan. Mereka menggunakan waktu yang ada untuk berlatih menjadi tentara yang lebih baik lagi. Kemudian Von Steuben, orang yang dipilih Jenderal Washington untuk mengorganisir pasukan, mulai membuat sanitasi yang baik di kemah-kemah. Ia juga menanamkan pentingnya kesatuan tim dan ketundukan kepada pemimpin. Akhirnya pasukan itu terbentuk menjadi pasukan yang handal. Hal itu terbukti dengan menangnya pasukan Jenderal Washington melawan pasukan Inggris, padahal jumlah pasukan Inggris lebih besar daripada pasukan Jenderal Washington.

    Pemimpin yang tidak baik akan menanggung bebannya sendiri, tanpa melibatkan tim kerja yang dipimpinnya. Tetapi pemimpin yang baik mempercayai dan mendorong anak buahnya untuk maju dan saling mendukung, sehingga akan terbentuk tim yang solid. Tim yang solid sadar bahwa pemimpinnya mengasihi dan mengharapkan agar mereka semakin maju. Tim yang solid memiliki loyalitas yang tinggi kepada pemimpinnya. Setiap anggota tim yang solid tentu menjaga keutuhan timnya. Anggota tim yang solid akan saling mendukung, sehingga tercipta suatu sistem kerja sama yang baik. Kegagalan seorang anggota tim dianggap sebagai kegagalan tim. Dalam tim yang solid tidak ada tindakan yang menjelek-jelekkan satu dengan yang lain. Jika setiap anggota tim sudah memegang prinsip "satu untuk semua dan semua untuk satu", maka tim itu pasti akan berjaya. Tuhan Yesus memberkati.


    Doa:

    Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menghargai setiap jerih lelah tim kerjaku, dan ajarilah juga mereka untuk mempunyai loyalitas yang tinggi. Amin. (Dod).

    6 min

About Kencan Dengan Tuhan

From the publisher's feed

Renungan harian Katolik dengan merefleksikan ayat Kitab Suci. Renungan ini disusun oleh Bapak Dodi Albertus dan telah lama viral di jagat WA Grup, kini hadir dalam media audio digital. selamat mendengarkan.