Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Juli 2023
"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:35-36)
Suatu ketika saat berbagi nasi kotak dengan empat orang murid SMA, kami memberikan nasi kepada seorang ibu tua yang mengemis. Saat diberikan nasi itu dia membukanya dan mencari uang di dalamnya. Ketika dia tidak menemukan uang, dengan marah dia berteriak kepada kami, "Mana uangnya. Bego, luh" Lalu salah seorang dari murid saya berkata bahwa ia merasa kecewa dan sakit hati. Lalu untuk menenangkan hatinya saya katakan, "Kalau kita mau berbuat baik, kita harus siiap untuk menerima kekecewaan. Karena setiap perbuatan baik kita belum tentu diterima oleh orang lain. Di sinilah kita diuji kerendahan hati kita oleh Tuhan". Pada akhirnya mereka semua mengerti.
Terkadang dalam kehidupan ini, kita sering berbuat banyak kebaikan. Tetapi dari semua perbuatan baik itu, tidak semua orang bisa menerimanya, bahkan mungkin mencela, mencerca dan membalasnya dengan kejahatan. Ketika kita mengalami hal itu, banyak di antara kita yang pada akhirnya berhenti untuk berbuat baik dan menjadi benci atau marah dengan mereka. Kita tidak menyadari bahwa terkadang Tuhan ingin membentuk kepribadian dan mental kita melalui pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Tuhan ingin membentuk kita bukan hanya menjadi pribadi yang biasa-biasa saja tetapi ingin menjadikan kita sebagai pribadi yang luar biasa dan tahan uji.
Marilah kita belajar untuk melihat hal yang positif dalam peristiwa negatif di kehidupan ini. Kita juga belajar untuk mengerti pemikiran Tuhan dalam setiap peristiwa hidup ini, Tuhan mau berbicara apa, atau membentuk saya menjadi seperti apa melalui peristiwa hidup yang menyakitkan. Jika kita bisa belajar memahami rencana Allah dalam hidup kita, maka hidup ini akan menjadi indah, walau terasa berat untuk menapakinya. Tuhan Yesus memberkati.
Tuhan Yesus, terkadang aku tidak mengerti apa yang Kau kehendaki dalam hidupku ini. Begitu banyak peristiwa-peristiwa dalam hidupku yang menyakitkan dan membuat aku menderita, sehingga terkadang aku merasa Engkau meninggalkanku saat peristiwa berat melanda hidupku. Tapi kini aku sadar bahwa ternyata dalam setiap peristiwa hidupku terutama yang menyakitkan dan mengecewakanku, ada rencana indah untuk pembentukan kepribadian dan karakterku. Terima kasih Yesus, karena melalui peristiwa hidupku yang menyakitakan Engkau mau menjadikanku pribadi yang luar biasa. Amin. (Dod).