Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 16 Juni 2023
"Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu." (Lukas 6:29)
Suatu kali di tengah-tengah hebohnya peperangan di Libanon, seorang pemuda yang bersekolah di sebuah sekolah Alkitab ditawan oleh seorang tentara. Tentara itu memerintahkan pemuda tersebut untuk menuruni lereng bukit. la bermaksud membantai tawanannya di sana. Karena si pemuda itu sudah dibekali ilmu perang, dalam sebuah kesempatan la berhasil melumpuhkan tentara yang menawannya. Kemudian melucuti senjatanya. Sekarang posisi telah terbalik, tentara itu berjalan di depan sebagai tawanan yang akan dibantai oleh pemuda tersebut. Setelah menuruni bukit tersebut, si pemuda tiba-tiba ingat ajaran Yesus yang mengatakan, "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu." Tanpa pikir panjang lagi pemuda itu berkata, "Pak, bapak boleh pergi kemanapun bapak mau karena sekarang bapak saya bebaskan." Setelah berkata demikian pemuda tersebut membuang senjatanya ke semak-semak dan melemparkan senyum kepada tentara tersebut, lalu meninggalkan tentara itu. Menyadari keseriusan pemuda itu, sungguh di luar dugaan, tiba-tiba tentara itu memeluk si pemuda sambil mengucapkan terima kasih. Kasih yang ditabur tak pernah kembali dengan tangan hampa.
Secara logika, rasanya bodoh sekali jika kita mau mengampuni orang yang telah menyakiti, melecehkan, menghina atau berbuat curang kepada kita. Tetapi itulah yang Bapa mau kita perbuat kepada sesama kita. Ampunilah orang yang tidak layak untuk diampuni, karena Bapa sudah mengampuni kita lebih dulu, bahkan ketika kita masih berdosa. Tuhan Yesus memberkati.
Tuhan Yesus, aku mau mengampuni seseorang yang pernah menyakitiku. Walau hatiku sakit bila mengingat perbuatannya terhadapku, tetapi aku mau untuk mengampuni dia. Dunia bolen mengajarkan untuk membalas dendam, tapi saat aku ditebus oleh pengorbanan-Mu di salib, aku bukan lagi milik dunia, tetapi milik-Mu ya Yesus, maka dengan kuasa-Mu bantu aku untuk mengampuninya. Karena kalau aku tidak bisa mengampuninya, maka aku sama saja dengan dia, sama-sama seorang yang kalah di hadapan-Mu. Aku mau menjadi pribadi yang menang dengan mengampuni dia. Yesus, jadikan hatiku seperti hati-Mu, hati yang penuh pengampunan. Amin. (Dodi.