Pacaran tak selalu berjalan mulus. Hubungan pranikah ini berpeluang untuk tindak kekerasan. Dilatari sesuatu sepele, misalnya. Dalam pacaran kerap terjadi kekerasan. Bisa jadi, ini tak lepas dari dominasi salah satu pihak, -baik cowok maupun cewek.
Tapi survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada 2016, cukup mengejutkan. Korban kekerasan banyak dialami cewek. Baik kerasan secara fisik dan seksual, sebesar 42,7 persen.
Selain angka itu, sebesar 10.847 pelaku kekerasan. Sebanyak 2.090 adalah pacaran (teman yang sama sekali tidak ada hubungan kekerabatan), -yang biasa disebut dating violence.
Kekerasan dalam pacaran adalah kasus kerap terjadi, setelah kekerasan dalam rumah tangga. Dan sayang, kekerasan seperti ini acap luput dari semua pihak.
Apaan sih dating violence?
Dating violence bentuk kekerasan dan pelanggaran etika fisik maupun psikis dalam masa berpacaran. Pihak yang ditindas biasa kurang menyadari dengan hubungan yang penuh penyimpangan ini. Entah itu karena sendi-sendi asmara yang sudah terlanjur melekat (lengket). Atau pula, salah dalam memaknai arti cinta sesungguhnya.
Ikuti kicau-kicaunya di KR53Broadcast. Bersama Cecilia, siswa kelas XII SMA Negeri 3 Jombang, dipandu announcer andalan KR53Broadcast Ana Noor,
Untuk kawula muda, ikuti jangan berkedip...