Ibarat pesawat yang diterbangkan dari Jakarta ke London, kita hanya bertemu di sebuah transit dan tidak sengaja berpapasan. Aku bukan tujuanmu, begitupun sebaliknya. Namun saling nyaman.
Sebuah pengingat sederhana untukmu istirahat sejenak. Juga menoleh ke belakang untuk melihat siapa-siapa yang masih ada dan terus berjalan denganmu. Karena bisa jadi, esok mereka-mereka itu udah gak ada. Jadi tolong dijaga, ya?
Yang dulu mungkin deket banget, sekarang untuk sekedar menyapa & tanya kabar udah berat banget rasanya. Dan itu gapapa kok, i know everyone have been there too.
Aku turut heran. Heran bagaimana bisa kau terus diam, menutup mata, mulut, juga telinga seakan kau membius setiap rasa yang seharusnya ada dan kau hargai tiap detiknya!
Terbanglah, jangan lihat dan coba-coba menoleh ke arah belakang karena percayalah; aku akan slalu baik-baik saja. Carilah seseorang yang benar-benar kamu sayangi, karena aku juga tak sudi kau beri hanya dengan rasa 'kasihan' saja.
Nggak ada yang bisa baik-baik aja setelah fase 'kehilangan' itu terjadi. Karena tidak seorangpun, yang bisa menduga kapan perpisahan & kehilangan akan terjadi.
16 min
About Kita dan Waktu
From the publisher's feed
Di sini, semua tersimpan abadi via suara. Tentang kisah kita dan waktu yang berperan mendewasakan, kita tumbuh meski tak utuh. | Sebuah karya tulisan oleh @helobagas — selamat mendengarkan :)