Kopi Sajak

Kopi Sajak

By Kopi SajakFictionDrama
Download on the App Store

Kopi Sajak episodes

  • Cerpen Ayah dan Ibu Karya Pearl S. Buck - Dibackan oleh Tatyana Soebianto
    Sepasang keluarga muda dengan lima anak hidup di sebuah desa yang terendam oleh banjir. Lahan pertanian dan sebagian rumahnya terendam. Keadaan semakin mencekam ketika pasokan makanan mereka habis. Bagaimana kisah kehidupan pasangan muda desa dengan lima orang anak ini ketika mereka harus hidup ditengah krisis.
    Cerpen "Ayah dan Ibu"  Karya Pearl S. Buck. Dibackan oleh Tatyana Soebianto @budhe_nyanya Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]
    13 min
  • Puisi Widji Thukul - Apa Guna

    Apa guna banyak baca buku Kalau mulut kau bungkam melulu

    Puisi "Apa Guna"  Karya Wiji Thukul. Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]

    4 min
  • Batas - Puisi Aan Mansyur Dibacakan oleh Singgih Fauzie

    Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia Yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut

    Puisi "Batas"  Karya Aan Mansyur. Dibacakan oleh Singgih Fauzie. Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]

    6 min
  • Para Pejalan Puisi karya Muhamad Maksugi

    Di perbatasan waktu, malam jadi stasiun paling senyap. Para pejalan saling melirik mencari lirik.

    Puisi "Para Pejalan" Karya Muhamad Maksugi @muhamad_maksugi. Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]

    6 min
  • Cerpen Gus Jakfar dan Kyai Tawakkal - Karya Gus Mus
    Gus Jakfar seorang anak kyai yang memiliki keistimewaan melihat masa depan memutuskan untuk melepaskan semua keistimewaan tersebut setelah mendapat wangsit untuk menemui Kyai Tawakkal dan belajar padanya. Bagaimana perjalanan spiritual Gus Jakfar saat bertemu dengan Kyai Tawakkal?
    Puisi "Gus Jakfar dan Kyai Tawakkal" dalam buku lukisan kaligrafi Karya KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]
    25 min
  • Surat Kartini untuk Nelly van Kol Agustus 1901- Dibacakan oleh Fina Mujahidh
    Didiklah perempuan Jawa, cerdaskan menurut perasaan dan pikiran dan Tuan sekalian sebagai pecinta pulau Jawa akan mendapat teman bekerja yang tangkas dan cakap untuk melaksanakan kerja raksasa tuan yang mulia dan indah yaitu membuat suatu bangsa yang berada, cerdas, dan bangkit.
    Surat Kartini untuk Nelly van Kol  dibacakan oleh: Fina Mujahidah @fina_mujahidah. Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]
    6 min
  • Kartini Dikawinkan - Kutipan Novel Jejak Langkah
    Minke tokoh utama dalam novel Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer berkenalan langsung dengan Gadis Jepara melalui surat-surat Mei. Ketika mereka bertemu secara langsung di Jepara, Minke merasakan betul bagaimana pertarungan batin yang berlangsung didalam diri Gadis Jepara. Gadis Jepara itu bertarung antara pikiran modernnya dan tradisi nenek moyang.  Hingga akhirnya ia harus tunduk pada kekuatan budaya Jawa yang patriarki, dengan dikawinkan pada seorang Bupati sebagai seorang selir.
    Kutipan Novel "Tetralogi Buru" Karya Pramoedya Ananta Toer dibacakan oleh: Muhamad Maksugi @muhamad_maksugi. Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]
    7 min
  • Elegi Senja - Puisi Karya Ariana Yuni

    Semestinya kala senja Para debu di kota sorak ramai merasai Tapi senja kali ini tak elok tabiatnya Ia datang seakan tak akan pulang pergi

    Puisi "Elegi Senja" Karya Ariana Yuni. Nikmati puisi dan cerpen lainnya dengan visual animasi di Channel Youtube dan Instagram Kopi Sajak. Kirim puisimu juga untuk dipublikasikan oleh Kopi Sajak ke [email protected]

    5 min

About Kopi Sajak

From the publisher's feed

Kopi Sajak merupakan media apresiasi sastra.