Lisan itu kecil, tetapi dampaknya sangat besar.
Satu kata bisa menjadi pahala, namun satu kata pula bisa menjadi dosa yang panjang.
Allah ﷻ mengingatkan kita:
﴿مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ﴾
Tidak ada satu kata pun yang diucapkan, melainkan ada malaikat yang mencatatnya.
Betapa banyak penyesalan lahir bukan karena perbuatan besar, tetapi karena ucapan yang keluar tanpa dipikirkan.
Abu Bakar r.a. memahami, bahwa siapa yang mampu menjaga lisannya, Allah akan menjaga kehormatannya.
Karena dari lisan, persaudaraan bisa terjaga, dan dari lisan pula, permusuhan bisa bermula.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
Menjaga lisan bukan berarti selalu diam, tetapi berbicara ketika membawa kebaikan.
Diam saat marah adalah ibadah.
Diam saat emosi adalah keselamatan.
Maka sebelum berbicara, timbanglah kata dengan iman.
Karena setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan.
Jagalah lisan…
karena di sanalah iman diuji, akhlak dikenal, dan kehormatan dipelihara.
Pikir sebelum bicara.