Presiden Iran Masoud Pezeshkian berusaha meyakinkan publik bahwa pemerintahannya sedang berupaya memulihkan stabilitas ekonomi negara, meskipun protes meluas di tengah jatuhnya nilai mata uang rial Iran. Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintah Iran berkomitmen untuk mendistribusikan kekayaan secara adil kepada seluruh rakyat, tanpa memandang latar belakang. Meskipun rial terdepresiasi hingga lebih dari 1,4 juta rial per dolar, ia memastikan bahwa struktur ekonomi yang tepat tetap ada untuk mengatasi masalah ini. Protes yang dimulai pada 28 Desember lalu terkait dengan krisis ekonomi telah berkembang menjadi seruan terhadap teokrasi Iran. Aktivis melaporkan lebih dari 116 orang tewas dan lebih dari 2.600 orang ditahan.