Dalam pertemuan DK PBB yang diadakan di Markas Besar PBB di New York pada tanggal 20 Februari waktu setempat, Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan bahwa draf resolusi DK PBB soal gencatan senjata di Gaza adalah omong kosong. Pemungutan suara atas draf yang menegaskan kembali komitmen kuat terhadap konsep solusi dua negara, dan menekankan perlunya mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Gaza tersebut, menghasilkan 13 suara mendukung, 1 menentang dan 1 abstain. Rusia, Prancis, Tiongkok, Aljazair, Ekuador, Guyana, Jepang, Malta, Mozambik, Korsel, Sierra Leone, Slovenia dan Swiss memberikan suara mendukung, sementara Inggris abstain, dan AS menentang. Rancangan tersebut gagal disahkan karena AS yang merupakan anggota tetap DK PBB, menggunakan hak vetonya.