
Sign up to save your podcasts
Or


Musibah itu emang cenderung bikin sedih, tapi ada beberapa cara yang ulama ajarkan supaya kita nggak terlalu sedih.
Apa yang keluar dari lisan, menandakan kualitas seseorang tersebut.
Cukup terima aja, nggak usah kita ulik-ulik. Kalau alasannya bener, itu bakalan menenangkan kedua belak pihak. Kalau alasannya ternyata dusta, itu urusan sang pendusta dengan Rabb Alam semesta
"Siapa yang mencari guru tanpa kesalahan, maka nggak akan ketemu". Tentunya kesalahan di sini buat kesalahan yang fatal, kesalahan" umum sewajarnya manusia.
Al-Ghuroba didefinisiin sebagai orang yang asing, karena mendakwahkan tauhid, dan orang-orang yang berpegang teguh sama syariat. Tapi ada definisi lain, yang cukup menarik banget buat kita renungi bersama.
Kisah ini termasuk kisah yang sering saya sampaikan, karena sebegitu ngenanya buat saya pribadi.
Berprasangka baik itu sifatnya orang beriman. Jangan dikit-dikit mikir negatif, yang justru melelahkan pikiran sendiri
Akhlak mulia itu konsepnya sama kayak rezeki. Sesuatu yang perlu kita usahakan, kita cari, dan kita minta kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala.
Ketika kita lagi ngobrol sama orang, dan orang lain itu seakan diem dengerin kita, maka orang yang berakal itu menimbang. Ini diem karena beneran dengerin, atau sebenernya udah eneg sama omongan kita yang bicara.
Kalo pas dapet pertanyaan panjang dan kadang mau jelasin tapi malah kepanjangan, bisa coba implementasiin tips ulama ini.
From the publisher's feed