
Sign up to save your podcasts
Or


Oleh Syakila Aliansyah - SMAN 1 Darangdan
Rasa cinta adalah tamu dalam diri manusia, seringkali manusia tidak bisa mengontrol rasa cintanya kepada lawan jenis. Bahkan banyak sekali di zaman sekarang manusia lebih mencintai ciptaan-Nya daripada Sang Pencipta. Apalagi seorang wanita yang mudah jatuh cinta daripada lelaki, dan lebih mengutamakan perasaan daripada logika.
Dalam perihal cinta, mencintai dan dicintai itu berbeda. Saat kita dicintai, kita tidak perlu repot-repot mengontrol rasa cinta kita. Namun sebaliknya, saat kita mencintai kita harus bisa mengontrol rasa cinta itu dan memadamkan rasa ingin memiliki kepada seseorang yang kita cintai. Karena, cinta bukanlah hal memiliki, namun cinta adalah rela berkorban untuk seseorang yang kita cintai.
Oleh Zulfa Naurah Nadzifah - Universitas Negeri Semarang
Terlahir sebagai seorang perempuan dengan nikmat besar bernama islam, tentulah membuat kita “seharusnya” menjadi makhluk yang bersyukur. Kata muslimah kemudian menjadi nama khusus bagi para perempuan yang menggenggam iman islam, berusaha menjalankan seluruh perintahNYA, dan menjauhi laranganNYA. Betapa mulianya kita dengan seluruh keistimewaan yang islam ajarkan, sampaikan, bahkan contohkan. Lantas, sudah sejauh mana langkah kita mengabdikan diri sebagai seorang “muslimah”?
Zaman terus berubah, kelahiran kita mungkin berbeda dengan muslimah-muslimah zaman dulu. Kita lahir di dunia yang cepat sekali berubah sekaligus lengkap nan modern. Dalam dimensi ini, perempuan yang memeluk erat iman islam bisa dengan mudah terfasilitasi dan mencapai cita-citanya untuk menjadi apa saja. Peran dan suaranya semakin menentukan baik buruknya situasi. Dalam beberapa kisah sejumlah nama muslimah akan kita temui karena perannya yang besar. “Tiang peradaban” katanya, dimana pendidikan pertama bagi anak-anak seharusnya dimulai, jendela bagi setiap anak untuk melihat apa saja, dan ensiklopedia bagi setiap tanya di kepala mereka. Untuk kita para muslimah, sudah berapa jauh kita menyiapkan peradaban?
Oleh Sri Mukhlisoh - UNNES
Berdzikir dan Berpikir sebagai jalan strategis untuk senantiasa memperbaiki diri agar bisa dijadikan teladan. Tujuan utamanya yaitu meneruskan misi kenabian yaitu menyempurnakan akhlak dengan memberikan teladan yang baik. Bukankah jalan dakwah paling strategis adalah melalui teladan? apa lagi posisi kita sebagai wanita yang lekat dengan kesan menenangkan dan menyenangkan maka berdzikir dan perpikir adalah hal yang patut untuk kita usahakan sebagai bekal untuk memantik perbaikan diridan mencerahkan peradaban.
Oleh Nur Azisyah Firliana - MAN I Banyumas
Muliakan dirimu karena fitrahnya wanita memang makhluk yang dimuliakan, jangan murahkan dirimu hanya untuk sebait pujian murahan yang keluar dari mulut lelaki ajnabi.
Oleh Serlina Nur Alfianti - Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta
Berbicara tentang muslimah, memang ga ada habisnya ya sholihah. Bahkan Allah telah mengabadikan satu surat di dalam Al-Qur'an yg khusus membahas tentang perempuan loh. Maa syaa Allah Kita sebagai muslimah dapat belajar kepada sosok perempuan yg sangat mulia nan sholihah ini, perempuan yang pertama kali berhasil menginjak negri mekkah, perempuan yang rela berjuang sepenuh hati demi meraih cinta abadi dari sang ilahi. Karena untuk meraih sesuatu yg indah, tidak akan diperoleh dengan jalan yang mudah. Termasuk untuk meraih cinta nya Allah, pasti butuh banyak pengorbanan. layaknya bunga edelweis yg mengandung filosofi bahwa cinta sejati selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.
Hayo siapa disini yg penasaran ? 'siapa ya perempuan yang dimaksud dalam cerita ini?' Yuk kita sama-sama dengarkan podcast “Meraih Cinta Abadi Sang Ilahi”
Semoga kita semua bisa sama sama meraih cintanya Allah ya. Aamiin
Selamat mendengarkan, semoga bermanfaat
Oleh Sansan Arini Rahmawati - Universitas Lampung
Dear pengembara kehidupan..
Dunia adalah perjalanan menuju pulang kepada Allah yang akan kita lewati dalam deretan garis waktu dalam perjalanan yang panjang. Bekal yang baik dalam menempuh perjalanan adalah sahabat. Perahu untuk berlayar melewati samudera kehidupan. Payung untuk berteduh dari panas dan hujan.
Ingatlah ! cepat atau lambat kita akan pulang kepada Allah. Allah adalah sebaik-baiknya rumah untuk kembali. Perjalanan Taubat adalah perjalanan menuju pulang kepada Allah.
Bersemangatlah menuju tempat kita pulang dan bawalah oleh-oleh terbaik :)
Dengan kecantikan Akhlak yang kita perlihatkan wahai pejuang sholihah.
Be The Best Just For Allah
Oleh Risa Khoerunnisa - UIN SGD Bandung
Life is choice
Hidup sia-sia karena diperbudak dunia atau
Hidup untuk menjadi hamba yang bermanfaat bagi sesama?
Wahai muslimah
Melihat zaman yang sudah berganti
Catat dan evaluasi, apa saja yang sudah kau korbankan untuk agama ini?
Apa impian terbesar mu untuk islam?
Apa rencanamu kedepan?
Ini PR besar kita muslimah, sebagai pemegang peran besar dalam peradaban.
Oleh Rezki Riantira - IAIN Parepare
Ketika ingin dipandang orang seperti apa kita, itu tergantung bagaimana kita dihadapan publik/orang lain. Maka dengan itu kita terutama wanita, haruslah membangun akhlak yang baik, dengan memiliki cinta, kasih sayang. dan tutur kata yang lemah lembut, dimana nantinya akan menciptakan sebuah pandangan seseorang mengenai keistimewaan yang terdapat di dalam diri seorang wanita. We are special and will be special as we spread and become that good thing.
Oleh Rahma Ardhiana Trinandini - PKN STAN
Assalamualaikum, teman-teman pernah dengar tidak kisah perempuan pemberani di zaman Rasulullah? Perempuan ini terkenal akan keberaniannya di medan perang, loh! MasyaaAllah, betapa luar biasanya. Lalu apa yang dapat kita teladani dari kisah beliau?
Bismillah, yuk cerita bareng! ^^
Oleh Rafi Andyah - Poltekkes Kemenkes Semarang
Wanita muslimah ialah sebaik-baiknya perhiasan. Lantas, bagaimana cara kita menjadi sebaik-baiknya perhiasan yang mulia? Tadabbur cinta. Era digitalisasi tanpa sengaja meracuni tontonan yang seharusnya tidak dilakukan oleh wanita. Tak jarang mayoritas dari kita mulai tergoda untuk mengikuti trend dan nafsunya. Menggunakan perasaannya untuk disia-siakan olek lelaki yang belum pantas untuknya.
Tadabbur cinta mengajarkan kita untuk merenungi, menghayati secara mendalam maksud dan tujuan cinta seacara spesifik. Dengan begitu, wanita tidak akan mudah terperosok pada hawa nafsu. Begitu banyak kita lihat permasalahan wanita mulai dari pernikahan hingga perceraian. Lalu, bagaimana semestinya kita bertindak? Apakah perasaan ini nyata? Apakah aku justru menjauh dari Sang Pencipta? Maka, bertadabburlah.
From the publisher's feed