
Sign up to save your podcasts
Or


Oleh Putri Komala Sari - UMS
Assalamualaikum shalihah!
Di podcast ini kita bakal kulik mengenai polemik kehidupan kampus juga dakwah. Gimana sih itu? Atau mungkin… kalian ada yang ngalamin hal yang sama, hehe. Dalam mengarungi kehidupan ini ya shalihah, pasti kita pernah berjumpa sama yang namanya “iri”. Kadang nih, bukan berarti gak bersyukur atau gimana, tapi pernah gak sih ngerasa kaya pengin gituuu kaya mereka… hihihi. Nah di podcast berdurasi 6 menit 58 detik ini mungkin bisa jadi sahabat kamu shalihah, siapa tau kita punya obrolan yang sama.
Polemik dalam berdakwah memang asyik buat dibahas, kerikil kerikil manis sebagai bumbu di jalan kebenaran menjadi sunnatullah agar dakwah yang kita bawa juga ada kenangannya… cie elah kenangan, hehehe. Oh ya shalihah, disini juga kita bahas mengenai tipsnya loh.. wah penasaran ga tuh? Yuk langsung dengerin aja podcastku!!
Oleh Nur Zaytun Hasanah - Universitas Islam Indonesia
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari).
Allah berfirman di dalam QS. Ali-Imran ayat 110 yang berbunyi: “kuntum khairu ummat ukhrijat linnas ta’muruna bil ma’ruf wa tan hauna ‘anil mungkar wa tu’minuuna billah wa law aamana ahlul kitabi, lakaana khairallahum minhumul mu’minuuna wa aktsaruhumul faasiquun”.
Highlight dari ayat ini adalah kuntum khairu ummat ukhrijat linnas ta’muruna bil ma’ruf wa tan hauna ‘anil mungkar. Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.”
Oleh Nur Wiji Lestari - Universitas Indonesia
Wanita itu layaknya bunga edelwis yakni sama-sama kuat. Di zaman sekarang, wanita memiliki tantangan tersendiri. Baik itu dalam hal berpakaian maupun bertingkah laku. Tidak jarang syaitan menggoda iman wanita agar terjerumus ke dalam lubang jebakan yang dibuatnya. Podcast ini cocok untuk didengarkan karena ringan dan sesuai untuk problematika masa kini.
Hai kamu wanita kuat, hai kamu wanita tangguh. Sedikit perspektif tentang wanita dalam Podcast ini semoga bisa bermanfaat untukmu ya. Selamat mendengarkan.
Oleh Najma Alayka Salma - PTDI-STTD
Sebagai Muslimah sudah menjadi kewajiban kita menjadi pribadi yang kuat menghadapi segala cobaan dan tantangan. Menjadi Muslimah kuat bukan berarti menjadi “liar” apalagi memiliki sifat membangkang. Sebagai mulimah yang baik wajib hukumnya memiliki sifat malu-malu dan lemah-lembut. Seperti yang telah dicontohkan Siti Khadijah dan Siti Aisyah, panutan Muslimah yang kuat, mandiri, dan lemah lembut. Keduanya adalah sosok Wanita muslim yang bisa memaksimalkan potensi dan kemampuannya demi kemaslahatan umat tanpa melalaikan tugas dan kodrat sebagai ibu dan istri shalihah.
Oleh Muslika Anindya Putri- PKN STAN
Ternyata tema EDELWEIS ini bukan sembarangan singkatan bahasa inggris yang sweet. Tapi lebih dalam makna dari keterkaitan seorang muslimah dengan fakta-fakta yang dimiliki bunga edelweis. Fakta itu dibahas di podcast berjudul antara muslimah dan edelweis. Ini dia fakta menarik bunga EDELWEIS yang relate banget sama Muslimah. Kesemua fakta sangat mencengangkan. So chek itu out in my podcast.
Oleh Munifah Zuhra Almasah - Polstat STIS
Muslimah yang baik adalah mereka yang tetap istikamah dalam bertakwa, kapan pun waktunya, dan dimana pun tempatnya. Mereka tidak hanya melakukan ketakwaan tersebut seorang diri tetapi juga mengajak keluarga atau teman-temannya untuk selalu melangkah di jalan Allah. Muslimah yang baik juga selalu merangkul saudara seimannya agar bisa bersama-sama mendapatkan surga yang didamba.
Kondisi pandemi Covid-19 ini bukan menjadi penghalang bagi para muslimah untuk terus melakukan kebaikan. Sesuai dengan pepatah, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Maka sebagai muslimah, kita tidak boleh menjadikan pandemi ini sebagai alasan untuk berhenti menjalankan ketaatan dan menyebarkan nilai-nilai agama Islam.
Oleh Melani Dwi Yanti - Polbangtan Bogor
Aku bukanlah orang yang fasih ilmu agama, bukan pula orang yang selalu taat dengan aturan-aturan agama. aku layaknya seorang perempuan normal yang juga tertarik dengan seorang pria, namun aku hanya ingin menjaga untuk yang terjaga. Layaknya bunga edelweishh bunga cantik nan indah yang hanya tumbuh pada ketinggian 1800- 3000 mdpl dan tidak tumbuh di sembarang tempat. Sehingga tidak mudah untuk di petik dan di miliki, bahkan untuk sekadar melihatnya pun harus mampu mencapai puncak ketinggian dan mendaki gunung terlebih dahulu. Aku ingin menjadi wanita edelweishh, wanita langka yang tidak dapat di temukan di mana wanita umum lainnya di temukan. Wanita yang tak tersentuh kecuali oleh seseorang yang sudah tertulis di lauhul mahfudz.
Aku tidak ingin sedikitpun Neraka menyentuh Ayah dan Ibuku karena kesalahanku jika aku mendekati maksiat, sudah cukup mereka menanggung beban hidupku ketika hidup didunia dan sekarang apakah aku juga akan menyusahkan mereka ketika diakhirat kelak?. Aku ingin menjadi wanita Edelweiss, bunga cantik nan putih. Layaknya seorang wanita, aku ingin menjadi wanita berwarna putih, Wanita yang mampu menjaga kesucian dan kehormatan bagi dirinya dan keluarganya. Aku tidak risau dengan jodoh, karena jodoh seperti huruf " Alif, Lam, dan Mim " dalam Al-Qur'an yang maknanya hanya Allah Swt yang tahu. Jodoh murni rahasia Tuhan yang tersimpan rapat melebih rapatnya penyimpanan soal UN.
Oleh Mawaliatul Khasanah - Universitas Trunojoyo
Pensyi'aran agama Allah SWT dapat dilakukan oleh semua hamba Allah di dunia, tak terkecuali oleh para Muslimah Indonesia. Berbekal kepemilikan akhlak yang terpuji dan kasih sayang yang sepenuh hati disertai teknik dan strategi yang mumpuni dapat merangkul para pendengarnya untuk melakukan hal baik meskipun dalam situasi pandemi.
Tunggu apa lagi, yuk dengarkan podcast ini dan jadilah muslimah yang cerdas berdakwah, dan taat dalam beribadah :)
Oleh Luthfi Laksita Romadhona - UNY
Assalamualaikum teman-teman. Selamat datang di Andayani Podcast. Kali ini aku akan membahas topik yang sangat menarik, yaitu mengenai Manisnya Keimanan Wanita Muslimah dengan Cinta dan Kelembutan. Seperti yang kita ketahui bahwa cinta dan kelembutan hati saling berkaitan satu sama lain. Sebagai wanita muslimah sudah seharusnya kita memberikan cinta kasih dan kelembutan hati kepada Allah SWT dan juga kepada sesama manusia. Aku juga akan menyampaikan beberapa cara untuk membuktikan rasa cinta kita kepada Allah dan juga tips menjadi wanita muslimah yang lemah lembut.
Pasti penasaran kan? Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, dengerin podcastnya hingga selesai yaa..... Love your God with all your heart and with all your soul. Penuhkan cintamu pada Allah, maka Allah akan mencintaimu.
Oleh Layin Qorin Anisyah - Universitas Brawijaya
Dear Sisterlillah, apakah kita telah meneladani akhlakul karimah dari banyak sosok panutan muslim terdahulu? Sayyidatinaa Khadijah dengan kesabarannya, Sayyidatinaa Fathimah dengan akhlakul karimah nya hingga Sayyidatina 'Aisyah dengan kecerdasannya.
Dear Sisterlillah, apakah kita akan berhenti meneruskan perjuangan beliau? Apakah kita akan meneladani semangat beliau semua dalam berdakwah? Apakah kita mau melangkah dan berjuang menjadi penerus beliau? Lalu bagaimanakah cara kita dapat meneruskan perjuangan beliau?
Mari simak baik-baik semua akhlakul Qur'an dari Muslimah di zaman sebelum dan sesudah hadirnya Rasulullah. Beliau semualah yang menjadi teladan serta panutan kita untuk menjadi the next role model modern Muslimah. Happy Listening, Sisterlillah!
From the publisher's feed