Nandsy Podcast

Nandsy Podcast

By Nanda Sri Wahyuni PulunganArts
Download on the App Store

Nandsy Podcast episodes

  • 30. Kesetiaan (Baca Cerpen)
    Kesetiaan adalah salah satu cerpen karya Didik Komaidi. Dan ini adalah salah satu cerpen favorit saya dan pertama kalinya saya bacakan di podcast ini. Mohon kritikan dan sarannya. Selamat mendengarkan teman-temanku. 
    Jangan lupa dukung terus podcast ini dengan cara dengarkan, follow dan share ke yang lain ya. Terimakasih.
    20 min
  • 29. Masa Depan kita adalah Kematian

    Manusia seperti gunung berapi. Yang bisa meledak sewaktu-waktu.



    Yang saya bacakan adalah karya saya sendiri. Untuk membacanya bisa mengunjungi blog saya https://nandsy.com/sastra/opini/gunung-berapi/

    Terimakasih banyak.

    12 min
  • 27. Ada yang Mendadak Hilang

    Puisi by Nanda Sri Wahyuni 

    Ada yang mendadak hilang, baru saja pagi sudah tiba-tiba petang.

    Kemudian berganti menjadi malam berselimut kelam.

    Jalanan mengombak tanpa bunyi. Pepohonan diam tanpa ekspresi.
    Sementara aku berbisik, rindu ini kian berisik.
    Ada yang masih berusaha keras abadi.

    Ya, aku.

    Mengapa aku masih juga berharap sementara kamu sudah semakin gelap?

    Mengapa aku tak sempat untuk bertanya?

    Mengapa aku tak sempat untuk kecewa dan menyesalinya?

    Mengapa semua ini seolah sia-sia?

    Begitu kosong waktu bertahun-tahun yang sudah kita lewati.

    Masih adakah cahaya diantara gelap menujumu?

    Masih adakah bunga lambang cinta yang ku tanam dihatimu?

    Alangkah angkuhnya langit yang tak memperbolehkan matahari bersinar lagi.

    Biar kujelaskan dulu, bukannya aku tak sayang padamu.

    Kemarin, hujan turun tak jemu.

    Aku memilih kaku meratapi hujan sepanjang hari, sendiri, dan membiarkan semua nya sepi. Hingga aku tak sadar, di ujung sana kau menantiku tak peduli aku harus menerjang hujan atau badai yang penting aku segera datang di hadapanmu.

    Ya, kita saling mementingkan perasaan sendiri.

    Aku dengan persepsiku, bahwa menepi adalah cara terbaik menenangkan diri.

    Kamu dengan persepsimu, bahwa aku sudah tak mengingatmu lagi karena aku senyap tiba-tiba tak mengabari.

    Awalnya, aku kira, kamu mengerti aku. Dan aku mengerti kamu.

    Ternyata tidak. Ku pikir, jeda itu perlu untuk memaknai arti hari-hari yang telah kita lalui. Ternyata bagimu, tidak perlu juga.

    Hmm, aku tersesat diantara bayang-bayangmu. Hatiku risau.

    Kau sudah berbunga lagi sebelum musim menanggalkan daun-daun.

    Kau sudah tersenyum lagi sebelum airmataku kering.

    Kau sudah menata mimpi-mimpi lagi bersama orang lain sebelum mimpi-mimpi kita yang dulu ku sembunyikan.

    Semua seperti mimpi.

    Kau meninggalkanku dengan desak.

    Dan aku masih tegak, tergagap gugup tak kuasa menahanmu untuk tetap bertahan bersamaku.


    Kunjungi blog saya : nandsy.com

    5 min
  • 26. Rumah
    //Rumah//
    Sepi kerap menjadi teman.
    Terbiasa berbincang dalam kesendirian.
    Kursi di depanku terdiam dan aku kesepian.
    Terkadang dia menertawakan kebingunganku.
    .
    .
    Kemana tempatku pulang?
    Memanjakan diri barang sebentar.
    Tidur dipangkuanmu melepaskan lelah hingga memudar. Tergantikan mimpi yang berkobar.
    Kutahu, seharusnya kesunyian harus dirayakan dengan mewah.
    Seperti orang-orang lalu lalang, tertawa dan bahagia bersama rumahnya.
    Dan aku?
    Aku masih disini.
    Menunggu jawaban.
    Dimana rumahku kan berpulang?
    Teman, berikanku jawaban.
    Jangan menatapku kasihan.
    -Nandsy-
    2 min

About Nandsy Podcast

From the publisher's feed

Hidup adalah sekotak kado rahasia yang tak perlu tergesa-gesa kita buka.