Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Pengaruh Kebiasaan dalam Kehidupan

    Pengaruh Kebiasaan dalam Kehidupan

    Oleh. Erdiya Indrarini
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Sahabat, tahukah kamu betapa kebiasaan kita sehari-hari sangat berpengaruh dalam kehidupan kita di masa mendatang? Tak hanya berpengaruh dalam kesuksesan lo. Tapi juga dalam perekonomian, kesehatan, kesejahteraan, kebahagiaan, bahkan pada keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat kelak. 

    Ada banyak aktivitas tak berguna yang tanpa kita sadari telah menjadi kebiasaan. Kebiasaan inilah yang juga tanpa kita sadari, perlahan menghambat kemajuan. Hal ini karena kebiasaan yang tidak berguna akan melumpuhkan daya pikir, juga memorak-porandakan kedisiplinan kita. Jika sudah begitu, seseorang akan kesusahan dalam menyelesaikan tugas-tugas maupun kewajibannya. Walhasil, ia akan sulit pula mencapai tujuan yang telah dicita-citakan. 

    Siapa pun kita, seberapa pun banyaknya titel akademik, atau sesering apa pun mengikuti kajian dan berbagai seminar, ketika kita enggan mengamalkannya atau tidak berbuat apa-apa, maka hanya akan mendapat kesuksesan yang mustahil, serta penyesalan di masa depan. Titel akademik itu penting, Sahabat. Mengikuti seminar-seminar juga penting. Tetapi melakukan apa-apa yang kita ketahui, itu jauh lebih penting. 


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/challenge-np/08/2023/pengaruh-kebiasaan-dalam-kehidupan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Bersatu Membebaskan Palestina

    Bersatu Membebaskan Palestina

    Oleh. Muthiah Al Fath
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    Penjajahan terhadap Palestina merupakan masalah yang paling sulit dalam sejarah konstelasi perpolitikan internasional. Palestina sebagai pemilik tanah, namun paling lama dan paling banyak mengalami penindasan oleh entitas Yahudi Zionis. Israel terus menganeksasi Palestina di tengah kelemahan dan ketidakberdayaan mereka. Saat yang sama, dunia internasional seolah mengamini berdirinya negara Israel di tengah lumuran darah warga Palestina.

    Pasukan Israel datang menyerbu dan memicu pertempuran dengan penduduk di Tulkarem, Tepi Barat. Selama penyerbuan tersebut, pasukan Israel menembakkan gas air mata dan menembak beberapa atap rumah warga. Serangan tersebut menewaskan seorang remaja Palestina berusia 19 tahun. Setelah sebelumnya, pasukan Israel menembak remaja bernama Mahmoud Abu Sa’an yang berusia 18 tahun. Menurut saksi mata, tentara Israel menembak kepala remaja tersebut dari jarak dekat saat melakukan penyerbuan di kamp pengungsi Nur Shams, Tulkarem. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, antara Januari hingga Juli 2023, jumlah warga Palestina yang dibunuh tentara Israel lebih dari 200 orang dan 37 dari mereka adalah anak-anak. (Aljazeera.com, 4/8/2023)

    Ini membuktikan bahwa warga Palestina masih merasakan kekejaman serta diskriminasi dari pihak Israel. Konflik yang dimulai sejak akhir abad ke-19 tersebut membuat warga Palestina sudah sangat “akrab” dengan penderitaan dan hidup berteman maut. Menurut data dari B’tselem dan Kementerian Luar Negeri Israel, jumlah korban sipil Palestina dalam kurun waktu antara 1987 hingga 2011 sebanyak 7.978 jiwa, sedangkan dari pihak Israel berjumlah 1.503 jiwa. Adapun menurut data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), total penduduk Palestina yang tewas sejak 2008 hingga awal April 2022 sebanyak 6.014 jiwa.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/challenge-np/08/2023/bersatu-membebaskan-palestina/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    20 min
  • Bonus Demografi dan Ancaman Depopulasi

    Bonus Demografi dan Ancaman Depopulasi

    Oleh. Erdiya Indrarini
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Indonesia tengah mendapat sebuah karunia bonus demografi. Di mana penduduknya didominasi usia produktif. Namun, apakah kesempatan emas ini mampu mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan mulia dalam peradaban? Atau justru menjadi bencana di masa mendatang?

    Presiden Joko Widodo yang dikenal dengan sebutan Jokowi, mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi di tahun 2030. Di mana, 68,3% penduduknya adalah usia produktif. Jokowi sangat optimis, bonus demografi ini akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk naik level menjadi negara maju. Hal itu ia sampaikan pada puncak acara LPDP Festival 2023, Kamis (3/8/2023) di Kota Kasablanka, Jakarta. Untuk itu, Jokowi berusaha menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari generasi mudanya. Salah satunya dengan memfasilitasi beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tujuannya agar para lulusannya bisa disalurkan sesuai kebutuhan dan visi negara, seperti pada bidang metalogi, ev baterai, maupun bidang mobil listrik. (cnbcindonesia.com, 3/8/2023)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/challenge-np/09/2023/bonus-demografi-dan-ancaman-depopulasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Bonus Demografi di Tengah Konstelasi Internasional: Ancaman Hegemoni Global?

    Bonus Demografi di Tengah Konstelasi Internasional: Ancaman Hegemoni Global?

    Oleh. Sherly Agustina, M.Ag.
    (Kontributor NarasiPost.Com dan Penulis)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Bonus demografi akan menerpa Indonesia, bagi pemerintah apakah ini sebuah berkah atau musibah? Namun, bagi para kesatria dakwah, bonus demografi harus dijadikan sebagai peluang dan harapan membumikan opini penegakan syariat yang membawa rahmat ke seluruh penjuru dunia. Bagi Barat, apabila bonus demografi 'duet maut' dengan semakin derasnya arus opini penegakan syariat apakah menjadi ancaman hegemoni mereka?

    Di tahun 2030, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Sebanyak 68,3 persen penduduk Indonesia berusia produktif. Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa ini bisa menjadi peluang dan beban bahkan bisa menjadi sebuah bencana apabila tidak bisa mengelolanya dengan baik. (CNBCIndonesia.com, 03-08-2023)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/challenge-np/08/2023/bonus-demografi-di-tengah-konstelasi-internasional-ancaman-hegemoni-global/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

     

    15 min
  • Hipokrisi Kesejahteraan, Pajak Berbuah Penderitaan

    Hipokrisi Kesejahteraan, Pajak Berbuah Penderitaan

    Oleh. Afiyah Rasyad
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-"Orang bijak taat bayar pajak." Slogan manis yang digaungkan oleh lembaga pajak negeri ini berhasil menghipnotis rakyat. Tak dimungkiri, pajak seakan menjadi urat nadi pembangunan negeri. Slogan tersebut seakan memberikan motivasi untuk taat membayar pajak. Selain itu, slogan tersebut juga seakan memberikan apresiasi bagi rakyat yang taat bayar pajak dengan predikat "bijak".

    "Gemah ripah loh jenawi, toto tentrem kerto raharjo." Semboyan ini juga begitu melekat dengan kehidupan penduduk negeri Zamrud Khatulistiwa. Tidak ada yang keliru dengan semboyan tersebut karena memang negeri ini begitu kaya akan sumber daya alam, baik di daratan, lautan, bahkan di dalam perut bumi. SDA ini merupakan nikmat yang patut disyukuri sebagai rahmat dan karunia dari Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi Rezeki.

    Namun sayang berjuta sayang, meski negeri ini kaya akan sumber daya alam, Indonesia sedang berhadap-hadapan dengan masalah besar yang tak kunjung selesai, yakni kemiskinan yang menanggalkan kesejahteraan. Hal itu diperparah dengan cara pandang para pemangku kebijakan yang terkesan tidak serius dalam mengatasi kemiskinan. Belum lagi, saat rakyat miskin harus taat membayar pajak, rasa peduli seakan menghilang ditelan bumi, seakan pergi entah ke mana.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/08/2023/hipokrisi-kesejahteraan-pajak-berbuah-penderitaan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Dosen Kematian

    Dosen Kematian

    Oleh. Andrea Aussie
    (Pemred NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana & Yeni M

     NarasiPost.Com-Udara terasa dingin mencekam seolah ingin menusuk tulang-tulang tubuhku melalui rongga pori-pori kulitku. Suara detak sepatuku bagaikan irama simfoni memecah sunyinya malam saat kutelusuri koridor gedung laboratorium anatomi. Dan langkahku terhenti tepat di depan pintu ruangan itu.

    Kurapikan seragam dinasku. Kuatur letak maskerku dan kaca mataku. Sambil menahan napas kucoba membuka pintu kamar itu.

    Kusapa Renita yang sedang mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Aku meyakini di balik maskernya terulas senyum ikhlas seperti pancaran bola matanya.

    Di depan kami terbujur kaku seorang mayat yang hanya ditutupi sehelai kain putih dari atas kepala hingga ke ujung kakinya. Darahku berdesir saat kubuka kain penutup kepalanya. Wajah dan kepala yang remuk akibat benturan keras. Memyisakan warna hitam dari aliran darah yang membeku serta guratan wajah keras yang tak beraturan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/story/07/2023/dosen-kematian/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Nikmat Iman dan Islam yang Terlupakan

    Nikmat Iman dan Islam yang Terlupakan

    Oleh. Nining Sarimanah
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Bersyukur ketika mendapat kebahagiaan dunia berupa materi merupakan hal biasa kita lakukan. Entah dengan mengucapkan kalimat tayibah yaitu hamdalah atau diwujudkan dengan menyelenggarakan acara syukuran bersama keluarga, tetangga, maupun anak yatim. Namun, pernahkah kita bersyukur atas nikmat iman dan Islam? Sepertinya, rasa mensyukuri nikmat iman dan Islam ini, pada sebagian dari kita tak sedahsyat getarannya dalam jiwa dibandingkan dengan mendapat berkah keberhasilan meraih harta, jabatan, lulus kuliah, atau bahkan lolos dari bencana yang mengerikan.

    Padahal, sungguh adanya nikmat iman dan Islam ini, merupakan nikmat yang paling agung. Nikmat ini, berada di atas nikmat-nikmat yang hanya sekadar harta, kedudukan, maupun kesenangan materi lainya. Kesenangan dunia, Allah berikan kepada siapa saja, baik muslim maupun kafir. Namun, nikmat iman hanya diberikan kepada hamba yang dipilih Allah. Karenanya, kita patut bersyukur tiada henti.

    Sungguh lalai, apabila kita lupa mensyukuri nikmat iman dan Islam yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Karena, ini adalah nikmat yang sangat besar yang harus disyukuri melebihi syukur kita, ketika diberi hal-hal dunia. Di samping itu, Allah telah mewasiatkan kepada kita agar jangan sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragam Islam.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/challenge-np/07/2023/nikmat-iman-dan-islam-yang-terlupakan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    18 min
  • Dunia Harap-harap Cemas, India Larang Ekspor Beras

    Dunia Harap-harap Cemas, India Larang Ekspor Beras

    Oleh. Haifa Eimaan
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Pemerintah India pada hari Kamis 20 Juli 2023 memerintahkan penghentian ekspor beras nonbasmati. Dikutip dari cnbcindonesia.com (21/7/2023), beras putih nonbasmati menyumbang sekitar 25% ekspor beras India ke seluruh dunia. Tujuan pemerintah India menghentikan keran ekspor adalah untuk mengurangi harga domestik sehingga inflasi dapat ditekan. Untuk diketahui, beberapa pekan ini harga beras di India naik ke level tertinggi selama beberapa tahun terakhir. Faktor cuaca yang tidak menentu telah mengancam jumlah produksi.

    Keputusan pemerintah India untuk menyetop ekspor beras putih nonbasmati ini tentu saja mengguncang pasar dunia. Krisis pasokan pangan makin mendekati kenyataan seiring dengan harga yang terus melambung. India merupakan produsen beras terbesar kedua setelah Cina. Nilai ekspor berasnya baik basmati maupun nonbasmati sebesar 40% dari ekspor beras dunia, penutupan keran ekspor ini pasti berdampak signifikan. Berikut ini beberapa alasan kekhawatiran dunia ketika India menutup keran ekspor beras.

    Pertama, pasokan beras global akan mengalami penurunan berarti. Negara-negara yang selama ini mengimpor dari India pasti akan merasakan langsung dampaknya.

    Kedua, ketika ketersediaan beras di pasar global akan menurun, harga beras global akan terdorong naik.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/07/2023/dunia-harap-harap-cemas-india-larang-ekspor-beras/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Bekasi Undercover, Sisi Gelap Perkotaan Akibat Kapitalisme

    Bekasi Undercover, Sisi Gelap Perkotaan Akibat Kapitalisme

    Oleh. Hanum Hanindita S.Si.
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Bekasi merupakan kota satelit atau kota penyangga bagi ibu kota. Salah satu karakteristik kota penyangga adalah menjadi tempat komunitas kaum urban bermukim. Kaum urban ini biasanya bekerja di ibu kota. Dengan karakteristiknya yang demikian, proyek-proyek perumahan dan kota-kota buatan menjamur tak terkendali sebagai jawaban akan kebutuhan pemukiman dan tempat hidup komunitas urban ini. Di sisi lain, hal ini juga menuntut pembangunan fisik yang begitu cepat seperti jalan tol, proyek kereta cepat, MRT, mal, tempat hiburan, tempat rekreasi, rumah sakit, dan lain sebagainya.

    Hal ini pun akhirnya  menjelma menjadi surga tersendiri bagi para kapitalis, pengembang, pebisnis hiburan, dan lain-lain. Mereka memanfaatkan kesempatan ini sebagai area hisapan bagi pundi-pundi cuan mereka. Dari sinilah muncul pembangunan kota secara besar-besaran. Akibat dari pembangunan masif ini lahirlah dark spot (sisi gelap) di perkotaan seperti prostitusi, dunia malam, LGBT, perjudian, narkoba, dan lain sebagainya. Mengapa bisa demikian?

    Saat ini dunia tengah dikuasai sekularisme kapitalisme. Apa pun yang menjadi landasan suatu aktivitas adalah materi. Pembangunan pun tak luput dari hal ini. Pembangunan di perkotaan yang dilandasi kedua asas ini membuat kepentingan para pemilik modal mengendalikan segala aspek dalam kehidupan perkotaan. Aspek-aspek dalam kehidupan yang dimaksud  misalnya standar kebahagiaan, standar halal haram, baik buruk, aspek keamanan, perlindungan terhadap kehormatan perempuan dan lain sebagainya. Semuanya hanyalah diukur dari sudut pandang sekularisme kapitalisme.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/08/2023/bekasi-undercover-sisi-gelap-perkotaan-akibat-kapitalisme/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Garam Masala, Kunci Rahasia Sedapnya Masakan India

    Garam Masala, Kunci Rahasia Sedapnya Masakan India

    Oleh. Haifa Eimaan
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Bila menyaksikan tayangan YouTube dari Vrindavan atau kanal-kanal masak-memasak berbagai kuliner India di YouTube, tentu tidak asing dengan garam masala. Ya, penyedap masakan ini sangat populer di Tanah Hindustan. Saking populernya dan keberadaannya sangat dibutuhkan untuk menyedapkan berbagai jenis masakan, garam masala dijual rentengan di toko-toko India. Keberadaannya ini sejenis dengan aneka kaldu bubuk dan bumbu masak instan di Indonesia. Garam masala hadir dalam kemasan kecil bumbu kari, nasi goreng, ayam goreng, samosa, dan beragam bumbu racik lainnya. Sangat menarik bukan?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/food/07/2023/garam-masala-kunci-rahasia-sedapnya-masakan-india/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com