Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Keadilan Islam dalam Perkara Warisan

    Keadilan Islam dalam Perkara Warisan

    Oleh. Mariyah Zawawi
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Sejak diterapkannya sekularisme dalam dunia pendidikan, kaum muslimin semakin jauh dari Islam. Hal itu terjadi karena minimnya materi pelajaran yang mengajarkan tsaqafah Islam. Akibatnya, banyak hukum syarak yang tidak dipahami, salah satunya adalah hukum waris.

    Sebagian besar masyarakat kemudian membagi warisan tanpa memperhatikan hukum syarak. Mereka menyamakan bagian untuk laki-laki dengan perempuan. Mereka berpikir bahwa model pembagian yang seperti itu dianggap sebagai bentuk keadilan. Namun, benarkah demikian?

    Warisan Sebagai Sebab Kepemilikan

    Jauh sebelum kaum muslimin berada dalam kondisi seperti saat ini, Rasulullah saw. telah mengingatkan masalah ini melalui hadis Ibnu Majah. Di dalam hadis ini, Beliau saw. bersabda, "Pelajarilah ilmu faraid dan ajarkanlah kepada manusia. Sesungguhnya ilmu faraid merupakan sebagian dari semua ilmu dan banyak dilupakan. Ilmu faraid juga merupakan hal yang pertama dicabut dari umatku."


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/syiar/07/2023/keadilan-islam-dalam-perkara-warisan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Aborsi Marak, Sistem Liberalisme Biang Kerok!

    Aborsi Marak, Sistem Liberalisme Biang Kerok!

    Oleh. Nining Sarimanah
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Kehadiran anak merupakan harapan bagi pasangan suami istri. Ia adalah anugerah luar biasa yang diberikan Allah dan harus disyukuri. Sayangnya, kehadiran anak justru menjadi "bencana" bagi mereka yang tidak mengharapkannya karena hamil di luar nikah.

    Sungguh malangnya nasib janin-janin tidak berdosa yang harus meregang nyawa dengan cara dipaksa keluar dengan alat vakum yang menyakitkan. Aborsi itulah yang dilakukan oleh sebagian perempuan untuk menggugurkan janin yang ada di kandungannya. Maraknya aborsi seakan persoalan tersebut tidak akan pernah tuntas. Lalu, apa penyebab aborsi tersebut masih marak? Bagaimana solusi untuk menghentikan praktik tersebut?

    Praktik aborsi kembali terjadi. Sebuah rumah kontrakan yang digunakan sebagai tempat klinik aborsi ilegal di Kemayoran digrebek Polres Metro Jakarta Pusat, pada Rabu (28/6). Aktivitas ilegal itu diketahui dari laporan warga yang merasa curiga terhadap aktivitas penghuni baru tersebut. Aktivitas klinik tersebut sangat tertutup. Mobilisasi yang ada hanya mobil yang datang dan pergi dengan beberapa orang wanita.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/07/2023/aborsi-marak-sistem-liberalisme-biang-kerok/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Di Ufuk Senja

    Di Ufuk Senja

    Oleh. Andrea Aussie
    (Pemred NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Dering iPhone membangunkanku dari lelapnya tidurku. Kutengok arah jarum jam menunjukkan angka 12.10 am. Hmm.. sudah 1,5 jam aku tertidur pulas. Memaksa tubuhku agar beristirahat sejenak.

    Ada senyum mengembang dari bibirku saat kubaca message dari putriku. Untaian kata-kata indah nan dewasa mampu menitikkan tetesan bening di mataku.

    “Barakallahu fiik Mommy🤍🥳
    Panjang umur sehat selalu. Semoga Allah lancarkan dan kabulkan semua hajat Mommy. Aamiin ya Rabb..
    Love you, Mommy !”

    Dua puluh lima Juni adalah tanggal dan bulan yang sangat istimewa dalam hidupku. Tanggal dan bulan saat aku dilahirkan ke dunia puluhan tahun yang lalu, namun tanggal dan bulan yang sama saat aku harus kehilangan wanita yang melahirkanku belasan tahun yang lalu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/story/06/2023/di-ufuk-senja/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Islam Penjaga Akidah Umat

    Islam Penjaga Akidah Umat

    Oleh. Sulastri
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Perwakilan Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jamaluddin Samosir mengatakan bahwa pasangan beda agama bisa mendaftarkan pernikahannya di PN Jakarta Pusat dengan syarat mengajukan permohonan izin, yang sepenuhnya bergantung pada kebijaksanaan hakim. PN Jakarta Pusat telah mengabulkan permohonan pernikahan beda agama dari calon mempelai laki-laki (JEA), yang beragama Kristen dan calon mempelai perempuan (SW) yang beragama Islam.

    Dukcapil Jakarta Pusat mencatat sepanjang tahun 2022 telah ada 4 pasangan yang menikah beda agama. Dalam Pasal 35 huruf a UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, diatur bahwa pencatatan perkawinan berlaku bagi perkawinan yang ditetapkan pengadilan. Dalam Pasal 7 ayat 2 huruf I UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan mengatur bahwa pejabat pemerintah wajib mematuhi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
    (ANTARABENGKULU.com, 24 Juni 2023)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/07/2023/islam-penjaga-akidah-umat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Mungkinkah Menuntaskan Obesitas?

    Mungkinkah Menuntaskan Obesitas?

    Oleh. Haifa Eimaan
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Muhammad Fajri, pengidap obesitas 300 kg, dinyatakan meninggal dunia akibat syok sepsis pada hari Kamis, 22 Juni 2023 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Muhammad Fajri bukanlah kasus obesitas ekstrem pertama yang viral. Dilansir oleh cnbcindonesia.com (23/6/2023), terdapat 4 kasus obesitas ekstrem sepanjang tahun 2016 hingga 2019. Kasus pertama di tahun 2016, Arya Permana (9 tahun), memiliki bobot 192 kg. Di tahun 2017, khalayak dikejutkan dengan Yudi Hermanto, pria asal Karawang yang berat badannya mencapai 310 kg. Di tahun 2019, obesitas ekstrem dialami oleh Sunarti dengan bobot 192 kg dan Titi Wati yang berat badannya mencapai 350 kg. Kecuali Arya Permana yang sekarang bobot tubuhnya mulai normal, empat orang lainnya telah meninggal dunia.

    Lima nama ini adalah yang terekspos oleh media. Orang dengan obesitas ekstrem lainnya bisa jadi jauh lebih mengkhawatirkan. Obesitas telah menjadi tantangan dalam penanganan gizi buruk selain tengkes dan wasting di Indonesia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/06/2023/mungkinkah-menuntaskan-obesitas/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Inkonsistensi Demokrasi dalam Pembubaran Kajian Khilafah

    Inkonsistensi Demokrasi dalam Pembubaran Kajian Khilafah

    Oleh. Pipit NS
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Pengajian atau kajian adalah suatu hal yang harusnya lumrah dilakukan di negara demokrasi. Hal ini tidak terjadi di desa Sumbersuko, Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Sekelompok warga membubarkan pengajian tentang bagaimana Khilafah mengakhiri hegemoni dolar Amerika dengan dinar-dirham. Menurut sekelompok warga tersebut, warga membubarkan pengajian tersebut dikarenakan pengajian tersebut tidak mengantongi izin dari Kepala Desa atau aparat keamanan setempat. Selain pembubaran dari sebagian warga, pembubaran ini juga diapresiasi oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto. Bahkan, Polda Jatim mengerahkan segala elemen untuk mengawasi pengajian yang dianggap melenceng menurut pihaknya (Detik.com, 21-6-2023).

    Pembubaran ini tampaknya tak sejalan dengan bagaimana seharusnya demokrasi bekerja. Demokrasi meniscayakan kebebasan manusia untuk berkumpul, bukan hanya sebagian kelompok, tetapi juga kelompok yang dianggap memiliki pendapat yang berbeda. Dalam hal ini, sekelompok orang yang membicarakan Khilafah sebagai solusi progresif atas hegemoni dolar Amerika pada negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Ketidaksepakatan atas pembubaran ini juga diungkap oleh seorang pakar hukum pidana, Prof. Mudzakkir, S.H., M.H., beliau mengatakan tiga poin ketidaksepakatannya terkait pembubaran pengajian tersebut.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/06/2023/inkonsistensi-demokrasi-dalam-pembubaran-kajian-khilafah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Mimpi Indonesia Emas 2045, Akankah Menjadi Nyata?

    Mimpi Indonesia Emas 2045, Akankah Menjadi Nyata?

    Oleh. Sartinah
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com & Penulis Rempaka Literasiku )

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Tujuh puluh delapan tahun sudah umur negeri ini. Sayangnya, sejak berdiri hingga kini belum sekali pun negeri ini benar-benar merdeka, apalagi menjadi negara maju. Namun, bukanlah sebuah bangsa yang hebat jika tak memiliki mimpi dalam perjalanannya. Pun demikian dengan Indonesia. Mimpi besar negeri ini adalah menjadi negara berdaulat, maju, dan berkelanjutan yang digadang-gadang dapat terwujud saat usianya 100 tahun.

    Visi Indonesia Emas

    Demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 dengan visi “Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan”, pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas akan mengeluarkan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025-2045. Pemerintah pun menargetkan agar negeri ini masuk dalam deretan lima besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2045 mendatang.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/07/2023/mimpi-indonesia-emas-2045-akankah-menjadi-nyata/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    17 min
  • Temuan Safety Box Narkoba, Bisnis Haram Menggila

    Temuan Safety Box Narkoba, Bisnis Haram Menggila

    Oleh. Sartinah
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Gurita narkoba telah menyebar ke antero negeri. Ibarat virus menular, narkoba telah menyerang ke berbagai kalangan tanpa pandang bulu. Mulai dari remaja hingga orang tua, pejabat hingga rakyat jelata, dan dari penduduk awam hingga kaum terpelajar. Ada yang sekadar mencicipi, tetapi ada pula yang telah piawai menjadikannya sebagai bisnis menggiurkan. Seribu satu macam cara pun dilakukan untuk membuatnya lepas dari kejaran pihak yang berwajib, termasuk menyembunyikannya di lembaga pendidikan.

    Salah satu kampus yang ikut terseret namanya adalah Universitas Negeri Makassar (UNM). Bukan soal prestasi akademik yang terjadi di kampus, tetapi tentang penemuan safety box narkoba yang ditanam di salah satu ruang sekretariat mahasiswa di kampus tersebut. Terungkapnya penemuan brankas narkoba tersebut berawal dari penangkapan seorang kurir berinisial S, pada 3 Juni 2023.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/06/2023/temuan-safety-box-narkoba-bisnis-haram-menggila/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Madiun dan Miniatur Ikon berbagai Negara

    Madiun dan Miniatur Ikon berbagai Negara

    Oleh. Firda Umayah
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Sobat, apakah kalian senang bepergian? Kalian ingin pergi dengan penampilan keren tetapi dana minim? Kalian bisa berkunjung ke berbagai kota yang ada di Jawa Timur, lo. Salah satunya Kota Madiun yang memiliki miniatur ikon berbagai negara. Wah, apa saja itu? Yuk, simak ulasan berikut.

    Madiun Kota Wisata

    Terus berbenah dalam menggerakkan sektor pariwisata. Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menunjukkan kota ini. Kota Madiun adalah kota terbesar keempat di Jawa Timur setelah Surabaya, Malang, dan Kediri. Kota ini terletak sepanjang 6 km bentang arah barat timur dan sepanjang 7,5 km bentang arah ke selatan. Kota yang memiliki luas 33,23 km2, dihuni hampir dua ratus ribu orang pada tahun 2022. (madiunkota.bps.go.id)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/traveling/06/2023/madiun-dan-miniatur-ikon-berbagai-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Bioetanol dalam Desain Energi Global

    Bioetanol dalam Desain Energi Global

    Oleh. Haifa Eimaan
    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Pemerintah terus berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada minyak berbahan baku fosil. Bila sebelumnya Solar direkayasa menjadi Biosolar, kali ini Pertamax yang mendapat giliran. Pertamax akan dibaur dengan etanol menjadi Bioetanol. Komposisinya‏ terdiri dari 95% Pertamax dan 5% etanol. Dengan komposisi seperti ini, Bioetanol diklaim lebih ramah lingkungan karena tidak sepenuhnya menggunakan bahan bakar fosil.

    Rencananya, Pertamina akan memperkenalkan dan menjual Bioetanol pada bulan Juni ini. Tentang harganya, Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina tidak berkenan membocorkannya kepada publik. Namun, dipastikan harganya lebih mahal dari Pertamax. (finance.detik.com, 9/6/2023)

    Pernyataan Nicke Widyawati tentu mengundang banyak tanya. Apa itu Bioetanol? Mengapa harganya lebih mahal, sedangkan Bioetanol ini konon bisa dibuat siapa saja dengan teknologi sederhana? Bila harga Bioetanol mahal dan tidak terjangkau masyarakat luas, kebijakan ini dibuat untuk siapa? Bagaimana solusi tuntas mengatasi masalah BBM ini?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/06/2023/bioetanol-dalam-desain-energi-global/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com