
Sign up to save your podcasts
Or


Kasus Pelecehan Parimo, Cermin Rusaknya Sistem Sekuler
Oleh. Isti Rahmawati, S.Hum.
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice Over Talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Menyesakkan dada! Seorang anak berinisial R berusia 15 tahun mengalami pelecehan seksual oleh 11 pria dewasa. Dilansir dari www.bbc.com, kasus pemerkosaan yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah membuat korban mengalami guncangan psikis bahkan rahim korban harus diangkat karena mengalami infeksi akut akibat aksi bejat pelaku. Hati orang tua mana yang tak sakit melihat anak mengalami hal yang begitu berat dan menyakitkan.
Kasus ini bermula saat korban diimingi-imingi pekerjaan oleh pelaku. Ternyata, ia malah mendapat pelecehan. Dari hasil penyelidikan, salah satu pelaku merupakan anggota Brimob yang menduduki jabatan perwira polisi. Pelaku lainnya adalah pria berinisial HR seorang kepala desa; dan ARH, seorang ASN guru.
Pemerhati anak dan pendidikan, Retno Listyarti meminta kepolisian menelusuri kasus tersebut. Pasalnya, kasus tersebut memunculkan polemik baru terkait diksi pemerkosaan. Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Agus Nugroho, lebih memilih diksi persetubuhan anak di bawah umur dibanding pemerkosaan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/08/kasus-pelecehan-parimo-cermin-rusaknya-sistem-sekuler/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ekstremisme Kulit Putih Melonjak, Akankah Australia Bertindak?
Oleh. Muthiah Al Fath
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Selama ini, media dan dunia sering merepresentasikan umat Islam sebagai teroris dan ekstremis. Padahal, kelompok ekstremis oleh supremasi kulit putih merupakan ancaman paling mematikan bagi Eropa. Banyak data mengungkapkan bahwa kasus pembunuhan dan penembakan massal oleh kaum supremasi ras kulit putih terus meningkat di beberapa tahun terakhir.
Di tengah meningkatnya ekstremisme kelompok kanan yang mengunggulkan ras kulit putih, pemerintah Australia akan mengajukan RUU Amandemen Legislasi Kontra-Terorisme. Rencananya, undang-undang tersebut akan menguraikan larangan penggunaan simbol Nazi atau SS, baik secara online maupun di depan umum, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. (detik.news.com, 9/6/2023)
Lantas, apa yang melatarbelakangi gerakan ekstremisme yang memicu supremasi kulit putih? Apa hubungan supremasi ras kulit putih dengan kelompok neo-Nazi? Bagaimana Islam memandang adanya kelompok supremasi kulit putih?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/15/ekstremisme-kulit-putih-melonjak-akankah-australia-bertindak/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Fenomena “Tikus Berdasi”, Adakah Solusi Hakiki?
Oleh. Yana Sofia
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Setiap lima tahun sekali pemerintah mengadakan pemilu untuk memilih presiden dan wakil rakyat. Mereka yang terpilih akan dipercayakan mengurus bangsa mewakili rakyat. Namun, belakangan ini kasus korupsi di tubuh pemerintahan marak terjadi. Pejabat berulah jadi “tikus berdasi”, yang makan uang rakyat demi kepentingan pribadi dan golongannya sendiri.
Inilah yang kita sesalkan, Bestie! Para koruptor ini ada di seluruh lini pemerintahan di jajaran DPR, Mahkamah Agung (MA), bahkan birokrat. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud Md, yang juga menyesalkan banyaknya transaksi haram yang terjadi di DPR dan MA. “Di DPR ada conflict of interest. Pekerjaan anggota DPR, tapi punya konsultan hukum. Nanti kalau ada masalah, ‘tolong dibantu ini, itu’. Dibawa ke pengadilan, pengadilannya korupsi lagi. Sampai hakimnya ditangkap, jaksa ditangkap, polisi ditangkap dan seterusnya,” tutur Mahfud. (Detik.com, 11/06/2023)
Astagfirullah! Para pejabat ini, bukannya sudah ada gaji sendiri? Lantas, kenapa korupsi? Adakah sistem sanksi yang bisa membasmi korupsi sampai ke akar?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/14/fenomena-tikus-berdasi-adakah-solusi-hakiki/teenager/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Perpanjangan Masa Jabatan KPK, untuk Kepentingan Siapa?
Oleh. Suryani
(Kontributor NarasiPost.Com dan Pegiat Literasi)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Akhirnya gugatan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, tentang perpanjangan masa jabatan pimpinannya dari empat menjadi lima tahun dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK). Keputusan itu dibuat karena MK menilai jabatan pimpinan KPK selama empat tahun bersifat diskriminatif dan dipandang tidak adil bila dibanding dengan komisi dan lembaga independen lainnya. Putusan di atas langsung menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk DPR dan para pakar hukum tata negara. Mereka merasakan banyak keanehan yang sangat kental dengan nuansa politik.
Peneliti Pusat Studi Antikorupsi (Saksi) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah, menilai bahwa hakim konstitusi yang mengabulkan permohonan tersebut telah menyimpang dari dua pasal UU KPK yang mengatur syarat batas usia calon pimpinan dan periodisasi jabatannya. Bahkan, ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak masuk akal. (CnnIndonesia.com, 26/5/2023)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/05/perpanjangan-masa-jabatan-kpk-untuk-kepentingan-siapa/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jebakan Utang: Bunuh Diri Politik dan Alat Penjajahan Modern
Oleh. Sherly Agustina, M.Ag
(Kontributor NarasiPost.Com dan Penulis)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-“Utang luar negeri untuk pembangunan bidang-bidang strategis negara sama saja dengan bunuh diri politik.”(Abdurrahman Al Maliki)
Melihat jumlah utang RI yang sangat fantastis, menuai komentar dari mantan Wakil Presiden, Yusuf Kalla (JK). Menurutnya, tingginya utang di Indonesia saat ini ialah gabungan utang pemerintahan sebelumnya dengan pemerintahan sekarang. Akan tetapi, utang pemerintah saat ini dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang terbesar. Setahun bayar utang dan bunga sampai seribu triliun, ini terbesar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka. (tempo.co, 25-05-2023)
Pemerintah melalui Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, membeberkan fakta-fakta terkait utang pemerintah untuk membantah pernyataan Yusuf Kalla tersebut. Di antaranya rasio utang terhadap PDB turun dari 39,57 persen pada Desember 2022 turun menjadi 39,17 persen per April 2023. Prastowo mengatakan bahwa kebijakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi memang sempat membuat rasio utang meningkat, yaitu 39,4 persen terhadap PDB di 2020, kemudian 40,7 persen terhadap PDB di 2021. (Cnnindonesia.com, 03-06-2023)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/07/jebakan-utang-bunuh-diri-politik-dan-alat-penjajahan-modern/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Korut : Krisis Bunuh Diri, Negara Tak Mampu Menangani
Oleh. Nurjanah Triani
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Data menunjukkan angka kematian akibat bunuh diri di Korea Utara meningkat tahun ini. Badan Intelijen Korea Selatan mengatakan bahwa peningkatan kematian akibat bunuh diri naik sekitar 40% dari tahun sebelumnya. Hal ini membuat para petinggi di Korea Utara tampak cemas, termasuk di dalamnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Kim memberikan perintah pencegahan bunuh diri secara rahasia dalam pertemuan darurat di setiap daerah para pemimpin partai. Hal ini diungkapkan Radio Free Asia (RFA) oleh salah seorang pejabat dari Hamgyong Utara.
Berdasarkan data yang diungkapkan pada pertemuan tersebut, terdapat 35 kasus kematian akibat bunuh diri di daerah Chongjin dan Kyongsong pada tahun ini. Mirisnya, sebagian besar kasus bunuh diri tersebut dilakukan oleh satu keluarga.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/14/korut-krisis-bunuh-diri-negara-tak-mampu-menangani/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Berburu Keberkahan dengan Menjilat Jari Jemari Tangan
Oleh. Nining Sarimanah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Indonesia selain dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, juga memiliki segudang kuliner khas di setiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Semua makanan tersaji dengan lezat nan menggiurkan. Siapa pun dia tentu tergoda ingin segera menyantapnya, bukan?
Terkait cara menikmati makanan, ternyata Indonesia punya cara sendiri sebelum mengenal sendok dan garpu yang dibawa oleh Portugis. Ya, makan pakai tangan! Itu adalah tradisi makan asli masyarakat Indonesia.
Kebiasaan makan dengan tangan tak dimungkiri menambah kenikmatan dan rasa lebih puas dari makanan yang sedang disantap. Terutama, saat nasi dan aneka lauk dicampur sambil diaduk dengan tangan, membuat tekstur lebih nikmat dan selera makan semakin meningkat. Hal itu karena saat makan, maka kita melibatkan semua indera manusia mulai dari indera penglihatan, penciuman, peraba, perasa, dan pendengaran. Namun, berbanding terbalik dengan orang Barat, cara makan seperti itu mungkin terlihat aneh karena dipandang tak higienis dan jorok.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/03/berburu-keberkahan-dengan-menjilat-jari-jemari-tangan/medical/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Intaian Mara Bahaya di Balik Gurihnya Ekspor Pasir Laut
Oleh. Haifa Eimaan
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Semakin ke sini, semakin ke sana. Kiranya ungkapan ini pantas untuk menggambarkan kondisi Indonesia terkini. Hampir setiap hari ada saja berita perubahan peraturan. Mengganti undang-undang sudah seperti berganti pakaian. Semua tergantung selera pemakai. Apalagi bila ada yang mensponsori, semakin menjadi-jadi pergantiannya tanpa mempertimbangkan dampaknya ke belakang.
Hakikat diterbitkannya aturan tidak teraih. Undang-undang diubah bukan semakin teratur, malah tambah awur-awuran. Perubahan itu bukannya diamini dan didukung oleh para pakar di bidangnya, tetapi malah menuai kontroversi. Adu kuat argumentasi antara rakyat yang diwakili oleh para pakar versus buzzer pemerintah menjadi suguhan sehari-hari.
Perubahan kebijakan terbaru adalah tentang pengelolaan hasil sedimentasi di laut yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2023. Peraturan terbaru ini memberikan izin pemanfaatan pasir laut. Salah satunya untuk kebutuhan ekspor. Padahal 20 tahun lalu, pemerintah telah menyetop ekspor pasir laut. Presiden Megawati mengeluarkan kebijakannya dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2002 tentang Pengendalian dan Pengusahaan Pasir Laut. Keppres ini menjadi dasar bagi Menperindag Rini Soemarno menerbitkan SK Nomor 117/MPP/Kep/2/2003 tentang Pelarangan Ekspor Pasir Laut. (kompas.com, 28/5/2023)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/10/intaian-mara-bahaya-di-balik-gurihnya-ekspor-pasir-laut/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Fast Beauty Bikin Iri
Oleh. Choirin Fitri
(Kontributor NarasiPost.Com)
NarasiPost.Com-Ada enggak sih cewek yang enggak suka berstatus cantik. Heeemmm, rasanya enggak ada, deh. Rata-rata makhluk berjenis kelamin wanita ini suka banget dipuji cantik. Betul atau benar?
Enggak heran jika status cantik ini dikejar dengan segenap daya upaya. Mulai dari perawatan yang makan waktu lama sampai yang kini viral, fast beauty. Cantik versi kilat khusus yang bikin iri banyak wanita masa kini.
Fast beauty ini banyak dipilih mereka dari kalangan berduit. Why?Namanya juga cantik kilat, tentu saja membutuhkan biaya yang enggak kaleng-kaleng. Oplas misalnya, duit merah selembar pasti enggak laku. Butuh berlembar-lembar cuan berwarna darah ini.
Uniknya oplas kini menjadi gaya hidup yang enggak bisa dipisahkan dari kehidupan cewek masa kini. Enggak puas dengan hidung yang kurang mancung, oplas. Lihat dagu yang kurang lancip, oplas. Raba pipi kok terasa kurang ini itu, oplas. Bahkan, bisa-bisa muka yang aslinya baik-baik saja bisa jadi sasaran oplas sana-sini.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/14/fast-beauty-bikin-iri/teenager/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Selamat Erdogan! Selangkah Lagi Menuju Kemenangan Hakiki
Oleh. Desi Wulan Sari
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Kontestasi politik di negara Turki baru saja selesai. Perhelatan perebutan kursi kepemimpinan kian sengit. Lebih dari 60 juta pemilih akan pergi menuju tempat pemungutan suara untuk pemilihan. Sebanyak 24 partai politik dan 151 kandidat independen akan bersaing untuk 600 kursi. Saat ini Presiden yang berkuasa Recep Tayyip Erdogan akan menghadapi pesaingnya dari partai oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) yang dipimpin oleh Kemal Kilicdaroglu yang melihat peluang-peluang dalam mengalahkan Erdogan.
Dalam pemberitaan laporan Daily Sabah, Sabtu, 13 April 2023, pemilu tahun ini dianggap penting, baik dari sisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang berkuasa, maupun dari partai oposisi yaitu Partai Rakyat Republik (CHP) (kompas.tv, 14/5/2023).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/09/selamat-erdogan-selangkah-lagi-menuju-kemenangan-hakiki/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed