
Sign up to save your podcasts
Or


Kekerasan Seksual pada Anak Kian Marak
Oleh. Ummi Nissa
(Kontributor NarasiPost.Com, Penulis, dan Member Komunitas Rindu Surga)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Kekerasan seksual terhadap anak remaja di Kabupaten Parigi, Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik. Dikabarkan oleh berbagai media, bahwa korban merupakan seorang anak ABG berusia 15 tahun telah diperkosa oleh 11 orang laki-laki dewasa. Mirisnya di antara terduga pelaku ada seorang guru, anggota polisi, bahkan perangkat desa. Padahal, seharusnya mereka menjadi orang-orang yang melindungi korban.
Kini, nasib korban pun begitu menyedihkan, dikabarkan kondisi kesehatannya terus memburuk lantaran alat reproduksinya mengalami infeksi akut dan rahimnya terancam diangkat. Sementara itu, hingga Selasa 30 Mei 2023, Polda Sulawesi Tengah baru menahan lima tersangka dari 11 terduga pelaku dan memeriksa sejumlah saksi. Meski demikian, hasil penyelidikan belum mengungkap motif para pelaku. (bbcnews.com, 31 Mei 2023)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/11/kekerasan-seksual-pada-anak-kian-marak/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bunuh Diri, Apaan sih?
Oleh. Choirin Fitri
(Kontributor NarasiPost.Com)
NarasiPost.Com-Pernah enggak sih kamu berpikir untuk bunuh diri? Kenapa opsi untuk menghilangkan nyawa dari raga kamu pilih? Benerankah karena memang enggak ada pilihan hidup, jadi lebih baik mati?
Hmmm, kalau aku yang ditanya, tentu aku bakal bilang, enggak pernah. Why? Sayang banget deh sama nyawa yang cuma sebiji saja, kok ya dihilangkan dari raga padahal belum waktunya. Ada yang sepakat?
Ya, enggak semuanya sih sepakat bahwa nyawa itu berharga. Masih ada orang-orang yang lebih memilih bunuh diri daripada menyayangi nyawanya yang hanya satu doang. Lihat aja di berita baik di TV, koran, medsos, dan lainnya, berapa angka bunuh diri tiap harinya? Cukup bikin geleng-geleng kepala ya?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/19/bunuh-diri-apaan-sih/pilihan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Lembar Berdarah Kosovo-Serbia
Oleh. Sartinah
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Kosovo dan Serbia terus dilanda konflik tak berujung. Ibarat musuh bebuyutan, kedua negara yang terletak di Eropa tersebut “saling sikut”, saling tuding, dan saling serang, demi mempertahankan eksistensi masing-masing. Lembaran kelam dan berdarah-darah pun mewarnai perjalanan kedua negara tersebut hingga saat ini. Meski telah lama berkonflik, rupanya belum juga ada jalan damai antara keduanya. Bahkan, campur tangan pihak lain sebagai mediator, belum mampu mendinginkan ketegangan antara Kosovo dan Serbia.
Konflik klasik antara Serbia dan Kosovo yang belum tuntas, tentu menyisakan beragam tanya. Mengapa konflik Serbia-Kosovo kembali memanas saat ini? Lalu apa penyebab awal konflik Kosovo-Serbia, hingga tak kunjung berdamai? Adakah langkah untuk mendamaikan keduanya? Bagaimana pula lembaran sejarah kedua negara tersebut di masa keemasan Islam?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/08/lembar-berdarah-kosovo-serbia/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kebijakan Politik Kapitalisme Melegalisasi Kerusakan Iklim
Oleh. Muthiah Al Fath
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Perubahan iklim akibat peningkatan emisi karbon telah menjadi permasalahan pelik yang tak kunjung usai. Pasalnya, dampak krisis iklim ekstrem dapat terjadi di seluruh negara tanpa memandang batas teritorial.
Saat yang sama, aroma liberalisasi industrialisasi yang pro kapitalis menyengat dalam UU Cipta Kerja. Amanat konstitusi yang seharusnya dibentuk untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat, kini dikesampingkan atas dalih investasi. Tak berlebihan jika publik menyimpulkan bahwa rezim sengaja mendesain hukum untuk memudahkan para kapitalis, tanpa mempertimbangkan kerusakan iklim.
Demi pengendalian dan pencegahan terhadap dampak krisis iklim yang kian memburuk, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah Jokowi dan DPR RI untuk segera menyusun RUU (Rancangan Undang-Undang) Keadilan Iklim. Pikul Torry Kuswardono selaku Direktur Eksekutif Yayasan menyebutkan bahwa Perpres No.98/202 belum mampu menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Hal ini akibat regulasi tersebut hanya fokus pada mekanisme perdagangan karbon. (CNN Indonesia, 3/6/2023)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/10/kebijakan-politik-kapitalisme-melegalisasi-kerusakan-iklim/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Utang Melilit Negeri, Adakah Solusi Hakiki?
Oleh. Firda Umayah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Polemik utang pemerintah kembali muncul di permukaan. Pasca pernyataan Jusuf Kalla yang mengutip perkataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, bahwa Indonesia membayar utang lebih dari 1.000 triliun rupiah dalam setahun. Hal ini dibantah oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang menyatakan bahwa pembayaran utang Indonesia masih terjaga. Tak dapat dimungkiri, utang pemerintah cenderung mengalami kenaikan setiap tahun. Meskipun sempat mengalami penurunan pada Maret 2023, utang pemerintah kini menembus 7.849,8 triliun rupiah pada Mei 2023. (liputan6.com, 05/06/2023)
Utang dan Paradigma yang Salah
Bagi Indonesia, utang adalah bagian yang sulit dihindari. Sejak Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, salah satu yang ditinggalkan untuk pemerintah yang baru berdiri adalah utang. Sehingga membuat pemerintah menanggung utang tersebut. Negara-negara Barat kapitalis juga membuat strategi ketergantungan, agar pemerintah meniscayakan kebutuhan utang. Salah satunya terkait dengan kebijakan APBN, yang mana anggaran pengeluaran pemerintah membutuhkan dana yang lebih besar daripada pendapatan yang dihasilkan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/07/utang-melilit-negeri-adakah-solusi-hakiki/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menyoal Anjloknya Harga Mineral Hitam
Oleh. Trisna Abdullah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Dalam sepekan harga batu bara terpantau makin lesu. Harga mineral hitam ini untuk pengiriman Juli 2023 di ICE Newcastle melemah 1,33% ke level US6$137,15 per ton, turun 70% dari titik tertingginya yakni pada September 2022 di harga US$464 per ton.
Pengamat memprediksi ke depannya harga batu bara masih akan suram, karena permintaan yang melandai serta kencangnya isu climate change dan konversi energi. Mengingat naik turunnya harga batu bara akan sangat menentukan kinerja ekspor Indonesia, di mana share ekspor batu bara ke total ekspor sekitar 19%. Kini, untuk perbaikan harga pasar batu bara pemerintah berharap pada empat negara yakni Cina, India, Vietnam, dan Filipina.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/07/menyoal-anjloknya-harga-mineral-hitam/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bikin Konten Nirfaedah, Ogah!
Oleh. Choirin Fitri
(Kontributor NarasiPost.Com)
NarasiPost.Com-Di era 4.0 ini, gawai rasanya enggak bisa dipisahkan dari genggaman kita kapan pun, di mana pun, dan saat apa pun. Barang yang ditenteng ke mana-mana ini adalah hasil teknologi komunikasi berbentuk gepeng alias slim bisa di bawa ke mana pun. Entah di rumah, jalan, tempat umum, ataupun tempat-tempat nongkrong lainnya. Sampai-sampai ada lo yang ke toilet saja bawa HP. Huft!
Sudah tersohor pula pernyataan bahwa dunia digital yang ada di gawai mampu mendekatkan yang jauh. Sayangnya, berbanding terbalik malah menjauhkan yang dekat. Kok bisa?
Lihat saja di kanan kiri kita! Saat bertemu dengan kawan, saudara, atau keluarga serumah, yang ada di genggaman adalah gawai. Bukannya bercengkerama dengan orang-orang yang ada di sekitar, eh malah sibuk dengan teman-teman di berbagai akun media sosial. Sapa dan cengengesan sana-sini dengan warga medsos, sampai lupa ada yang ingin diajak bicara di kanan kiri. Heeemmm, benar enggak tuh?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/12/bikin-konten-nirfaedah-ogah/teenager/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bukan Pesawat Kertas
Oleh. Isty Da’iyah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Sebuah lagu sederhana dengan lirik yang menarik beberapa hari yang lalu sempat mampir di telingaku. Untuk orang yang jarang mengikuti perkembangan musik atau mendengarkan lagu, ini lumayan enak didengar. Liriknya sederhana namun kalau dicermati penuh makna.
Salah satu bait yang diulang-ulang dalam lagu tersebut adalah:
Hidup bagaikan, pesawat kertas terbang dan pergi membawa impian, sekuat tenaga dengan embusan angin terus melaju terbang.
Jangan bandingkan terbangnya tapi bagaimana dan apa yang dilalui. Karena itulah satu hal yang penting yang selalu sesuai kata hati.
Hidup bagaikan pesawat kertas terbang membawa cinta kita semua. Sayap yang terbentang dengan percaya diri dilihat semua orang.
Walau tak tahu cara melipatnya suatu saat pasti akan berhasil, lalu terbang kekuatan harapan yang menerbangkannya, marilah nikmati.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/01/bukan-pesawat-kertas/motivasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Qailulah
Oleh. Bunga Padi
(Admin Konapost)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Qailulah merupakan aktivitas tidur siang dengan waktu sebentar. Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa melakukannya akan terasa sulit. Bisa jadi karena jadwal kerja yang padat dan perusahaan tempatnya bekerja tidak memberikan hak karyawannya untuk istirahat dengan tidur siang.
Padahal tidur pada siang hari sangat baik bagi kesehatan tubuh. Di antara manfaatnya dapat menghilangkan rasa kantuk juga memberikan kesempatan bagi tubuh untuk relaksasi, mencegah stres, tekanan darah menjadi normal, memulihkan stamina hingga bersemangat kembali dan menjaga suasana hati tetap stabil.
Apatah lagi bagi seseorang yang sibuk bekerja di siang hari sangat perlu meluangkan waktu untuk tidur sejenak meski hanya, 20, 30, atau 60 menit. Sehingga vitalitas tetap terjaga dan mampu meningkat produktivitas dalam bekerja di waktu berikutnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/08/qailulah/syiar/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Marketplace Guru Jadi Solusi atau Masalah?
Oleh. Nining Sarimanah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) kembali disorot usai mencetuskan ide barunya berupa Marketplace Guru untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia. Namun, benarkah program tersebut mampu mengatasi problem mendasar terkait ketidakmerataan guru? Lalu, bagaimana Islam memandang dalam persoalan tersebut?
Nadiem mengklaim bahwa Marketplace Guru sebagai upaya untuk mengatasi masalah tenaga guru honorer yang terjadi selama bertahun-tahun. Ia akui rencana tersebut telah dibahas bersama tiga kementerian lain, di antaranya Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, dan Kementerian Dalam Negeri. Bahkan, rencana ini telah disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI dan rencananya program ini akan rilis pada 2024.
Dijelaskan Nadiem, Marketplace Guru merupakan basis data dengan dukungan teknologi agar calon guru bisa diakses oleh semua sekolah. Platform ini disebut sebagai media atau wadah perekrutan guru, di mana pihak sekolah bisa mencari siapa saja yang dapat menjadi guru dan mengundangnya sesuai kebutuhan sekolah. (Liputan6.com, 3/6/2023)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/06/07/marketplace-guru-jadi-solusi-atau-masalah/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed