Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Iwel-Iwel, Kue Simbol Harapan Orang Tua

    Iwel-Iwel, Kue Simbol Harapan Orang Tua

    Oleh. Firda Umayah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Bagi orang Jawa, kata “iwel-iwel” atau “liwel-liwel” bukanlah kata yang asing. Karena iwel-iwel biasanya selalu hadir setelah seorang bayi lahir. Iwel-iwel atau liwel-liwel adalah nama salah satu kue basah yang harus ada di dalam tasyakuran kelahiran seorang anak dalam suku Jawa. Kata iwel-iwel atau liwel-liwel sendiri merupakan kata serapan dari doa dalam bahasa Arab yaitu li waliwalidayya. Ini merupakan potongan dari doa untuk kedua orang tua yaitu rabbighfirli waliwalidayya… yang artinya “Wahai Tuhanku, ampunilah segala dosaku dan dosa kedua orang tuaku”.

    Karena sulitnya orang Jawa menyebutkan lafal doa dengan benar, maka diambillah kata iwel-iwel. Kue ini diprediksi telah ada sejak zaman wali sanga hadir di tanah Jawa. Kue ini hadir dengan harapan anak yang dilahirkan menjadi anak yang saleh salihah yang berbakti kepada orang tua. Meskipun, ada pula yang menyebutkan bahwa iwel-iwel berasal dari bahasa Jawa, kemiwel yang berarti menggemaskan. Ini karena setiap bayi yang lahir memiliki sifat yang menggemaskan dan menjadi penyejuk hati orang tua dan keluarganya.

    Kue iwel-iwel merupakan makanan yang terbuat dari campuran tepung ketan, tepung beras, kelapa parut, garam, dan gula merah. Proses pembuatan kue iwel-iwel sendiri adalah dengan mencampur semua bahan kecuali gula merah. Setelah bahan tercampur rata, kue diletakkan di atas alas daun pisang kira-kira dua sendok makan. Lalu diisi dengan parutan gula merah. Kue lalu dibungkus dengan membentuk segitiga dan dikukus hingga matang. Rasanya yang gurih dan manis menjadi ciri khas dari kue ini. Kue ini selalu dirindukan saat ada tasyakuran kelahiran bayi, tasyakuran “pitonan”(tujuh bulan usia anak) atau yang lainnya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/iwel-iwel-kue-simbol-harapan-orang-tua/food/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Li’an, kala Suami Istri Saling Malaknat

    Li’an, kala Suami Istri Saling Malaknat

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Li`an diambil dari kata al-la’nu artinya laknat, karena suami istri yang saling melaknat dirinya sendiri pada sumpah yang kelima, jika ia telah berdusta. Juga berarti jauh dari rahmat Allah. Disebut demikian karena dua orang yang melakukan li’an akan mengakibatkan dosa dan jauh dari rahmat Allah. Jika salah satu dari keduanya berdusta, maka ia menjadi seorang mal`un artinya yang dilaknat atau dikutuk. Disebutkan dalam ensiklopedia Islam,  li`an adalah istilah fikih yang berarti kesaksian atau sumpah yang diucapkan seorang suami yang menuduh istrinya telah berbuat zina.

    Arti li’an menurut istilah syarak ialah suatu ungkapan tertentu yang dijadikan alasan oleh seseorang yang terpaksa menuduh karena tempat tidurnya dikotori (istrinya berkhianat), dan akan mendatangkan malu padanya. Sedangkan menurut Al-Hamdani,  li`an adalah sumpah dari seorang suami yang menuduh istrinya berbuat zina. Sumpah ini diucapkan sebanyak empat kali yang menyatakan bahwa tuduhannya itu benar, dan pada sumpah yang kelima ia meminta kepada Allah untuk mengutuknya jika ia berdusta. Dari pihak istri juga bersumpah sebanyak lima kali, empat kali menyatakan bahwa dirinya tidak berbuat seperti apa yang dituduhkan oleh suaminya, dan pada sumpah yang kelima, ia menyatakan bersedia menerima laknat Allah jika tuduhan suaminya itu ternyata benar.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/lian-kala-suami-istri-saling-malaknat/family/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Suburnya Cinta Terlarang dalam Sistem Sekularisme Liberal

    Suburnya Cinta Terlarang dalam Sistem Sekularisme Liberal

    Oleh. Sarie Rahman

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Perselingkuhan merupakan hal sensitif dalam hubungan percintaan dan pernikahan, karena meninggalkan trauma bagi pasangan yang dikhianati. Meski begitu perselingkuhan selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan di tengah masyarakat, bahkan menjadi tontonan paling diminati ketika disuguhkan dalam tayangan sinetron.

    Mirisnya kasus perselingkuhan justru kian menjamur di kehidupan masyarakat saat ini. Dari hasil survei aplikasi Just Dating, 40 persen pengakuan responden di Indonesia pernah berselingkuh dan mayoritas pelakunya kaum hawa dibanding kaum adam. Kondisi ini mengantarkan Indonesia menduduki peringkat ke dua tertinggi Asia, negara terbanyak kasus perselingkuhan, satu tingkat di bawah Thailand dengan hasil survei 50 persen responden. (Tribun News, 18/02/2023)

    Sedangkan dari laporan World Population Review, Indonesia berada di peringkat ke empat perselingkuhan tertinggi setelah India, Cina juga Amerika. Bahkan di AS, setengah dari mereka yang berstatus menikah pernah selingkuh sedikitnya satu kali selama pernikahannya. Perselingkuhan dianggap hal biasa di negara itu. Di Eropa seperti Denmark, Belgia, Norwegia dan Prancis sebanyak 40 persen pengakuan responden pernah tidur dengan bukan pasangan nikahnya. (Pikiran Rakyat, 17/02/2023)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/28/suburnya-cinta-terlarang-dalam-sistem-sekularisme-liberal/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Tarif PDAM Naik, Rakyat Makin Tercekik

    Tarif PDAM Naik, Rakyat Makin Tercekik

    Oleh. Anisa Khanza

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Pegiat Pena Banua)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Kemiskinan meningkat, kejahatan di mana-mana, rasa aman menurun, ditambah negara tidak mampu menjadi tempat bersandar rakyat, inilah gambaran kehidupan kaum muslim saat ini. Rakyat dituntut untuk mandiri dan patuh pada setiap program dan kebijakan pemerintah tanpa boleh menyampaikan suaranya. Suara rakyat hanya dibutuhkan pada saat pemilu, terlepas dari itu, suara mereka seperti debu di udara. Selain dari kebijakan naiknya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang baru beberapa bulan ini kita rasakan, sekarang ada lagi rencana kenaikan tarif PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) sebesar 30%.

    Rencana kenaikan tarif PDAM ini terjadi di beberapa daerah seperti Surabaya, hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya di Ruang Kerja Balai Kota Surabaya pada 24 November 2022, bahwa tarif PDAM akan segera naik dari Rp600 menjadi Rp2600 per meter kubik (suarasurabaya.net, 24/11/2022)

    Tarif kenaikan ini juga terjadi di Indramayu dengan kenaikan 30%. Adanya rencana kenaikan tarif di Indramayu, menjadikan para perempuan dan berbagai kalangan di sana menolak rencana tersebut yang disampaikan langsung ke Gedung DPRD Indramayu pada Jumat, (27/1/2023). Mereka juga menyampaikan bahwa adanya kenaikan ini membuat keadaan mereka semakin tercekik, karena mereka baru bangkit dari pandemi Covid-19. (repjabar.repeblika.co.id, 28/1/2023)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/tarif-pdam-naik-rakyat-makin-tercekik/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • MinyaKita Langka dan Mahal, Masihkah Minyak Kita?

    MinyaKita Langka dan Mahal, Masihkah Minyak Kita?

    Oleh. Ragil Rahayu, S.E.

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Baru saja muncul, kini sudah langka, itulah MinyaKita. Di beberapa wilayah, stok MinyaKita kosong sejak beberapa pekan yang lalu. Kalaupun barangnya ada, harganya sudah melesat jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang tertera di kemasannya, yaitu sebesar Rp14.000. Di beberapa wilayah, MinyaKita dijual hingga Rp20.000 per liter. Padahal tujuan Kementerian Perdagangan ketika meluncurkan MinyaKita adalah untuk menurunkan harga minyak goreng yang saat itu mencapai Rp25.000 per liter. Lantas, mengapa MinyaKita bisa langka?

    Ketika melakukan sidak pada 7 Februari lalu ke gudang penyimpanan MinyaKita di Cilincing, Jakarta Utara, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menemukan 555 ton MinyaKita menumpuk di gudang (CNN Indonesia, 2-2023). Saat itu Zulhas menyebut terjadi penimbunan. Namun, belakangan, satgas pangan menyatakan bahwa tidak ada penimbunan, hanya belum didistribusikan (detik, 8-2-2023).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/11/minyakita-langka-dan-mahal-masihkah-minyak-kita/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Tercorengnya Profesionalisme Kepolisian

    Tercorengnya Profesionalisme Kepolisian

    Oleh. Nilma Fitri S.Si.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Polemik kasus tabrak lari yang melibatkan seorang mahasiswa UI sebagai korban oleh pensiunan polisi, berbalik dengan menjadikan korban sebagai tersangka. Sontak saja, peristiwa ini pun menjadi sorotan publik.

    Dilansir dari tribunnews.com (29/1/2023), sebuah tragedi menimpa seorang mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah Saputra (17), sebagai korban kecelakaan di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jaksel, pada 6 Oktober 2022. Peristiwa tersebut melibatkan AKBP (Purn) Eko Setio Budi Wahono, seorang pensiunan polisi sebagai pelaku penabrakan. Ia mendapat dukungan aparat hingga statusnya menjadi tidak bersalah. Sedangkan, Hasya dijadikan sebagai tersangka karena dianggap lalai dalam mengemudi.

    Betapa peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Hasya. Tidak hanya nestapa kehilangan, tetapi juga penetapan Hasya jadi tersangka kejahatan. Keluarga pun tak tinggal diam dan terus berupaya memperjuangkan hasil penyidikan polisi yang dinilai tidak adil.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/13/tercorengnya-profesionalisme-kepolisian/opini/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Berpikirlah tentang: “Nanti Bagaimana? Bukan Bagaimana Nanti!”

    Berpikirlah tentang: “Nanti Bagaimana? Bukan Bagaimana Nanti!”

    Oleh. Yeni Marlina, A.Ma.

    (Kontributor NarasiPost.Com, Pemerhati Kebijakan Publik dan Aktivis Muslimah)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Terinspirasi dari sebuah postingan akun Facebook Pemred NarasiPost.Com, Andrea Aussie, pada Minggu lalu, yang berjudul “Nanti Bagaimana bukan Bagaimana Nanti”, dalam tulisan tersebut berkisah tentang beberapa negara yang pernah Bu Andrea tempati, di antaranya Finlandia, Prancis, Dubai, Hongkong, dan lain-lain. Begitu pula cerita tentang orang-orang Cina yang selalu berhasil menguasai perekonomian di negara mana pun yang mereka tempati.

    Singkat cerita, pembicaraan Bu Andrea bersama seorang temannya yang berasal dari Cina, ternyata menguak satu prinsip yang menjadi pegangan mereka. Prinsip tersebut adalah gabungan dua kata sederhana, yaitu “nanti bagaimana? Bukan bagaimana nanti”. Itulah yang menjadi prinsip hidup mereka. Mereka terpacu untuk bekerja keras agar lebih baik. Mereka berani mengubah hidup dengan berbagai inovasi dan gagasan, menyiasati berbagai peluang agar tujuannya berhasil. Melalui komitmen dengan sebuah prinsip hidup, “nanti bagaimana”.

    Dari ringkasan cerita di atas, apa yang terpikir dalam benak kita? Bukankah biasanya dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar, “bagaimana nanti” saja? Setiap urusan dan risiko yang akan ditanggung dari sebuah keputusan, dikunci dengan sebuah kalimat sederhana “bagaimana nanti” saja. Artinya apa pun yang terjadi mengikuti arus apa adanya. Pasrah menerima, tak perlu bersusah payah membuat terobosan-terobosan baru untuk meninggalkan zona aman. Waktu berlalu tanpa ada perubahan yang berarti, apalagi karya dan inovasi. Apakah hal ini terjadi pada sebagian masyarakat, atau kita sendiri pernah mengalami?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/berpikirlah-tentang-nanti-bagaimana-bukan-bagaimana-nanti/motivasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Mengulik Hikmah di Balik Gempa Turki dan Suriah

    Mengulik Hikmah di Balik Gempa Turki dan Suriah

    Oleh. Ummu Ainyssa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun. Gempa dahsyat dengan kekuatan 7,8 magnitudo mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023), dini hari waktu setempat. Menurut laporan, gempa ini berpusat di 30 km Barat Kota Gaziantep, dengan kedalaman 17,9 km. Diketahui kota ini dihuni sekitar 2 juta orang. Gempa terjadi pada pukul 04.00 saat penduduk masih tertidur.

    Pada siang harinya, muncul gempa kedua dengan kekuatan yang hampir sama. Dalam waktu 24 jam terjadi puluhan gempa susulan. Akibatnya, lebih dari 5.000 bangunan termasuk rumah sakit, sekolah, dan blok apartemen runtuh. Sebelumnya, guncangan gempa juga disebut terasa di Mesir, Yunani, Siprus, Georgia, hingga Yunani dan Eropa. Bahkan, di Italia peringatan tsunami akibat gempa dinyalakan dan mengimbau agar warga menghindari wilayah pantai Italia. (cnbcindonesia.com, 6/2/2023)

    Menurut data terbaru, hingga Rabu (8/2), korban yang tewas telah menyentuh angka 11 ribu. Mengutip AFP, para pejabat dan petugas medis mengatakan hingga saat ini sebanyak 8.574 orang dikabarkan tewas di Turki dan 2.662 orang tewas di Suriah. Sehingga, totalnya menjadi 11.236 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut menjadi korban tewas, yakni Nia Marlinda asal Bali serta anaknya yang berusia 1 tahun. Sementara untuk korban luka diperkirakan sudah lebih dari 35.000 orang. Jumlah korban tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat pencarian korban masih terus dilakukan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/mengulik-hikmah-di-balik-gempa-turki-dan-suriah/world-news/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Syariat Islam Membawa Rahmat bagi Semesta Alam

    Syariat Islam Membawa Rahmat bagi Semesta Alam

    Oleh. Ummu Ainyssa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Hingga kini sistem kapitalisme yang diemban di negeri ini masih gagal memanusiakan manusia. Makin hari kerusakan demi kerusakan makin tampak di depan mata. Realitas membuktikan dengan diadopsinya sistem kapitalisme membuat negara tampak amburadul, tak karuan, parah, dan mencemaskan.

    Tindak pidana korupsi makin menjamur. Sumber daya alam melimpah yang harusnya untuk kesejahteraan rakyat hanya dimiliki oleh segelintir orang, sementara rakyat tetap hidup dalam kemiskinan, gizi buruk, dan kelaparan. Ibarat anak ayam yang mati di lumbung padi. Kriminalitas terjadi di mana-mana. Berita pembunuhan, pembegalan, pencurian, perkosaan, penipuan hampir setiap hari menghiasi layar televisi maupun media massa.

    Yang terbaru berita pembunuhan yang dilakukan seorang pria berinisial RA (21) di Kecamatan Majasari, Pandeglang, Banten. Pria tersebut begitu sadis membunuh mantan pacarnya ES (22), yang berstatus mahasiswi pada Rabu (8/2/2023). Menurut pengakuan pelaku, ia menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati sebab ES telah memiliki kekasih baru. Keduanya pun sempat adu mulut, hingga membuat RA tersulut emosi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/syariat-islam-membawa-rahmat-bagi-semesta-alam/syiar/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Yanomami, Suku Amazon yang Terancam Binasa

    Yanomami, Suku Amazon yang Terancam Binasa

    Oleh. Sartinah

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Brasil merupakan negara yang terkenal dengan permainan sepak bolanya yang hebat. Negara itu pun seolah tak pernah kehabisan stok pesepak bola andal yang wara-wiri menghiasi lapangan hijau. Seperti Neymar, Ronaldo, Ronaldinho, dan lainnya. Namun, tahukah kita bahwa tidak hanya kehebatan yang terlihat di sana, tetapi ketidakadilan spektakuler juga terjadi di negara tersebut? Ya, mereka adalah suku Yanomami, salah satu kelompok yang mendiami Hutan Amazon. Mereka tengah sekarat dan terancam binasa disebabkan oleh keserakahan.

    Dikutip dari Bbc.com (30/01/2023), kelompok pembela hak masyarakat adat dan otoritas kesehatan Brasil menyebut, sejak 2019 silam lebih dari 500 anak suku Yanomami meninggal dunia akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Kondisi mereka pun benar-benar memprihatinkan hingga menjadi sorotan media nasional dan internasional. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh seorang dokter dari Yayasan Oswaldo Cruz (Fiocruz), André Siqueira. Menurutnya, situasi di sana sangat genting dari segi kesehatan dengan banyak pasien yang menderita gizi sangat buruk, infeksi saluran pernapasan, malaria, dan diare.

    Pernyataan serupa pun diungkapkan oleh Presiden Brasil, Luis Inacio Lula da Silva, yang baru menjabat pada awal tahun 2023. Lula mengungkapkan bahwa kondisi suku Yanomami “tidak manusiawi” dan berada dalam kondisi darurat kesehatan. Hal ini terkait dengan meninggalnya anak-anak karena gizi buruk selama empat tahun terakhir. Lula pun menyalahkan Presiden Brasil sebelumnya, Jair Bolsonaro, yang dianggap telah melakukan genosida terhadap suku Yanomami di Hutan Amazon.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/11/yanomami-suku-amazon-yang-terancam-binasa/world-news/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com