
Sign up to save your podcasts
Or


Senja Kala Negeri Matahari Terbit
Oleh. Maman El Hakiem
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Beredar berita tentang banyaknya rumah di Jepang yang tidak berpenghuni, bahkan tidak diketahui ahli warisnya karena yang empunya tidak memiliki keturunan. Kurang lebih 8,49 juta rumah di berbagai provinsi di Jepang dibiarkan kosong dan akan dibagikan oleh negara kepada siapa saja yang menginginkannya untuk dihuni secara gratis.
Sontak saja berita tersebut menghebohkan jagat maya akhir-akhir ini, membuat banyak orang bertanya-tanya kenapa bisa terjadi demikian? Pasalnya di banyak negara, justru malah kekurangan rumah sebagai tempat tinggal disebabkan angka kelahiran yang tinggi.
Sebut saja misalnya Indonesia, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 yang dilansir www.antaranews.com (15/2/2022), melaporkan angka backlog atau kesenjangan antara permintaan dan pasokan hunian yang tersedia akan perumahan pun meningkat menjadi 12,75 juta unit. Hal ini belum termasuk pertambahan keluarga baru yang mencapai 700-800 ribu per tahun, tentu akan menambah permintaan kebutuhan rumah terus meningkat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/16/senja-kala-negeri-matahari-terbit/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Membangun Syakhsiyah Islami Sejak Dini
Oleh. Bunga Padi
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Anak merupakan aset berharga yang tak ternilai bagi keberlangsungan sebuah keluarga, bangsa, dan peradaban. Anak yang diharapkan tentu bukanlah anak tanpa pengasuhan yang baik dan pendidikan yang benar. Tetapi anak yang sejak dini telah mendapatkan pembinaan keimanan dan pembiasaan ketaatan (ibadah). Pendidikan pembentukan pola pikir (aqliyah) dan sikap islami (nafsiyah), memperluas tsaqafah Islam, mengasah kecerdasan intelektual, dan pembinaan interaksi sosial kemasyarakatan.
Anak merupakan karunia Allah yang terlahir fitrah, ia bagaikan kertas putih yang siap menampung segala torehan tinta. Jika tinta kebaikan yang menjadi warnanya, maka anak akan jadi baik. Pun begitu sebaliknya. Hal ini telah termaktub dalam surah Al-A’raf ayat 172, firman-Nya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.'”
Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan dalam membentuk akidah dan akhlak anak islami, di antaranya:
Pertama, penanaman keimanan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/01/membangun-syakhsiyah-islami-sejak-dini/family/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ibu-Ibu Smart dan Salihah dengan Mengaji
Oleh. Haifa Eimaan
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Jemawa sebagai anak presiden pertama Indonesia dan pernah menjadi presiden, Megawati kembali nyinyir pada ibu-ibu. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah ibu-ibu yang rajin menghadiri pengajian. Mantan presiden ke-5 ini benar-benar tidak habis pikir terhadap ibu-ibu yang sangat rajin menghadiri pengajian. Dia mengemukakan opininya saat diundang menjadi pembicara kunci dalam acara Kick of Meeting Pancasila dalam Tindakan Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting dan Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan yang diselenggarakan oleh BKKBN bersama beberapa instansi terkait pada 16 Februari lalu. (hidayatullah.com, 19-02-2023)
Dari pernyataannya itu, sangat jelas Megawati menuduh ibu-ibu yang hadir di pengajian membiarkan anaknya tidak terurus hingga berkontribusi pada tingginya angka tengkes. Padahal tuduhan itu sama sekali tidak berdasar. Biasanya ibu-ibu pergi ke pengajian setelah rumah bersih cling, meja makan penuh dengan masakan menggugah selera, si kecil sudah kenyang dan wangi saat akan berangkat. Malah saat ini banyak ibu-ibu muda yang membawa serta balitanya. Di tempat pengajian, panitia kerap menyediakan arena bermain yang aman bagi para balita lengkap dengan kakak-kakak panitia yang menemaninya.
Dengan suasana nyaman begini, sudah pasti ibu-ibu makin senang. Belum lagi materi yang disampaikan selalu berganti tema. Adakalanya tentang ilmu pengasuhan, kiat menjadi ibu rumah tangga salihah, menjadi istri dambaan suami, wanita yang dirindu surga, dan berbagai materi terkait masalah fikih dan inspiratif lainnya. Materi-materi semacam ini sudah pasti bakal mendorong para ibu makin sayang dan merawat buah hatinya dengan baik.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/26/ibu-ibu-smart-dan-salihah-dengan-mengaji/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menyoal Peran PBB terhadap Kebiadaban Israel
Oleh. Nur Rahmawati, S.H.
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Mendidih darah ini, menyaksikan kebiadaban Israel terhadap Palestina. Serangan masif zionis yang dipertontonkan di mata kita, terus berulang. Akuilah, ada lubang menganga dalam keimanan kita tersebab ketidakberdayaan itu. Akuilah, ada rasa yang terus menyesakkan dada menyaksikan darah-darah saudara seakidah mengalir di tangan-tangan zalim teroris Israel. Namun, ketidakberdayaan sebagai saudara seakidah inilah yang semakin menyanyat sukma.
Kebiadaban zionis Israel baru-baru ini terjadi kembali. Penembakan seorang bocah Palestina di Tepi Barat, yakni sebuah wilayah yang telah diduduki Israel sejak Perang Enam Hari pada 1967. Berdasarkan perhitungan resmi, dilansir AFP, pada tahun ini setidaknya sudah ada 46 korban jiwa Palestina yang gugur (cnnindonesia.com, 13/2/2023).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/17/menyoal-peran-pbb-terhadap-kebiadaban-israel/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Endemi ‘Demam Keong’ Bukti Negara Omong Kosong?
Oleh. Nur Rahmawati, S.H.
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Belum hilang dalam ingatan ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan melumpuhkan banyak aktivitas manusia. Kini, ratusan warga di Sulawesi Tengah terserang demam keong. Penyakit yang terbilang mudah penyebarannya ini tidak bisa dipandang sepele.
Sebanyak 256 kasus demam keong di Sulawesi Tengah belum mampu diatasi dengan baik. Menurut Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, kesulitan memberantas si keong disebabkan tempat berkembangnya yang sangat kecil seperti di daun. Sehingga, demam keong masih sulit dieradikasi. (detik.com, 15/2/2023)
Gejala Demam Keong
Seseorang yang terinfeksi parasit Schistosoma awalnya akan mengalami ruam dan gatal pada kulitnya. Setelah satu sampai dua bulan akan muncul gejala berbeda, seperti demam, menggigil, nyeri otot, dan batuk. Reaksi ini terjadi pada tubuh akibat larva dari cacing, bukan karena cacing itu sendiri. Inilah gejala awal penyakit demam keong.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/26/endemi-demam-keong-bukti-negara-omong-kosong/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Berjuanglah
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.Com-Tertunduk lesu menatap layar dengan sederetan nama. Kecewa kala tak ada namamu di sana. Perih merayapi hati. Pupus sudah harapan.
Ingin marah dan menangis, tetapi inilah realitas kehidupan yang ada. Kenyataan hidup yang diterima oleh kebanyakan anak negeri ini. Akhirnya, kau merasakan jua. Gagal dalam menapaki satu tahap pendidikan di tempat yang diinginkan. Bukan karena tak mampu, tetapi lebih karena sistem yang lemah dan penuh celah.
Sabarlah. Pasti ada hikmah di balik kegagalan ini. Ingatlah bahwa sabar itu berada pada entakan pertama. Memang sakit, tetapi itu hanya sebentar saja. Berusahalah untuk melewatinya. Jika berhasil, maka selanjutnya akan lebih mudah bagimu berjalan. Aku tahu bahwa bicara memang lebih ringan daripada melakukannya. Namun, bagaimanapun juga hidup harus terus berlanjut.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/20/berjuanglah/motivasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ajak Investor Asing Sama dengan Mengundang Penjajah?
Oleh. Muthiah Al Fath
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Presiden Jokowi dikabarkan akan memberikan konsesi nikel pada Tesla jika mau berinvestasi di Indonesia. Keputusan ini didukung oleh Direktur Minerba Kementerian ESDM, M. Idris Sihite, dengan alasan bahwa berinvestasi dengan perusahaan Elon Musk dapat mengangkat reputasi Indonesia. Bekerja sama dengan perusahaan besar Amerika yang memiliki reputasi bagus, akan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat baik dan kondusif untuk para investor.
Pemerintah memang telah beberapa kali merayu Tesla untuk berinvestasi di sektor manufaktur baterai dan mobil listrik sejak tahun 2020. Demi memuluskan rencananya, pemerintah akan memberikan insentif berupa keringanan pajak dalam konsesi tambang nikel nantinya. (detikfinance.com, 2/2/2023)
Dalam sistem kapitalisme, sektor investasi asing menjadi satu-satunya harapan negara berkembang demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun, benarkah langkah tersebut akan membawa kesejahteraan atau malah sebaliknya?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/11/ajak-investor-asing-sama-dengan-mengundang-penjajah/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Maraknya Human Trafficking, Bukti Gagalnya Negara Menyejahterakan Rakyat?
Oleh. Arlina Fazri
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Sindikat perdagangan melalui pekerja migran Indonesia atau PMI, ditangkap polisi di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Modus yang dilakukan oleh para pelaku kepada calon korbannya di luar negeri adalah dengan menjanjikan gaji yang menggiurkan.
Ada tiga tersangka yang berhasil ditangkap, mereka adalah RC alias UR (43) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga asal dari Lebak Provinsi Banten. Lalu BM alias O bin M (46) sebagai wiraswasta, dia berperan memberangkatkan calon migran Indonesia yang berasal dari Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dan terakhir MAB (49), yang berprofesi sebagai karyawan swasta asal Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur (Liputan6.com,11/02/3023).
Kejahatan human trafficking atau perdagangan orang, bukan permasalahan baru di negeri ini. Setiap tahun kasusnya terus meningkat. Perdagangan orang merupakan permasalahan yang meluas, tidak hanya terjadi di negeri ini, tapi terjadi juga di seluruh dunia.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/16/maraknya-human-trafficking-bukti-gagalnya-negara-menyejahterakan-rakyat/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Semua Bukan Milik Kita
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Setiap kita tentu pernah punya sesuatu yang tiba-tiba hilang dan tak kembali. Baik itu barang kecil, hingga harta berharga. Apakah itu teman, anggota keluarga (anak, istri, suami), atau bahkan orang tua kita. Pekerjaan, harta benda (rumah, mobil), tabungan, dan lainnya seketika tiada. Kira-kira siapa yang mengambilnya? Padahal kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaganya. Akan tetapi, yakinkah itu semua milik kita? Bukankah kita sudah paham bahwa seisi dunia ini hanya milik Allah? Bahkan ruh manusia pun hanyalah titipan-Nya? Benar, semua hanya titipan dan suatu saat pasti akan diambil kembali.
Termasuk harta dunia yang sering membuat kita lupa. Disebabkan kita merasa telah bekerja keras mencurahkan segala potensi untuk meraihnya, mendapatkan, dan mengumpulkannya. Sehingga kita merasa itu adalah hak dan pencapaian kita. Maka hal itu memunculkan sifat pelit dalam diri, tak mau berbagi, dan takut kehilangan. Kita akan marah, sedih, dan tidak terima ketika harta kita berkurang. Padahal sebuah pinjaman, siap atau tidak, setiap saat pasti akan diminta kembali oleh pemiliknya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/semua-bukan-milik-kita/motivasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Protect Great Barrier Reef with the Great System
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Australia menolak pembangunan tambang demi melindungi terumbu karang. Pemerintah Australia memblokir pembukaan sebuah tambang batu bara dengan undang-undang lingkungan. Hal ini patut diapresiasi.
Benarkah tujuan penolakan tersebut demi menjaga lingkungan? Bisakah undang-undang atau kebijakan yang ada selama ini melindungi lingkungan dari ancaman kerusakan? Bagaimana ikhtiar Islam dalam memelihara kelestarian lingkungan?
Great Barrier Reef
Satu hal yang sangat terkenal dari Australia adalah adanya Great Barrier Reef (GBR) atau Karang Penghalang Besar (KPB). Ia tidak hanya menjadi aset penting Australia, tetapi juga menjadi warisan dunia. Keberadaannya diakui secara internasional sebagai harta dunia yang harus dijaga.
Great Barrier Reef merupakan sistem terumbu karang yang paling besar di dunia. Terumbu karang raksasa ini terbentuk dari jutaan organisme kecil yang disebut polip koral. Kawasan GBR terdiri dari kurang lebih 3.000 karang dan 900 pulau yang membentang sepanjang 2.600 km di lepas pantai Queensland, Australia. Sebagian besar wilayah karang ini berada dalam perlindungan Great Barrier Reef Marine Park (Taman Laut Karang Penghalang Besar).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/17/protect-great-barrier-reef-with-the-great-system/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed