
Sign up to save your podcasts
Or


Tuntas Berantas Miras, Mungkinkah?
Oleh. Lussy Deshanti Wulandari
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Bulan Ramadan sebentar lagi akan tiba. Untuk menjaga suasana agar kondusif, maka jajaran kepolisian di berbagai wilayah melakukan operasi penyakit masyarakat dengan razia miras (minuman keras). Tujuannya, agar masyarakat merasa aman dari dampak miras.
Di Bogor, Polresta Bogor menggelar razia ke sembilan tempat hiburan malam (THM) di Kota Hujan. Sebanyak 298 botol miras dari berbagai merek dan jenis disita. Di Tangerang Selatan (Tangsel), Satpol PP Kota Tangsel juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat hiburan. Dari hasil sidak tersebut, sebanyak 399 minuman beralkohol diamankan untuk dimusnahkan.
Operasi razia pun digelar Polres Indramayu di beberapa warung remang-remang yang diketahui menjadi lokasi jual beli minuman keras. Dari hasil razia tersebut, sebanyak 130 botol miras dengan berbagai merek berhasil diamankan. Begitu juga di wilayah lain, operasi razia miras jelang Ramadan pun digelar.
Upaya ini tampak baik, demi menghormati bulan suci dan mengurangi dampak miras yang menjadi pemicu kejahatan dan keresahan di masyarakat. Tetapi, sangat disayangkan jika razia miras ini hanya dilakukan menjelang bulan Ramadan saja. Bukankah masyarakat membutuhkan jaminan keamanan setiap saat?
Tak hanya itu, razia miras ini pun hanya menyasar pada miras ilegal, yaitu miras yang tak memiliki izin sebagaimana peraturan daerah yang ditetapkan. Ini artinya, jika legal, miras masih boleh diperjualbelikan, seperti miras yang dijual di hotel, bar, restoran, atau tempat lain sesuai peraturan perundang-undangan. Bukti lainnya, pabrik miras pun masih terus beroperasi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/15/tuntas-berantas-miras-mungkinkah/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Siniar Keren NarasiPost.Com
Oleh. Haifa Eimaan
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Yuk, Berkenalan dengan Siniar
Siniar. Siapa yang membaca kosakata baru ini lalu berlari ke KBBI daring atau membuka aplikasi kamus di ponsel? Setelah didapat jawaban kemudian menggumam, “Oh, ternyata ini padanan kata anu. Oke, catat!”
Siapa yang mengerutkan kening dengan benak memindai cepat mencari kosakata siniar yang mungkin terselip di antara jutaan kata di memori otak? Kakak yang duduk sembari senyum-senyum memegang ponsel, ternyata kita sebelas dua belas. Awalnya saya pun begitu. Tidak paham makna siniar.
Pertanyaan selanjutnya, siapa yang mengira Siniar adalah si Niar, nama salah satu tim editor NP? Lalu otak berusaha mengingat keras nama-nama tim redaksi yang menyapa tiap pagi. Ah, ternyata nama yang berulang kali muncul di kepala hanya satu nama, Mbak Dia Dwi Arista. Bila ada anugerah admin grup paling ramah, saya menominasikan Mbak Dia.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/07/siniar-keren-narasipost-com/challenge-true-story/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
The Mukaab, Akankah Bernasib Seperti Gereja Abrahah?
Oleh. Ragil Rahayu, S.E.
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Dulu, Abrahah membuat gereja nan megah bernama Al-Qullais di Yaman. Maksud hati hendak menyaingi Ka'bah, ternyata gereja itu sepi, bahkan menjadi tempat orang buang kotoran. Abrahah pun geram dan hendak menghancurkan Ka'bah. Namun, belum sampai di tujuan, pasukannya sudah dihabisi oleh burung yang datang berbondong-bondong (ababilan).
Inilah tamsil orang sombong. Sudah punya kuasa lalu banyak maunya. Sampai-sampai "rumah Allah" pun hendak dia kalahkan. Orang sombong begini, mudah saja bagi Allah Taala untuk mematikannya. Cukup dengan mengirim makhluk-Nya berupa burung untuk melemparkan kerikil dari neraka. Seketika habislah kesombongan Abrahah dan pasukannya. Peristiwa ini terjadi 50 hari sebelum lahirnya Rasulullah yang mulia.
"Ka'bah" Baru
Kini, belasan abad setelah sang Rasul wafat, ada umatnya yang sombong laksana Abrahah, hendak melakukan hal yang serupa. Hari ini, bukan gereja yang dibangun, tetapi The Mukaab. Yaitu sebuah gedung berbentuk kubus seperti Ka'bah yang merupakan kota di dalam kota. Pangeran MbS membangunnya di Distrik New Murabba, Riyadh.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/06/the-mukaab-akankah-bernasib-seperti-gereja-abrahah/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Akankah Kesalehan Individual Membawa Kebangkitan Umat?
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Sebagaimana telah dimaklumi, kebangkitan Islam adalah benar, karena telah dijanjikan oleh Allah. Sebagai seorang muslim, merupakan kewajiban untuk meyakini janji itu. Maka umat Islam pun mulai berbondong-bondong melakukan upaya-upaya demi mewujudkan perubahan menuju kebangkitan itu. Dari fenomena hijrah dari berbagai kalangan, banyaknya rumah-rumah tahfiz, menjamurnya sekolah Islam terpadu, hingga dakwah penerapan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai negara Khilafah.
Mengapa Islam harus bangkit? Bukankah umat Islam baik-baik saja? Mereka masih bisa berislam, masih bisa beribadah? Masih bisa salat, puasa di bulan Ramadan, masih bisa naik haji, masih bisa nikah secara Islam, dan lain-lain. Bukankah hanya Palestina saja yang terjajah dan belum mempunyai kedaulatannya sendiri? Selebihnya baik-baik saja. Adakah kaum muslim yang berpikiran demikian? Jika ada, maka sudah dipastikan dia adalah orang awam, atau mungkin telah teracuni pemikiran sekuler, atau mungkin juga seorang apatis yang tak peduli dengan agamanya.
Islam hari ini adalah Islam dengan segala keterpurukan di segala dimensi. Keindahan Islam tak tercermin dalam segala hal. Umat Islam sendiri bahkan tidak menampakkan identitas Islam itu sendiri. Meski menjadi umat terbesar kedua di dunia, kaum muslimin seakan hanya menjadi penggembira dan objek siasat keji kaum kuffar. Umat Islam seakan kehilangan profilnya dan menjadi wayang, sesuai apa yang ada di skenario musuh-musuhnya. Tanpa berkutik, tanpa ada inisiatif untuk berani menyuarakan kebenaran Islam, dan akhirnya hanya menjadi pembebek, tunduk pada apa yang orang kafir agendakan, meskipun itu menginjak-injak kemuliaan Islam. Miris.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/03/akankah-kesalehan-individual-membawa-kebangkitan-umat/syiar/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Fitrah Ibu Tercerabut dalam Sistem Sakit
Oleh. Dr. Suryani Syahrir, S.T., M.T.
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Masih hangat berita terkait seorang ibu muda di Jambi (25) yang mengalami kelainan seks, jika tidak ingin disebut hyper sex. Di mana ibu tersebut melampiaskan nafsu bejatnya ke 17 anak usia sekolah dengan kisaran usia SD sampai SMP (detik.com, 8/2/2023). Suami tersangka pun membenarkan ke pihak kepolisian jika perilaku sang istri memang sangat aneh dan di luar nalar sehat. Bahkan mengancam akan mencincang bayinya jika sang suami tidak ingin melayani keinginan seksnya. Naudzubillah!
Potret rusaknya kehidupan akibat penerapan sistem rusak makin tak terkendali. Berbagai fenomena perilaku penyimpangan seksual terus dipertontonkan di negeri ini. Sebelumnya, banyak fakta terkait hubungan sedarah/senasab (inses) terjadi di tengah makin kompleksnya problem hidup. Bahkan, hal itu tidak pernah dilakukan sebelumnya, hewan pun tidak melakoninya.
Tatanan keluarga Indonesia makin terkoyak. Walau beragam kebijakan ditempuh penguasa, tetapi tak mampu membendung tsunami informasi yang mengantarkan pada kebebasan berperilaku. Kondisi ini meniscayakan merebaknya seks bebas. Diperparah kondisi keimanan dari lingkungan keluarga sangat minim. Sempurnalah support system dalam menghasilkan kerusakan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/fitrah-ibu-tercerabut-dalam-sistem-sakit/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kebakaran Depo Plumpang, Pengabaian Negara yang Nyata Terpampang
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Jumat malam yang mencekam. Sebuah Depo Pertamina yang berdekatan dengan pemukiman warga meledak dan terbakar. Ledakannya tak ayal mengempaskan apa saja yang ada di dekatnya. Api juga menyambar rumah-rumah warga. Suasana mendadak hiruk pikuk. Warga berhamburan menyelamatkan diri. Jerit tangis menghiasi malam yang harusnya mulai terlelap.
Angin yang kencang membuat api makin berkobar. Depo Pertamina Plumpang itu mengalami kebakaran hebat. Akibatnya, banyak warga yang tinggal di dekat situ menjadi korban, meninggal, terluka, dan kehilangan rumah. Apa sebenarnya penyebab kebakaran di Depo Plumpang? Benarkah ini karena buruknya tata kelola? Seperti apakah Islam dalam melihat masalah ini?
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2023/03/09/kebakaran-depo-plumpang-pengabaian-negara-yang-nyata-terpampang/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ketika Tontonan Jadi Panutan
Oleh. R. Raraswati
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Perilaku amoral Mario Dandy mengisi setiap berita di televisi, media online maupun cetak. Sebagaimana dikabarkan tvonenews.com (27/2/2023), Mario, anak mantan pejabat negara Ditjen Pajak telah memukul, menendang, hingga menginjak kepala bagian belakang David. Kasus Mario tersebut merupakan satu dari beberapa kasus pemuda lain yang berperilaku serupa. Jika diamati, perilaku tersebut tidak lepas dari tontonan yang meracuni pikiran penontonnya, khususnya para pemuda. Mereka menjadikan tontonan sebagai panutan.
Pengaruh Tontonan
Emosi pemuda mudah tersulut di sistem sekuler ini. Mereka telah kehilangan panutan, sehingga tontonan menjadi tuntunan. Mirisnya, panutan yang benar justru menjadi tontonan semata. Sebagai contoh, ketika ada anak-anak muda rajin membaca Al-Qur’an, mestinya bisa dijadikan panutan karena begitulah seharusnya sebagai muslim. Namun, masyarakat sekadar menjadikannya sebagai sebuah tontonan, bahkan mereka dan media terkadang merespons negatif. Mereka menganggap pemuda yang suka baca Al-Qur’an telah ikut kelompok radikal, aliran keras, berbahaya, dan sebagainya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/07/ketika-tontonan-jadi-panutan/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Keutamaan dan Peristiwa Penting di Bulan Syakban
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Tak terasa bulan Syakban telah kita masuki. Bulan yang terletak antara dua bulan suci, yaitu setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadan ini mempunyai banyak keutamaan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun mencontohkan beberapa amalan yang bisa dilakukan pada bulan ini, dan memperbanyaknya sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan. Nama Syakban diambil karena pada bulan ini banyak orang Arab yang berpencar untuk mencari air atau berpencar di gua-gua setelah bulan Rajab.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata dalam Majmu’ Fatawa, 20/25-33 bahwa,
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/02/keutamaan-dan-peristiwa-penting-di-bulan-syakban/syiar/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pencarian Cinta Terindah
Oleh. Nur'Aini Ummu Qilas
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Sudah menjadi fitrah manusia untuk merasakan jatuh cinta. Suatu rasa yang bisa mendorong dengan kuat untuk meraihnya dan akan selalu ingin bersamanya. Bahkan, berkorban pun dirasakan sebagai suatu kebahagiaan.
Begitu pun yang pernah aku alami. Ketika merasa terpesona dengan sesuatu yang membuat hati ini tersentuh dan benar-benar memberikan pencerahan dalam pemikiran ini. Tepatnya ketika masa kuliah dulu.
Setelah ayahku meninggal, saat itu usiaku baru 10 tahun. Aku merasa kehilangan. Entah kenapa sering kali hati ini merasa hampa, aneh, dan entah menginginkan apa. Seolah ada yang harus kucari tetapi belum aku temukan juga. Suatu yang aku sendiri tidak mengerti. Yang pasti aku ingin lebih baik untuk diriku dan untuk orang tuaku, juga untuk sesama.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/03/pencarian-cinta-terindah/story/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Membangun Indonesia Emas dalam Perspektif Islam
Oleh. Diyani Aqorib
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Apa yang ada dalam benak kalian ketika mendengar istilah negara maju? Tentu gambaran sebuah negara dengan teknologi canggih, strata ekonomi penduduknya tinggi, segala fasilitas umum yang mumpuni, serta mayoritas penduduknya pekerja keras. Mungkin itu sebagian gambaran tentang negara maju yang ada di benak masyarakat kita. Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Sedari dulu Indonesia masuk dalam kelompok negara berkembang. Sebuah istilah yang memang sengaja disematkan oleh negara-negara Barat, untuk memberikan citra negatif kepada negara miskin bekas jajahan yang mulai menggeliat untuk membangun negaranya. Padahal, kemiskinan tersebut terjadi akibat perampokan yang dilakukan oleh negara-negara Barat tersebut.
Kini ketika Indonesia sedang berusaha menjadi negara maju berbagai potensi terus dikembangkan. Semua yang dianggap sebagai peluang terus digali. Terutama menjelang 100 tahun usia kemerdekaan Indonesia di tahun 2045 nanti. Visi Indonesia emas pun digulirkan demi meraih cita-cita menjadi negara maju dan unggul.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/07/membangun-indonesia-emas-dalam-perspektif-islam/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed