
Sign up to save your podcasts
Or


Suka Duka Menulis Opini di NarasiPost.Com
Oleh. Heni Rohmawati, S.E.I.
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Tak terasa sudah memasuki tahun ke-3 lamanya diriku berkecimpung dalam tulisan opini di NarasiPost.Com. Suka dan duka mengiringi perjalanan selama ini. Meski tidak banyak duka, tapi memang media ini berbeda dari kebanyakan media online yang kukenal. Lebih banyak sukanya.
Awal mula berkenalan NarasiPost.Com adalah saat mengikuti ruang Zoom me- launching media ini. Bersama dengan para penulis ideologis yang lain, dan dari berbagai daerah, bahkan pemrednya berada di negeri nun jauh di sana. Iya, beliau di Sydney, Australia. Mom Andrea aku kerap menyebutnya. Ini juga menurutku sesuatu yang unik. Jarang ada media dengan penulis mayoritas warga Indonesia, tapi owner-nya adalah orang Australia. Makin kepo deh sampai sini.
NarasiPost.Com yang khas dengan jargonnya, “Cerdas Dalam Literasi Media, Bijak Menangkap Peristiwa Kunci”, memang sesuai realitasnya. Paling mantul TOR-TOR-nya, dan seabrek banyaknya. Serunya lagi, tulisan opini hanya diberi waktu maksimal 1 pekan untuk menyelesaikannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/15/suka-duka-menulis-opini-di-narasipost-com/challenge-true-story/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Nasib Indonesia Terjepit AUKUS
Oleh. Ragil Rahayu, S.E.
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Konstelasi politik di kawasan Asia Pasifik makin menghangat. Pada Senin (13-3-2023) lalu, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese mengadakan pertemuan trilateral AUKUS di San Diego, California, Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, ketiga negara mengumumkan kerja sama dalam penyediaan kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia (kompas.id, 16-3-2023).
Penyediaan kapal selam ini merupakan peningkatan besar bagi militer Australia dan menjadikannya sebagai negara kedua, setelah Inggris, yang menerima teknologi propulsi nuklir elit dari AS. Kapal selam bertenaga nuklir tersebut akan beroperasi lebih jauh dan lebih cepat daripada kapal selam bertenaga diesel yang dimiliki negara Kanguru tersebut. Kapal selam ini juga bisa melakukan serangan jarak jauh terhadap musuh.
Keberadaan kapal selam ini tentu membuat pihak lain di kawasan merasa ketar-ketir. Indonesia telah meminta Australia agar tetap konsisten memenuhi kewajibannya sesuai rezim non-proliferasi senjata nuklir dan IAEA Safeguards dan menyepakati mekanisme verifikasi oleh IAEA.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/24/nasib-indonesia-terjepit-aukus/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Membongkar Rasuah, Serius?
Oleh. Ragil Rahayu, S.E.
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Borok korupsi di negeri ini makin tampak menganga. Sebagai buntut dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy, kekayaan ayahnya, yaitu Rafael Alun yang merupakan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menjadi sorotan publik. Selain memiliki kekayaan yang jumlahnya tidak wajar, Rafael juga diduga terlibat dalam kasus transaksi janggal yang nilainya mencapai Rp500 miliar.
Kasus Rafael pun menyeret banyak pihak hingga akhirnya Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ikut disorot publik. Perkembangan terbaru, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud M. D. menyatakan adanya pergerakan uang yang mencurigakan senilai Rp300 triliun di Kemenkeu. Mahfud mengungkap bahwa uang itu berputar di Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai. Diduga ada 69 orang di Kemenkeu yang memiliki transaksi jumbo hingga ratusan miliar (kumparan.com, 9-3-2023).
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan tentang aliran dana janggal Rp300 triliun yang mengalir lewat pegawai Kemenkeu. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan hampir 200 informasi hasil analisis kepada Kemenkeu selama rentang 2009—2023. Informasi tersebut terkait beberapa nama pegawai Kemenkeu yang terlibat (CNBC Indonesia, 10-3-2023).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/21/membongkar-rasuah-serius/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Peradilan Islam Adil dan Bebas Biaya
Oleh. Firda Umayah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Sobat, sudah jadi hal yang biasa kalau di sistem demokrasi saat ini semua serba mahal dan bayar. Benar, ‘kan? Mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, pelayanan publik sampai ke ranah peradilan semua pakai uang. Kalaupun ada subsidi atau dana bantuan, sama saja. Enggak bisa gratis 100%. Butuh modal untuk mengurus administrasi lah atau beli keperluan yang enggak bisa disubsidi lah, dll.
Termasuk dengan kabar yang sedang hangat saat ini tentang sistem peradilan di bumi khatulistiwa. Dilansir dari detik.com pada 12 Maret 2023, Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham dikabarkan mengeluarkan dana sebesar Rp56 miliar untuk bantuan hukum kepada masyarakat miskin yang beperkara di pengadilan. Masyarakat miskin dianggap enggak mungkin bisa bertindak sendiri dan butuh bantuan. Ya, jelas aja sih. Karena ngurus perkara di pengadilan itu memang butuh dana untuk bayar pengacara, administrasi, dll.
Untuk mendapatkan bantuan dana mengurus perkara hukum ini, masyarakat miskin harus mendaftarkan dirinya dengan sejumlah administrasi yang harus dilakukan. Masyarakat yang melapor juga harus konsultasi dulu ke Law Center di BPHN yang ada di Cililitan. Kebayang, ‘kan, Sob. Betapa rumit prosedur untuk mendapatkan keadilan dalam sistem peradilan yang berbasis demokrasi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/20/sistem-peradilan-islam-adil-dan-bebas-biaya/teenager/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Suka Duka Menulis Opini di NarasiPost.Com
Oleh. Heni Rohmawati, S.E.I.
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Tak terasa sudah memasuki tahun ke-3 lamanya diriku berkecimpung dalam tulisan opini di NarasiPost.Com. Suka dan duka mengiringi perjalanan selama ini. Meski tidak banyak duka, tapi memang media ini berbeda dari kebanyakan media online yang kukenal. Lebih banyak sukanya.
Awal mula berkenalan NarasiPost.Com adalah saat mengikuti ruang Zoom me- launching media ini. Bersama dengan para penulis ideologis yang lain, dan dari berbagai daerah, bahkan pemrednya berada di negeri nun jauh di sana. Iya, beliau di Sydney, Australia. Mom Andrea aku kerap menyebutnya. Ini juga menurutku sesuatu yang unik. Jarang ada media dengan penulis mayoritas warga Indonesia, tapi owner-nya adalah orang Australia. Makin kepo deh sampai sini.
NarasiPost.Com yang khas dengan jargonnya, “Cerdas Dalam Literasi Media, Bijak Menangkap Peristiwa Kunci”, memang sesuai realitasnya. Paling mantul TOR-TOR-nya, dan seabrek banyaknya. Serunya lagi, tulisan opini hanya diberi waktu maksimal 1 pekan untuk menyelesaikannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/15/suka-duka-menulis-opini-di-narasipost-com/challenge-true-story/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bread Fruit, Buah Lokal yang Mendunia
Oleh. Haifa Eimaan
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Pernahkah mendengar nama buah roti (bread fruit)? Belum ya? Bagaimana kalau buah sukun? Untuk buah yang satu ini pasti sudah familier bahkan sering mengudapnya ‘kan? Atau adakah yang juga belum tahu sama sekali dengan keberadaan buah ini?
Bread fruit adalah sebutan bangsa Eropa untuk buah sukun. Saat muda kulitnya berwarna hijau terang, bentuknya bulat memanjang, sepintas tampak berduri tajam seperti nangka, tetapi faktanya tidak berduri tajam. Saat tua warna kulitnya berubah menjadi kuning hingga kecokelatan. Teksturnya yang empuk ketika matang dan aromanya setelah dipanggang yang sangat mirip roti, maka jadilah dinamakan buah roti oleh bangsa Eropa. Sukun mengkal rasanya juga mirip kentang. Ya, karena cita rasanya yang unik dan enak inilah bangsa Eropa banyak yang menyukai buah sukun.
Awal perkenalan bangsa Eropa dengan buah sukun dimulai pada tahun 1769. Sir Joseph Banks yang merupakan ketua perkumpulan kaum ningrat Inggris (President Royal Society) sekaligus seorang ahli botani berusaha mencari sumber pangan yang murah, tetapi kaya energi untuk konsumsi para budak. Ia memulai perjalanan lautnya ke wilayah Asia Tenggara bersama James Cook. Di kawasan tropis inilah untuk pertama kalinya Banks bertemu buah sukun dan menjulukinya bread fruit. Misinya menemukan sumber pangan baru terjawab oleh buah sukun (bread fruit).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/02/14/bread-fruit-buah-lokal-yang-mendunia/food/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Beropini dengan Ciri Khas Sendiri
Oleh. Isty Da’iyah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk tetap menyediakan gelas kosong, sebagai sarana menimba ilmu yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas ilmu menulis. Sebagaimana pada malam Minggu kali ini, NP kembali mengadakan sharing ilmu untuk para kontributornya.
Mengambil tema “Beropini dengan Ciri Khas Sendiri” dengan pemateri dari penulis intinya NP yakni Mbak Sartinah. Bagi penikmat webnya NP, nama Sartinah pasti sudah tidak asing lagi. Selain produktifitasnya dalam menulis opini, tulisannya juga sangat memberi warna dan ciri khas tersendiri ditiap minggunya.
Sehingga sayang jika momen sharing ini terlewatkan begitu saja. Alhamdulillah, antusiasme peserta membludak. Terbukti peserta yang hadir hampir mencapai 50 peserta. Dengan peserta yang bertanya hampir 20 pertanyaan. Keren kan…..
Mbak Sartinah, memaparkan jika kita ingin menulis opini dengan gaya sendiri itu ada 3 ketentuan di antaranya:
Pertama, meniru (imitasi). Kedua, menguasai (mastery). Ketiga, mengembangkan atau memperbarui (inovasi).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/15/beropini-dengan-ciri-khas-sendiri/testimoni/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Rumah bagi Penulis Ideologis
Oleh. Yana Sofia
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-NarasiPost.Com itu khas dan unik! Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan media yang memiliki slogan “Cerdas dalam Literasi Media, Bijak Menangkap Peristiwa Kunci” yang telah menjadi rumah bagi penulis untuk menuangkan segala ide dan onak di hati, khususnya di rubrik motivasi dan teenager.
Sedikit penulis gambarkan tentang media keren ini, Guys! Sepanjang penulis menjadi kontributor tetap yang kini bertransformasi menjadi Tim Penulis Inti NP, bagi penulis sungguh tidaklah mudah mengikuti ritme gerak NP yang semakin cepat dan menukik tinggi, sementara penulis memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengikutinya.
Lantas, bagaimana caranya penulis bertahan? Apa yang penulis lakukan untuk mampu memikul amanah besar ini, dalam keterbatasan ilmu literasi dan kekurangan dalam tsaqafah, sementara penulis dituntut untuk menghasilkan karya yang tajam analisis politisnya?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/25/rumah-bagi-penulis-ideologis/challenge-true-story/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tuntunan Islam Sudah Jelas terhadap Israel
Oleh. Aya Ummu Najwa
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Kantor Berita AFP pada Sabtu (4/3/2023) melansir, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang merupakan anggota sayap kanan pemerintah koalisi Israel, pada hari Rabu lalu melontarkan pernyataan kontroversialnya. “Saya pikir Huwara perlu dimusnahkan. Saya pikir Negara Israel harus melakukannya,” cetus Smotrich. Seperti diketahui, beberapa hari setelah penembakan terhadap dua orang pemukim Israel, ratusan pemukim Yahudi melakukan penyerangan terhadap Kota Huwara di Tepi Barat.
Meski belakangan, dia mengklarifikasi di akun Twitter-nya bahwa dia tidak bermaksud memusnahkan Huwara, tetapi hanya bertindak seperti yang ditargetkan terhadap para teroris. Namun, hal itu telah menimbulkan banyak reaksi dari negara lain seperti Saudi Arabia dan juga Qatar, walaupun hanya mengecam pernyataan tersebut. Namun begitulah Israel, negara penjajah yang tak ada henti-hentinya menebar kerusakan di bumi Palestina.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia dan Israel sejatinya tidak mempunyai hubungan diplomatik. Namun beberapa bulan yang lalu, dikarenakan Indonesia dan Israel sama-sama lolos Piala Dunia U20 2023, maka Indonesia pun harus menjamu Timnas Israel, sesuai dengan peraturan FIFA. Indonesia sendiri sudah dipastikan akan menerima Timnas Israel yang lolos ke Piala Dunia U20 2023. Israel termasuk salah satu dari total 24 negara yang akan bertanding pada Piala Dunia U20 2023 di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni 2023. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kepada Kompas.com (2/3/2023).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/12/tuntunan-islam-sudah-jelas-terhadap-israel/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Masalah dan Ruang di Hati
Oleh. Yana Sofia
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.Com-Sahabat, apakah kamu pernah berpikir bahwa mungkin masalah yang kita hadapi tidak besar? Bisa saja hati kitalah yang terlalu sempit, sehingga masalah berdesak-desakan membuat dada terasa penuh dan sesak.
Ya! Andai kita mau berupaya melapangkan ruang di hati, agar menjadi lebih luas lagi. Mungkin hati kita bisa menampung beban, di mana orang lain pun mampu. Lalu, kita pun mampu berkiprah di tengah masyarakat. Penuh keberanian melewati berbagai kenyataan pahit, berupa masalah yang datang silih berganti.
Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk meluaskan hati? Bagaimana caranya agar kita kuat menghadapi terpaan masalah dan tetap berkiprah di tengah masyarakat dengan percaya diri?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/20/masalah-dan-ruang-di-hati/motivasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed