
Sign up to save your podcasts
Or


Ketika Hari Telah Fitri
Oleh. Dewi Kusuma
(Kontributor NarasiPost.Com dan Pemerhati Umat)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Ramadan telah berlalu, hari raya Idulfitri pun telah terlewati. Kini telah memasuki bulan Syawal di mana khusus di bulan ini ada momen penting untuk menjalankan ibadah puasa Syawal selama enam hari.
“Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, ia akan mendapat pahala seperti setahun penuh”.(HR. Muslim)
Kadang tanpa disadari puasa Syawal ini terlewati. Banyaknya aneka makanan Idulfitri menggoda hati untuk melakukan puasa Syawal ini entar dan nanti. Padahal, begitu luar biasanya amal ibadah di bulan Syawal. Betapa Allah Swt. sangat mencintai umat-Nya. Diberikan berbagai limpahan pahala.
Allah telah memberikan keistimewaan untuk umatnya Rasulullah saw. Diberikan keluasan hingga nafas di tenggorokan. Tidak seperti umat-umat terdahulu jika ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka Allah akan langsung mengazabnya.
Sedangkan untuk umatnya Nabi Muhammad saw. diberikan penangguhan. Diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Dijadikan umat yang terakhir, sehingga selayaknya mampu untuk menelaah kisah-kisah umat terdahulu. Lebih intens untuk bisa tadarusan dan mengetahui makna yang ada dalam Al-Qur’an. Sehingga, mampu berpikir jernih untuk mempersiapkan kehidupan pascakehidupan dunia.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/04/28/ketika-hari-telah-fitri/motivasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
72 Persen Muslim Buta Aksara Al-Qur’an, kok Bisa?
Oleh.Yana Sofia
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Bestie, seperti yang kita ketahui bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk kehidupan manusia dalam mengatur masalah individu, masyarakat, bahkan negara. Al-Qur’anlah yang mampu membimbing umat menuju kehidupan yang mulia, karena di dalam Al-Qur’an berisikan pedoman hidup dan solusi berbagai masalah.
Namun sayangnya, Bestie! Saat ini jangankan untuk menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan, membaca Al-Qur’an saja mayoritas muslim tidak mampu. Di Indonesia, setidaknya ada 72 persen penduduk muslim yang buta aksara Al-Qur’an. Karenanya, wakil ketua MPR RI Yandri Susanto menyatakan kondisi ini harus segera diatasi, agar setiap muslim mampu baca Al-Qur’an. Dikutip Cnnindonesia.com, (06/03/2023).
Cukupkah Dibaca?
Allah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 9, yang artinya,
“Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.”
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/04/11/72-persen-muslim-buta-aksara-al-quran-kok-bisa/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Konten demi Eksistensi, Wujud Rendahnya Taraf Berpikir Generasi
Oleh. Rusdah
(Kontributor NarasiPost.Com, Aktivis Dakwah, dan Pegiat Pena Banua)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Tren media sosial kini semakin merajalela di kalangan generasi milenial dan Z. Berbagai jenis konten diposting ke media sosial agar viral dan mampu mendapatkan followers, likers, dan viewers yang banyak. Demi keviralan konten, terkadang para content creator tidak memperhatikan keselamatan diri dan orang lain.
Pada awal Maret 2023 lalu misalnya, seorang wanita tewas akibat menjadikan konten bunuh diri sebagai candaan ketika melakukan video calldengan temannya. Wanita berinisial W (21 tahun) tersebut berasal dari Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pada saat kejadian W sedang video calldengan teman-temannya, lalu ia menyebut hendak membuat konten gantung diri. Nahasnya, kursi yang menjadi pijakan kakinya terjatuh dan akhirnya W benar-benar terlilit kain di lehernya. Seketika itu juga teman W mendatangi kediamannya, namun setibanya di lokasi, W sudah tak bernyawa (cnnindonesia.com, 03/03/2023).
Tak hanya konten-konten berbahaya yang dilakukan anak-anak muda saat ini. Tren flexing juga masih berseliweran di media sosial. Ajang memamerkan barang-barang mewah untuk mendapatkan prestise. Tidak peduli apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau tidak, yang penting di- upload ke media sosial dan mendapatkan banyak likers.Menurut kutipan artikel dari suara.com ada beberapa faktor yang membuat seseorang melakukan flexing di media sosial di antaranya adalah kurangnya percaya diri, menarik lawan jenis, dan tekanan sosial (suara.com,26/05/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/22/konten-demi-eksistensi-wujud-rendahnya-taraf-berpikir-generasi/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dakwah Literasi bersama NarasiPost.Com
Oleh. Sekar Dina Fatimah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Seorang ustazah pernah mengatakan bahwa apa pun pekerjaan yang dilakukan, diniatkan untuk dakwah, maka dengan begitu pahala dari Allah akan terus mengalir. Dakwah sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata da’a atau yad’u yang artinya seruan, menyeru atau mengajak. Dakwah secara sederhananya bisa diartikan sebagai kegiatan menyeru atau mengajak orang lain kepada kebaikan. Hal ini berpedoman pada firman Allah yang berbunyi,
“Hendaklah ada dari kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali Imran: 104)
Kita tidak harus menjadi seorang mubaligah, ulama, ustaz, atau kiai untuk berdakwah. Semua orang bisa berdakwah dengan caranya sendiri berdasarkan bakat dan kemampuannya masing-masing. Dakwah bisa dilakukan dengan banyak cara, yaitu berdakwah dengan lisan, perbuatan atau teladan, harta, dan bisa juga melalui tulisan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/29/dakwah-literasi-bersama-narasipost-com/challenge-true-story/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ramadan Momentum Persatuan Umat Islam Dunia
Oleh. Bunga Padi
(Admin Konapost )
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com–Marhaban ya Ramadan 1444 Hijriah. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadan, yang merupakan bulan suci umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa satu bulan lamanya. Bulan penuh keberkahan dan ampunan-Nya. Oleh karenanya, siapa pun yang menjumpainya tak akan menyia-nyia limpahan pahala yang dijanjikan Allah Swt. bagi yang menunaikannya. Maka tidaklah heran, jika umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba menjalankan puasa Ramadan termasuk umat Islam Indonesia.
Alhamdulillah tahun ini, ada suasana yang tak biasa dari tahun sebelumnya, yaitu penetapan awal Ramadan, yang jatuh bertepatan hari Kamis, 23 Maret 2023 M, dilaksanakan secara serentak di seluruh dunia. Tentu merupakan kebahagiaan yang patut disyukuri. Karena tahun sebelumnya ada perbedaan dalam penentuan awal Ramadan. Masing-masing negeri muslim berbeda cara pandang dalam penetapan 1 Ramadan. Ada yang memakai metode rukyat lokal, rukiyat hilal, hisab maupun rukyat global. Akhirnya di tubuh umat terjadi perbedaan. Ada yang lebih dahulu puasa dan berlebaran, juga ada yang belakangan melaksanakan. Sangat tidak nyaman menyaksikan peristiwa tersebut. Sangat kontras dengan Ramadan yang dicontohkan Rasulullah saw.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/28/ramadan-momentum-persatuan-umat-islam-dunia/syiar/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tentang Dia, NP, dan Karyaku
Oleh. Nining Sarimanah
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Bagi warga WhatsApp Group (WAG) Konapost, sosok Mom Andrea Aussie tidaklah asing. Beliau adalah Founder sekaligus Pemred media NarasiPost.Com yang dedikasinya terhadap dunia literasi untuk dakwah Islam memang tak diragukan lagi. Meskipun, fisik beliau tidak dalam kondisi baik-baik saja, hal itu terjadi karena berbagai kecelakaan seperti terkena zat kimia, jatuh dari lantai tiga, dan kejadian lainnya hingga membuat bagian tubuhnya mengalami permasalahan serius yang harus segera ditangani oleh tenaga medis.
Kondisi itu seharusnya membuat Mom Andrea beristirahat total dan segera memeriksakan dirinya ke rumah sakit agar segera sehat dan pulih kembali sehingga bisa beraktivitas seperti biasanya. Namun, Mom Andrea justru mengabaikannya meskipun banyak saran dari warga WAG Konapost termasuk dari salah seorang dokter yang juga bagian dari member grup tersebut.
Beliau terus berjuang melaksanakan amanah untuk mendesain dan mem-publish karya para penulis ideologis agar dikenal oleh masyarakat luas hingga ke mancanegara. Alhamdulillah tak berlangsung lama pada akhirnya, Mom Andrea dirawat juga karena memang tubuhnya memiliki hak untuk segera diobati. Sungguh tanggung jawab beliau terhadap amanah dakwah jauh lebih penting dari pada dirinya sendiri!
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/25/tentang-dia-np-dan-karyaku/challenge-true-story/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kematian dan Pertemuan yang Dirindukan
Oleh. Yana Sofia
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Setiap insan yang beriman, pastinya merindukan hari-hari beribadah di bulan Ramadan. Karenanya, ia menunggu Ramadan dengan perasaan harap dan cemas. Ada khawatir terselip di relung hati, takut jika ajal datang lebih dulu melenyapkan harapan bertemu dengan bulan yang dirindukan.
Namun, apa jadinya jika harapan itu harus pupus di hari pertama Ramadan? Bagaimana jadinya, jika rasa bahagia yang membuncah itu justru sirna karena ajal datang di hari pertama pertemuan?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/29/kematian-dan-pertemuan-yang-dirindukan/motivasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Cinta Palsu Orang Ketiga
Oleh. Maman El Hakiem
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Saat ini Cina dianggap seolah bak pahlawan karena telah berhasil sebagai juru runding atau “orang ketiga” atas tercapainya kesepakatan damai Iran dan Arab Saudi yang telah membuka kembali hubungan diplomatik yang terhenti selama 7 tahun.
Seperti dilansir laman tempo.co.id (12/3/2023), yang mengutip sumber berita Reuters, bahwa pada Jumat malam (10/3/2023) pejabat tinggi diplomatik Cina Wang Yi yang menjadi negosiator pemulihan hubungan diplomatik Arab Saudi dan Iran, mengeklaim, bahwa langkah ini merupakan kemenangan bagi dialog dan perdamaian. Lebih lanjut ia menyebut hasil ini sebagai kabar baik di tengah meningkatnya pergolakan dunia saat ini, terutama pengaruh perang Ukraina dan Rusia yang masih berkecamuk.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/20/cinta-palsu-orang-ketiga/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jelang Ramadan: Harga Melonjak, Rakyat Sesak
Oleh. Dr. Suryani Syahrir, S.T., M.T.
(Kontributor NarasiPost.Com, Dosen, dan Pemerhati Sosial)
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Semerbak wangi Ramadan sudah mulai tercium. Aromanya membuat euforia kegembiraan masyarakat tidak dapat dibendung. Namun, menyambut bulan yang penuh kemuliaan ini, sebagian besar rakyat harus menghadapi kenyataan pahit. Pasalnya, harga-harga kebutuhan pokok melonjak naik. Mulai dari beras, telur, bawang putih, dan yang lainnya.
Jika ditelisik, akan ditemui fenomena seperti ini hampir setiap tahun berulang. Derita rakyat akibat melambungnya harga-harga terus terjadi. Bukan saja di Sulsel, tetapi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Seperti dilansir dari laman metrotvnews.com (13/3/23), beras kualitas sedang naik dari harga Rp7 ribu/liter menjadi Rp10 ribu/liter. Sementara beras kualitas premium berada di kisaran harga Rp12 ribu/liter.
Untuk daerah Jawa misalnya, di Tangerang Selatan. Dikutip dari metro.tempo.co (11/3/2023), salah satu komoditas sayuran yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi adalah cabai. Cabai rawit merah yang mencapai harga Rp80 ribu/kilogram dari harga semula Rp60 ribu/kilogram. Pun untuk cabai merah keriting dari harga Rp35 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/21/jelang-ramadan-harga-melonjak-rakyat-sesak/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sampai Kapan pun Palestina Tak Bisa Dimusnahkan!
Oleh. Miladiah al-Qibthiyah
(Tim Redaksi NarasiPost.Com)
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Palestina. Ya, sebuah wilayah yang mendapatkan keistimewaan dari Sang Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi, kini kembali menyita perhatian dunia, khususnya dunia Islam. Bumi di mana berulang kali disebutkan sebagai negeri yang diberkahi di dalam kitab suci umat Islam (Al-Qur’an), mendapat perlakuan biadab, yaitu seruan pemusnahan oleh Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich.
Dilansir dari detikNews dari AFP Sabtu (4/3/2023), Smotrich melontarkan desakan pemusnahan kota Huwara, Palestina pada Rabu (2/3) lalu. Seruan itu digaungkan beberapa hari setelah dua orang pemukim Israel ditembak mati di kota Huwara. Usai penembakan itu, ratusan pemukim Yahudi menyerang kota Huwara di Tepi Barat.
Aksi biadab ini lagi-lagi dikutuk oleh sejumlah negara, bahkan lembaga perdamaian dunia, PBB. Bukan kali pertama Palestina mengalami pertempuran hebat dan pertumpahan darah. Hingga kini, konflik Palestina dan Israel adalah permasalahan internasional yang masih berlanjut dan tak pernah mencapai titik temu. Problematika antara Palestina dan Israel tidak lain dipicu oleh perebutan kekuasaan wilayah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/13/sampai-kapan-pun-palestina-tak-bisa-dimusnahkan/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed