Navigasi Sosial

Navigasi Sosial

By SekitaranmuSociety & Culture
Download on the App Store

Navigasi Sosial episodes

  • Ep 5 - Pesan dari Orang Gagal - Kenapa ?

    Banyak dari masalah ilang gitu aja sewaktu kecil,  tiba-tiba gak ada, dan ceria lagi. Sekarang kayanya masalah itu makanan sehari-hari, atau mungkin nama tengah kita. Eksptekasi menua itu menyenangkan sudah terbantahkan sejak masalah muncul sewaktu remaja akhir,  sekitar dua puluhan.


    Terlepas dari itu semua, Semakin kita menua, masalah itu terus datang. Namanya juga hidup, penuh dengan tempaan, terpaan masalah. Masalah yang hadir semakin lama semakin menyesuaikan kesanggupan kita, entah siap atau belum, sadar atau enggak. Bertindak tanpa mikir panjang, muncul masalah ditambah ekspektasi tinggi yang meleset dan itu jadi kombinasi yang pas. Buat kita merasa masalah adalah hal yang menyebalkan.

    Kalau dulu sewaktu kecil kita buat masalah, paling orang sekitar kita cuma, ya udah ya namanya juga anak kecil. Dimaklumi, sekarang ya jangan pernah berharap pemakluman. Masalah datang tinggal cari jalan keluar,  datang lagi, cari solusi, gitu aja terus. Anehnya lebih banyak ngeluh,  karena ada aja masalah tiap hari.

    Mungkin yang buat kita jadi semakin dewasa, ya masalah itu sendiri. Kalau gak ditempa,  bakal gini-gini aja. Anehnya lagi, mesti ada aja keinginan buat balik ke masa sewaktu kecil. Padahal kalau dipikir-pikir menua itu asik dengan berbagai masalahnya. Mungkin yang bikin melangkah maju, salah satunya,  masalah yang datang. Kita mesti cari cara biar masalah itu pergi, dan jadiin itu pengalaman. Paternnya ya gitu aja dari kita kecil, Cuma beda tingkatan aja.

    Pernah juga aku berandai-andai, mungkin asik, ketika aku kembali ke masa kecil dan ingat semua hal. Cuma bisa menghayal soal itu,  karena gak mungkin. Dan seandainya mungkin, kita gak akan pernah jadi orang yang sama,  atau bahkan bakal jadi orang yang jauh dari apa yang dipengen.

    Ada beberapa hal yang kadang bikin jadi dewasa itu gak nyaman. Padahal bisa kita pinggirkan sejenak hal kaya gitu, misalnya soal waktu kapan nikah.

    Well, bukan suatu hal yang susah untuk dijawab, kalau udah punya rencana. Nikah itu bukan perkara mudah, semudah bikin kue, yang kalau gagal bisa ngulang lagi dari awal. No, Big no kalau perlu, gak semudah itu. Tahun ini umur dua sembilan,  bagi sebagian orang,  itu usia yang harusnya sudah menikah dan lazimnya gitu dan gak semua harus seperti itu.

    Pertanyaanya kenapa aku harus nikah di umur tertentu yang menurut orang lain siap. Mungkin dia nikanya umur segitu, dua tiga,  dua empat , dua lima. Kebetulan juga dia sudah siap, secara mental, finansial dan pasangannya ada. Aku punya waktu tersendiri kapan, aku harus nikah atau mulai membangun hubungan dengan seorang perempuan dan Kita semua punya waktu itu kok. Waktu di mana semua hal sudah siap, mental, finansial dan tentunya pasangan.

    Menurut versiku,  ada dua hal ketika aku siap buat ke arah nikah. Umur gak masuk prioritas, karena umur Cuma sekedar angka penanda. Pertama,  aku punya standar sendiri soal kesiapan, dalam hal ini finansial, dan setiap dari kita punya standar soal itu. Menurutku pribadi,  siap secara finansial itu, ketika aku punya satu pekerjaan tetap yang berpenghasilan, dan punya sampingan, tentunya harus menghasilkan juga. Kurasa duit juga jadi salah satu penopang sebelum atau sesudah resepsi, realistis aja sih.

    Kedua,  kesiapan mental setiap orang beda,  ada yang merasa sudah siap ketika umur dua empat, dua lima bahkan baru siap ketika hampir tiga puluh, aku termasuk yang belum siap secara mental. Ini juga gak kalah penting. Kadang merasa siap secara kemauan, tapi mentalnya gak siap, jadinya sama aja bohong. Setiap orang punya fase kematanganan mental untuk serius dala membangun hubungan, termasuk perbdaan waktu, kapan kita siap.

    Back sound, Intro and Outro

    https://www.fesliyanstudios.com/royalty-free-music/download/time-alone/1434

    17 min
  • Ep 4 - Pesan dari Orang Gagal - Tujuan Hidup (2-Tujuan itu Ikatan)

    Aku juga sempet mikir, kenapa bisa banyak hal mengikat kita. Terikat masa lalu, cita-cita, tujuan, dan banyak hal lainnya.  Apa iya, kita sebagai manusia, sengaja membetuk ikatan itu, untuk kehidupan kita, atau kita secara gak sadar mengikatkan diri kepada sesuatu yang bahkan tidak kita inginkan.  Gimana kita membentuk ikatan kita, dan apakah itu bisa kita lepaskan atau bahkan enggak. Menurutku ikatan yang ada di hidup manusia itu, bisa jadi dibentuk dengan sengaja dan dilepaskannya dengan sengaja juga.

    Kenapa juga kita harus melepaskan ikatan kita terhadap suatu hal.  Apa karena sudah jadi pertimbangan kita, atau malah justru kita tetap terikat tapi lupa dan akhirnya jadi suatu yang menghambat langkah untuk maju.  Kenapa, kita selalu membuat ikatan baru ketika ikatan lama masih sangat kuat mengikat kita.

    Padahal kita tahu bahwa ikatan yang belum tertuntaskan bisa menghambat kita, tapi kadang kita memilih untuk melupakan sejenak, sampai jadi beberapa lama, dan hilang dari pandangan kita, jadilah dia hambatan untuk kita melangkah.

    Jadi bisa jadi baik dan buruk, bergantung kepada hal apa yang membuatmu terikat, bisa jadi itu hal yang baik, kalau ikatan yang kamu buat itu bikin kamu jadi maju setidaknya selangkah kedepan. Menurutku, ikatan yang baik itu, ikatan yang gak membuatmu terbebani, membuatmu maju kedepan, termotivasi, dan berkembang. Ikatan yang gak baik, bisa jadi itu ikatan yang gak pernah kita selesaikan, jadi hambatan, memberatka, gak bikin kita maju sama sekali, atau bahkan kita stuck di satu titik.

    Ikatan bukan cuma soal masalah, tapi masa lalu, masa depan, dan tujuan juga. Aku taruh masalah di urutan nomer satu, karena menurutku ini adalah ikatan yang sangat mudah untuk dilepaskan. Tapi masalah juga akan menjadi satu dengan masa lalu kita yang lain, ketika kita sudah bisa melepaskannya, karena masa depan juga mengikat kita dalam bentuk tujuan. Masalah yang sudah terlepas ikatannya, sejatinya masih mengikat kita namun tidak sekuat masa depan dan yang akan kita hadapi.

    Walaupun kita sudah bisa melepaskan ikatan kita terhadap suatu hal, tapi kita masih terhubung dengannya, mengikat tapi tak membebani. Ikatan kita sama masa lalu, atau hal yang sudah lalu adalah sebatas pengalaman, dan kebanyakan dari kita masih mengikat erat masa lalu kita dan akhirnya jadi beban.  Padahal, kalau kita bisa memahami ikatan kita dengan masa lalu, itu bisa jadi hal merubah kita kedepannya, dan bukan menjadi beban yang menghambat.  Kalau kata pepatah, pengalaman adalah guru yang berhaga.

    Ikatan yang jadi tujuan, bukan sebuah kekangan, kecuali kita merasa bahwa itu berat buat kita jalani. Lagian kekangan gak akan pernah membuatmu jadi maju, artinya kamu gak jadi bebas buat melangkah. Justru Ikatan kita terhadap tujuan kita adalah sebaliknya, hal itu membuat kita leluasa maju sesuai keinginan kita. Ikatan yang paling bebas menurutku ya ikatan kita kepada tujuan kita.

    Ikatan yang kadang bisa jadi sangat mengekang kita adalah, masa lalu. Tujuan tidak pernah mengekang kita, tapi kita sendiri yang kadang membatasi diri dengan sangat erat.

    Perlu digaris bawahi, ikatan kita terhadap sesuatu bukanlah sebuah kekangan, tapi suatu hal yang bisa membuat kita berkembang, atau maju kedepan. Terlepas dari itu semua, manusia emang butuh suatu ikatan untuk jadi lebih hidup dan berkembang. Tapi kalau kita gak menyelesaikan ikatan-ikatan yang bersifat sementara, itu bisa jadi beban buat kita kedepannya. Selesaikan ikatan-ikatan sementara itu, biar kita bisa leluasa menyelesaikan ikatan kita terhadap tujuan yang pengen dicapai. Seengaknya, sambil jalan mendekati ujung dari simpul tujuan kita. Selesaikan hal yang harus kita selesaikan, dan berjalanlah maju dengan beban yang gak menumpuk.

    Back sound, Intro, and Outro :

    https://www.fesliyanstudios.com/royalty-free-music/download/time-alone/1434

    16 min
  • Ep 3 - Pesan dari Orang Gagal- Tujuan hidup (1)

    Rata-rata dari kita punya banyak pencaapaian yang dipengen.  Entah itu berhubungan dengan diri kita, keluarga, atau bahkan sesuatu yang lebih besar dari itu semua. Tapi kadang kita malah menyia-nyiakan waktu. Kita punya hal yang ingin dicapai tapi bingung gimana caranya.  Ada beberapa metode buat nentuin capain yang di ingin. Yang pertama Spesifik artinya jelas, apa, kapan, di mana.  Spesifik sangat sempit artinya sangat mendetail dan enggak abstrak.

    Misalnya tujuan kita pingin kaya. Kaya kan luas banget,  setiap orang punya ukuran kayanya masing-masing.  Kalau kita enggak menetapkan berapa jelasnya, seperti apa kaya yang kita pingin,  ya sama aja bohong.  Seenggaknya tetapin standar untuk menjadi kaya.  Misalnya, punya uang lebih dari tiga ratus juta, atau punya rumah seharga lima ratus juta.  Intinya tetapkan hal yang kongkrit, bukan abstrak.  Sesuatu yang jelas dan bisa ditakar.

    Yang ke dua Measurable alias dapat diukur, Biar bisa kita pantau sejauh mana usaha kita mencapai target.  Misalnya, Kita udah nabung 5 juta perbulan sejak Januari 2018.  Kalau dihitung sapai sekarang udah berapa? Apa sampai ke tujuan kita.  Katakanlah kita pingin punya mobil, dikali aja tuh 5 juta dari Januari dua ribu delapan belas sampai sekarang. Katakanlah masih kurang 20 juta lagi, berarti kita harus bisa mengukur dan mencari cara gimana dapetin 20 juta dalam waktu 2 bulan.

    Buatlah patokan-patokan yang bisa diukur jadi kita gak perlu bingung harus gimana.  Artinya kita punya rencana buat dapetin 20 juta itu gimana. Menjual aset misalnya, atau macem-macemlah.  Yang jelas harus sepadan menurutku, kalau dihitung antara usaha dan target.

    Ke tiga, Attainable atau realistis artinya sesuai realita aja.  Jangan mencari yang susah dijangkau, dan jangan mencari sesuatu yang sangat mudah dijangkau.  Biasanya kalau yang susah dijangkau bakal bikin kita patah semangat.

    Sebaliknya, kalau hal itu mudah buat dijangkau, kenapa kita harus repot-repot mikir caranya.  Artinya yang menurut kalian pas aja. Contoh sederhananya,  dengan uang 50 ribu kalau kalian ngopi di kedai biasa,  kalian pulang masih bisa bawa dua puluh atau tiga puluh ribu.  Dibandingkan harus ke setarbak misalnya,  dengan 50 ribu cuma bisa dapet satu atau dualah.

    Attainable itu lebih ke arah apa yang kalian miliki, dan apa yang  mampu dicapai. Anggap aja dengan ngopi di kedai kopi biasa, kita masih bisa nyimpen duit setidaknya buat bensin atau buat nongkron selanjutnya.  Realistis aja, jangan memakasakan sesuatu yang gak bisa kalian penuhi, atau nilai gak sepadan. intinya fungsi dari kegiatan itu sama, ngopi buat minum kopi. kopi ya kopi buat diminum, toh kadang kedai kopi biasa lebih kerasa kopinya ketimbang yang kopi rasa-rasa.

    Yang ke empat relevan, setidaknya kita punya sesuatu hal yang ingin dicapai ke depannya.  Misalnya, aku pingin jadi barista dan gimana caranya aku bisa jadi barista yang menurutku kredibel.  Kalian susun deh dari awal sampai akhir atau, sampai titik dimana kalian merasa bahwa itu titik kredibel kalian. Coba aja tulis, biar enggak melenceng dari tujuan awal kalian.

    Ke lima timely atau punya target waktu kapan,  deadline simplenya. Dua tahun dari sekarang, aku pingin jadi barista yang kredibel. Tulis aja, buat note, tempel di kamar, atau note di hape.  Dua tahun itu waktu yang singkat,  kalau kita gak fokus. Seengaknya dengan buat deadline, kita tahu kapan harus istirahat dan kemampuan kita seperti apa.  Banyak dari kita, masih punya tujuan yang abstrak.

    Intro :

    Franz Schubert Fantasy in C major D760 op15 Wanderer II Adagio

    Daniel Blanch

    Back sound :

    Sad lullaby

    WalterMazzaccaro

    Kritik dan saran:

    Ig : keresahan.mu atau sekitaran.mu

    twitter : @keresahan_mu

    12 min
  • Ep- 2 Pesan Dari Orang gagal - Aku Musuhku

    Di episode kali ini, aku pengen sedikit bercerita mengenai musuh terbesar dari hidup kita. Musuh terbesar itu, ya diri kita sendiri. Kadang kita selalu menyalahkan keadaan atau bahkan orang lain, ketika kita menjalani sesuatu atau bahkan tertimpa sesuatu hal. Tapi kita gak pernah mencari siapa musuh terbesar dari hidup kita, siapa yang bikin kita selalu malas, enggan melakukan sesuatu, gak suka proses dalam melakukan suatu hal, bahkan menunda-nunda atau malah kita gak suka ada saingan dan menyalahkan orang lain karena mengerjakan hal yang sama dengan kita.


    Kita sering kali menyalahkan hal-hal eksternal dari hidup kita, tapi kita gak pernah atau mungkin jarang melihat ke dalam internal diri kita. seperti apa musuh kita sebenarnya. Hidup memang persaingan, tapi bukan soal siapa duluan yang sampai pada suatu titik. Musuh terbesar dari hidup kita adalah diri kita sendiri yang terselubung dengan tirai bahwa musuh terbesar dari hidup kita adalah masalah di luar diri kita.


    Intro :

    Franz Schubert Fantasy in C major D760 op15 Wanderer II Adagio

    Daniel Blanch

    Back sound :

    Sad lullaby

    WalterMazzaccaro


    Kritik dan saran:

    Ig : keresahan.mu atau sekitaran.mu

    twitter : @keresahan_mu

    19 min
  • Nyerah aja

    Sorry kalau ada beberapa hal yang bikin gak nyaman, karena ada beberapa faktor yang ternyata baru ketahuan setelah edit.

    Maklum ngedit sendiri, dan aku masih belajar.


    Maju aja terus setidaknya satu langkah sehari, jangan nyerah dan berhenti di titik yang masih jauh dari apa yang kamu inginkan. 

    jadilah realistis, dan berdamai dengan keadaan, karena menyerah bukanlah jawaban mutlak.


    intro/outro

    Ska Style Intro Outro for Podcasts / Youtube / Media

    NaturesEye

    https://pixabay.com/id/music/search/genre/ska/

    19 min
  • Ep-1 Pesan Dari Orang Gagal

    Pesan Dari Orang Gagal Episode 1


    Hidup itu soal progress, dan nilai. bukan soal siapa lebih cepat dari siapa, bukan juga soal hari ini aja, tapi soal gimana kamu harus bisa melangkah kedepan tanpa mempedulikan omongan orang dan standar sosial yang berlaku.

    Maju aja, selama itu adalah hal baik dan jangan pernah membiarkan impian kalian dikendalikan oleh orang lain. 

    Fokuslah ke hal-hal yang membuat jadi punya nilai, entah kalian yang fokus ke akademis atau teman-teman yang fokus ke passionnya.





    Sad lullaby

    WalterMazzaccaro

    Back sound


    Franz Schubert Fantasy in C major D760 op15 Wanderer II Adagio

    Daniel Blanch

    Intro

    20 min
  • Pesan dari Orang Gagal (teaser episode)

    kita bakal garap segmen baru, namanya pesan dari orang gagal. kedepannya kalau kalian pengen ngisi atau berpartisipasi silahkan dm ke keresahan.mu atau sekitaran.mu.


    Untuk IG sekitaran.mu emang kosong, belum kita isi.

    lusa bakal di upload untuk episode pertama segmen pesan dari orang gagal.

    Terima kasih buat yang udah dengerin, semoga hari kalian menyenangkan.

    ---
    Send in a voice message: https://anchor.fm/sekitaranmu/message
    1 min
  • Apa itu resolusi, tidak penting!!

    Selamat tahun baru 2021, semoga tahun ini baik untuk kita semua.

    semoga di tahun ini resolusi kalian semua tercapai.

    Terima kasih yang udah mau dengerin sekitaranmu, walaupun jauh dari kata bagus.

    Kalau menurut kalian ini layak dibagikan, silahkan di bagikan.


    Terima kasih dari sekitaranmu, dan salam hangat untuk kalian semua.

    16 min
  • Prasangka kadang gak guna (8D Backsound)
    masih tetap solo project. kali ini aku bakal ngebahas soal prasangka dan kawan-kawannya yang kadang bisa ngebunuh kita sendiri. kalau bermanfaat silahkan dibagikan. setidaknya membantu untuk saya jadi pembicara di kota sendiri dulu aja, hehehe.
    21 min

About Navigasi Sosial

From the publisher's feed

Yok, sama-sama kita bermanfaat buat sesama!