#NgobrolLingkungan

#NgobrolLingkungan

By Greenpeace IndonesiaScienceNature
Download on the App Store

#NgobrolLingkungan episodes

  • COP 26 Jadi Ajang Jual Beli Karbon

    Alih-alih COP26 diharapkan sebagai solusi iklim, justru banyak kejanggalan terjadi di forum tingkat dunia itu. Salah satu solusi yang dipromosikan oleh berbagai negara adalah perdagangan karbon atau pun Karbon Offset. Termasuk Indonesia yang menyatakan siap dengan semua infrastruktur kebijakannya.  Karbon offsett merupakan skema yang memberikan ruang bagi para negara dan korporat pencemar untuk terus memproduksi dan membenarkan pencemarannya dengan klaim karbon kredit. Skema ini juga memberikan ancaman terjadinya perampasan hutan dan lahan dari masyarakat adat.

    59 min
  • Kok Bisa Laut Kita Dibantai Sistematis oleh IUU Fishing? (Laut bagian 1)

    Sekitar sepertiga bumi kita adalah laut, namun kita manusianya saat ini tidak sadar kalau laut kita terancam. Dieksploitasi besar-besaran secara ilegal namun gaungnya tak jua sampai ke daratan. Praktek IUU Fishing dilakukan sistematis unttuk membantai habis laut kita demi kepentingan bisnis. Sebagai negara maritim yang juga secara geopolitik diapit dua samudra, Indonesia mau tidak mau terjebak dalam panggung besar ini. Kejahatan apa yang terjadi? Dan bagaimana dunia menyikapi ini? Yuk dengerin obrola kita!

    40 min
  • Bongkar RUU EBT: Transisi ke Energi Bersih atau Gimik Oligarki?
    Pemerintah mengebut RUU EBT dengan dalih lingkungan dan mengurangi ketergantungan akan energi fosil. Tentu sesuatu yang baik, bukan? Apalagi pemerintah kita belakangan dikenal mengesampingkan isu lingkungan. Tapi....? Kok ada yang aneh! Ada beberapa kejanggalan di RUU ini yang banyak menuai perhatian. Diantaranya ialah skema "Take or Pay" & Feed-in tariff dimana jelas-jelas akan merugikan perusahaan listrik milik negara di masa mendatang. Selain itu ternyata produk turunan batu bara masih juga menjadi primadona dalam RUU ini. Hmmmm... Kok gini?
    Di obrolan kali ini pak Faisal Basri dan mas Chairiman coba blak-blakan mengenai RUU EBT dari sudut pandang pengamat ekonomi dan pelaku usaha energi ramah lingkungan. Yuk dengerin!
    40 min
  • Maskulinitas Kita Merusak Alam | Prof. Nasaruddin Umar (Bagian 2)

    Banyak masyarakat mengira bahwa  pemahaman feminisme hanya berdampak pada kehidupan sosial, politik dan budaya. Namun lebih dari itu ternyata feminisme juga berdampak besar pada kelestarian lingkungan.

    Imam Besar Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar, mengatakan bahwa dari 99 Asmaul Husna, 80% yang dimunculkan adalah feminine name Allah SWT. Dengan mengubah epistimologi keilmuan kita dan pendekatan para ulama menjadi lebih feminim akan berdampak besar terhadap cara kita menyayangi alam. Yuk dengerin aja obrolannya di #PodcastNgobrolLingkungan

    23 min
  • Kenapa Istiqlal berbenah dengan panel surya? | Prof Nasaruddin Umar (Bagian 1)
    @masjidistiqlal.official tahun ini hijrah menjadi masjid #RahmahLingkungan. Listriknya berasal dari panel surya, kontrol listrik menggunakan smart system apps & bekas air wudhu diolah untuk tanaman adalah sebagian kecil ikhtiarnya untuk menyayangi Bumi.

    Memang Istiqlal bukan tempat ibadah pertama yang menggunakan teknologi panel surya. Namun karena statusnya sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara diharapkan trend ini menular ke masjid, mushola dan langgar-langgar kecil lainnya di banyak daerah. Terus apasih yang membuat Istiqlal memilih berhijrah? Yuk simak obrolan Greenpeace Indonesia dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. @nasaruddin_umar

    #Istiqlal #MasjidIstiqlal #RahmahLingkungan #ummah4earth #greenpeace #greenpeaceindonesia #solarpanel
    23 min
  • Baku Tipu Perizinan Hutan di Tanah Adat Masyarakat Papua
    Kehidupan masyarakat adat sangat erat hubungannya dengan hutan, jika hutan rusak merekalah yang paling terdampak. Ancaman konversi hutan adat jadi lahan produksi yang mayoritasnya perkebunan sawit. Kini, masyarakat adat harus berjuang mati-matian mempertahankan hutannya dalam sengkarut baku tipu izin. Melalui perjuangan panjang dan dengan dasar kebijakan Moratorium Sawit sebagai dasar, beberapa izin sudah dicabut.  
    Namun sayangnya kebijakan memoratorium ini akan segera habis dan akan digantikan dengan ancaman pemutihan melalui UU Ciptaker. Sementara masyarakat belum mendapatkan kepastian soal status legal hutan adatnya paska pencabutan izin.
    Keberpihakan pemerintah dipertanyakan. RUU Masayarakat adat yang (katanya) diprioritaskan Jokowi sejak 2014 tak kunjung hadir dan lahir menjadi solusi.
    Dalam #PodcastNgobrolLingkungan kita akan membahas isu ini secara lebih mendalam. Yuk dengerin obrolannya via bit.ly/NgobrolLingkungan
    59 min
  • Mengenang Papa Embo Pahlawan Tambang dari Sangihe (Bagian 2)

    Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe di tengah kisruh perizinan tambang emas di tanahnya menimbulkan tanda tanya besar dan banyak spekulasi di masyarakat. Tidak saja bagi masyarakat Sangihe, tapi seluruh mata Indonesia bahkan dunia kompak menatap berita kedukaan ini. Greenpeace Indonesia mencoba berbicara dengan tokoh masyarakat Sangihe & perwakilan famili Papa Embo, panggilan sayang masyarakat Sangihe untuk almarhum. Bagaimana pemaparannya? Simak eksklusif di podcast ini

    28 min
  • Sebongkah Emas di Surga Sangihe (Bagian 1)
    Publik dikejutkan dengan ijin dibukanya pertambangan emas oleh PT TMS di lebih dari setengah wilayah Sangihe. Selain merugikan masyarakatnya pembukaan tambang ini berpotensi menghilangkan sumber air, menghancurkan ekosistem & kepunahan satwa endemik. Yang lebih ironi lagi luas pulau ini dibawah 2.000 kilometer persegi dimana dalam UU nomor 1 tahun 2014 tentang Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (WP3K) termasuk dalam kategori pulau kecil dan tidak boleh ditambang.
    30 min
  • Uhuk! Uhuk! Menghirup Sesak Udara Jakarta

    Sebanyak 32 warga negara menggugat pemerintah secara hukum atas buruknya kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya. Sebelum melakukan aksi hukum ini mereka melakukan riset dengan pakar lingkungan selama kurang lebih dua tahun. Eh gimana ceritanya tuh nuntut pemerintah? Baru tau! Yaudahlah yuk langsung dengerin aja obrolannya!

    34 min
  • Idul Fitri 2021: Belajar Menahan Diri - Kyai Fikri MZ

    Dua kali lebaran, dua kali puasa, kita tak boleh pulang, karena pandemi masih berkuasa. Udah kaya lagu Bang Toyib yah kita ini. Tapi yah mau gimana lagi? Kita memang harus menahan diri dua tahun belakangan ini. Perayaan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya mungkin dipenuhi dengan "perayaan".


    Namun sekarang kita harus berdamai dengan keadaan. Yang semula silaturahmi jabat tangan sekarang via Zoom-an, bukber ditahan dulu, belanja di Tanah Abang via market place dulu, dan masih banyak yang harus kita tahan diri dulu sementara ini. Dari sini Kyai Fikrie MZ coba membagi pandangannya mengenai "fitri" yang sesungguhnya. Gak hanya itu ada juga produser podcast ini yang membagikan pengalaman-pengalaman uniknya selama Lebaran dua tahun terakhir ini.

    1 hr

About #NgobrolLingkungan

From the publisher's feed

Selamat datang di #NgobrolLingkungan, sebuah podcast dari Greenpeace Indonesia dimana kita akan membahas isu-isu lingkungan yang dikemas lengkap secara ringan.