Apapun ketika Uang sudah dipertaruhkan, kekayaan sudah di berhalakan, maka ia akan mati-matian diperjuangkan dan diburu. Tak peduli dengan aturan, apalagi rasa malu, sedangkan kepada Rabb saja mereka berani mencibir.
Jika kepedulian itu laksana mengalirkan air, maka kebakhilan justru menggumpalnya. Jika sedekah itu membersihkan rezeki, maka kebahkhilan itu mengeruhkan dan menyempitkan jalannya. Laksana air disumur yang terus dipakai akan jernih dan sehat sedangkan yang tak pernah dipakai akan keruh dan berlumut.
Orang yang menjadikan persinggahan sementara sebagai tujuan dan di saat yang sama melupakan finish akhirnya, dia benar-benar telah tertipu. Sayangnya, banyak orang yang tertipu hidupnya dan mengalami disorientasi / lupa tujuan akhir.
Mari bercermin, kita barangkali adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tak pernah merasa cukup. waktu yang tak cukup. Tenaga yang tak cukup. Materi yang tak cukup. Kekayaan yang tak cukup. Padahal di tengah semua keluhan kita tentang ketidakcukupan itu, Allah tak pernah berhenti mengalirkan nikmat. Nyatanya hidup kita berjalan baik-baik saja.
Bagian dari dimensi istiqomah adalah orang yang saat masa fatrah tetap berada dalam sunnah Rasulullah dan tidak keluar dari batasan-nya. Allah mengakui dan memberi toleransi bahwa manusia ada batasannya maksimal maupun minimal tapi di dalam keterbatasan itu ada batas berikutnya yang harus dijaga. Jika ini bisa jalani, resmilah predikat Istiqomah kita dapatkan.
Yang Allah inginkan adalah setiap ritual dan rutinitas amal ibadah kita membentuk kepribadian. Menjadikan pelakunya sebagai sosok yang tekun, ulet dan konsisten, apapun kondisi yang meliputinya.
Begitu dalamnya akar dari akhlak dan begitu luas cakupannya hingga ia menjadi tujuan utama dari diutusnya Nabi shalllahu 'alaihi wa sallam. Akar itu adalah keimanan yang berujung pada akhlak. Semakin orang menjauh dari nilai-nilai agama, maka semakin moral itu kehilangan akarnya.
Jika harus memilih lebih baik mana beribadah karena mengharap atau karena takut? Kalau Imam Al Ghazali yang Anda tanya beliau memilih beribadah karena mengharap daripada khawatir sebab pengharapan itu lebih dekat pada cinta.
Semua manusia yang tidak menggunakan waktu sebaik mungkin tergolong orang-orang yang merugi Allah memberi petunjuk bahwa cara menggunakan waktu yang baik adalah dengan beriman dan diikuti amal saleh serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran
Mari bersikap pemaaf terhadap orang lain, tapi jangan pemaaf terhadap diri sendiri. Adakalanya dalam rangka mentarbiyah dan mendidik diri perlu memaksakan diri. Kata orang lebih baik dipaksa masuk surga daripada penuh kerelaan masuk neraka.
6 min
About Ngopii Dulu Yuk !
From the publisher's feed
Secangkir kopi yang seduhan hangatnya dapat memberikan keteduhan, ketenangan, dan kehangatan agar menjadi inspirasi, motivasi dan semangat dalam menjalani hari-hari yang penuh tantangan.