Nusantarapedia

Nusantarapedia

By NusantarapediaComedy
Download on the App Store

Nusantarapedia episodes

  • Peribahasa Jawa dan Maknanya 4

    Nusantara pedia menghadirkan peribahasa jawa ke 4 berserta maknanya.

    Peribahasa Jawa biasa digunakan oleh orang tua dalam menasihati anak-anaknya, juga dalam memberi sindiran ataupun teguran kepada seseorang.

    Bentuk peribahasa Jawa memang sedikit ringkas dan mudah dihafalkan, tetapi memiliki makna yang padat, serta gaya penyampaiannya kadang langsung menusuk ke hati.

    Berikut di bawah ini kami berikan kumpulan peribahasa Jawa dan artinya, lengkap dengan maknanya.

    10. Emban cindhe, emban siladan. Menggendhong dengan selendang, menggendong dengan rautan bambu.

    11. Kegedhen empyak kurang cagak. Kebesaran atap kurang tiang.

    12. Ngono ya ngono, ning aja ngono. Begitu ya begitu, tapi jangan begitu.

    3 min
  • Wayang Jimat Kalimasada 6 Dalang Gino Banyumas

    Salah satu kisah pewayangan Jawa menceritakan tentang asal usul terciptanya pusaka Jamus Kalimasada. Pada mulanya terdapat seorang raja bernama Prabu Kalimantara dari Kerajaan Nusahantara yang menyerang kahyangan bersama para pembantunya, yaitu Sarotama dan Ardadedali. Dengan mengendarai Garuda Banatara, Kalimantara mengobrak-abrik tempat tinggal para dewa.

    Batara Guru raja kahyangan meminta bantuan Bambang Sakutrem dari pertapaan Sapta Arga untuk menumpas Kalimantara. Dengan menggunakan kesaktiannya, Sakutrem berhasil membunuh semua musuh para dewa tersebut. Jasad mereka berubah menjadi pusaka. Kalimantara berubah menjadi kitab bernama Jamus Kalimasada, Sarotama dan Ardadedali masing-masing menjadi panah, sedangkan Garuda Banatara menjadi payung bernama Tunggulnaga.

    Sakutrem kemudian memungut keempat pusaka tersebut dan mewariskannya secara turun-temurun, sampai kepada cicitnya yang bernama Resi Wiyasa atau Abiyasa. Ketika kelima cucu Abiyasa, yaitu para Pandawa membangun kerajaan baru bernama Amarta, pusaka-pusaka tersebut pun diwariskan kepada mereka sebagai pusaka yang dikeramatkan dalam istana.

    Di antara pusaka-pusaka Kerajaan Amarta, Jamus Kalimasada menempati peringkat utama. Kisah-kisah pedalangan banyak yang bercerita tentang upaya musuh-musuh Pandawa untuk mencuri Kalimasada. Meskipun demikian pusaka keramat tersebut senantiasa kembali dapat direbut oleh Yudistira dan keempat adiknya.

    1 hr
  • Wayang Lucu Banci ikut Perang Nggilani - Ki Seno

    Panut Seorang Banci nekad ikut perang. Setiyaki, Gatotkaca, Brothoseno, sampai ketakutan...Sampai Akhirnya Panut dihajar oleh Bolodewa.

    Cerita wayang Ki Seno Nugroho  , simpel karena pada kisah wayang itu ada tuntunan, tontonan, tatanan, dan tatanan. Tuntunan tidak usah berbelit-belit, karena anak muda tidak perlu dengan kalimat halus, mengajarkan sesuatu yang sulit dipahami. Intinya semua dipermudah saja

    28 min
  • Peribahasa Jawa dan Maknanya 3

    Nusantara pedia menghadirkan peribahasa jawa ke 3 berserta maknanya.

    Peribahasa Jawa biasa digunakan oleh orang tua dalam menasihati anak-anaknya, juga dalam memberi sindiran ataupun teguran kepada seseorang.

    Bentuk peribahasa Jawa memang sedikit ringkas dan mudah dihafalkan, tetapi memiliki makna yang padat, serta gaya penyampaiannya kadang langsung menusuk ke hati.

    Berikut di bawah ini kami berikan kumpulan peribahasa Jawa dan artinya, lengkap dengan maknanya.

    7. Nabok nyilih tangan. (Memukul pinjam tangan orang lain).

    8. Kekudhung walulang macan. (Berkerudung kulit harimau).

    9. Becik ketitik, ala ketara. (Baik akan terbukti (diakui), buruk akan kelihatan sendiri).


    2 min
  • Wayang Jimat Kalimasada 5 Dalang Gino Banyumas

    Salah satu kisah pewayangan Jawa menceritakan tentang asal usul terciptanya pusaka Jamus Kalimasada. Pada mulanya terdapat seorang raja bernama Prabu Kalimantara dari Kerajaan Nusahantara yang menyerang kahyangan bersama para pembantunya, yaitu Sarotama dan Ardadedali. Dengan mengendarai Garuda Banatara, Kalimantara mengobrak-abrik tempat tinggal para dewa.

    Batara Guru raja kahyangan meminta bantuan Bambang Sakutrem dari pertapaan Sapta Arga untuk menumpas Kalimantara. Dengan menggunakan kesaktiannya, Sakutrem berhasil membunuh semua musuh para dewa tersebut. Jasad mereka berubah menjadi pusaka. Kalimantara berubah menjadi kitab bernama Jamus Kalimasada, Sarotama dan Ardadedali masing-masing menjadi panah, sedangkan Garuda Banatara menjadi payung bernama Tunggulnaga.

    Sakutrem kemudian memungut keempat pusaka tersebut dan mewariskannya secara turun-temurun, sampai kepada cicitnya yang bernama Resi Wiyasa atau Abiyasa. Ketika kelima cucu Abiyasa, yaitu para Pandawa membangun kerajaan baru bernama Amarta, pusaka-pusaka tersebut pun diwariskan kepada mereka sebagai pusaka yang dikeramatkan dalam istana.

    Di antara pusaka-pusaka Kerajaan Amarta, Jamus Kalimasada menempati peringkat utama. Kisah-kisah pedalangan banyak yang bercerita tentang upaya musuh-musuh Pandawa untuk mencuri Kalimasada. Meskipun demikian pusaka keramat tersebut senantiasa kembali dapat direbut oleh Yudistira dan keempat adiknya.

    1 hr 1 min
  • Peribahasa Jawa dan Maknanya 2

    Nusantara pedia menghadirkan peribahasa jawa ke 2 berserta maknanya.

    Peribahasa Jawa biasa digunakan oleh orang tua dalam menasihati anak-anaknya, juga dalam memberi sindiran ataupun teguran kepada seseorang.

    Bentuk peribahasa Jawa memang sedikit ringkas dan mudah dihafalkan, tetapi memiliki makna yang padat, serta gaya penyampaiannya kadang langsung menusuk ke hati.

    Berikut di bawah ini kami berikan kumpulan peribahasa Jawa dan artinya, lengkap dengan maknanya.

    4. Kebo gupak ajak-ajak. 

    5. Anak polah, bapa kepradhah. Anak meminta, bapak meluluskannya.

    6. Witing tresna jalaran saka kulina. Awal cinta karena biasa berdekatan.


    2 min
  • Wayang Jimat Kalimasada 4 Dalang Gino Banyumas

    Salah satu kisah pewayangan Jawa menceritakan tentang asal usul terciptanya pusaka Jamus Kalimasada. Pada mulanya terdapat seorang raja bernama Prabu Kalimantara dari Kerajaan Nusahantara yang menyerang kahyangan bersama para pembantunya, yaitu Sarotama dan Ardadedali. Dengan mengendarai Garuda Banatara, Kalimantara mengobrak-abrik tempat tinggal para dewa.

    Batara Guru raja kahyangan meminta bantuan Bambang Sakutrem dari pertapaan Sapta Arga untuk menumpas Kalimantara. Dengan menggunakan kesaktiannya, Sakutrem berhasil membunuh semua musuh para dewa tersebut. Jasad mereka berubah menjadi pusaka. Kalimantara berubah menjadi kitab bernama Jamus Kalimasada, Sarotama dan Ardadedali masing-masing menjadi panah, sedangkan Garuda Banatara menjadi payung bernama Tunggulnaga.

    Sakutrem kemudian memungut keempat pusaka tersebut dan mewariskannya secara turun-temurun, sampai kepada cicitnya yang bernama Resi Wiyasa atau Abiyasa. Ketika kelima cucu Abiyasa, yaitu para Pandawa membangun kerajaan baru bernama Amarta, pusaka-pusaka tersebut pun diwariskan kepada mereka sebagai pusaka yang dikeramatkan dalam istana.

    Di antara pusaka-pusaka Kerajaan Amarta, Jamus Kalimasada menempati peringkat utama. Kisah-kisah pedalangan banyak yang bercerita tentang upaya musuh-musuh Pandawa untuk mencuri Kalimasada. Meskipun demikian pusaka keramat tersebut senantiasa kembali dapat direbut oleh Yudistira dan keempat adiknya.

    1 hr 4 min
  • Wayang Jimat Kalimasada 3 Dalang Gino Banyumas

    Salah satu kisah pewayangan Jawa menceritakan tentang asal usul terciptanya pusaka Jamus Kalimasada. Pada mulanya terdapat seorang raja bernama Prabu Kalimantara dari Kerajaan Nusahantara yang menyerang kahyangan bersama para pembantunya, yaitu Sarotama dan Ardadedali. Dengan mengendarai Garuda Banatara, Kalimantara mengobrak-abrik tempat tinggal para dewa.

    Batara Guru raja kahyangan meminta bantuan Bambang Sakutrem dari pertapaan Sapta Arga untuk menumpas Kalimantara. Dengan menggunakan kesaktiannya, Sakutrem berhasil membunuh semua musuh para dewa tersebut. Jasad mereka berubah menjadi pusaka. Kalimantara berubah menjadi kitab bernama Jamus Kalimasada, Sarotama dan Ardadedali masing-masing menjadi panah, sedangkan Garuda Banatara menjadi payung bernama Tunggulnaga.

    Sakutrem kemudian memungut keempat pusaka tersebut dan mewariskannya secara turun-temurun, sampai kepada cicitnya yang bernama Resi Wiyasa atau Abiyasa. Ketika kelima cucu Abiyasa, yaitu para Pandawa membangun kerajaan baru bernama Amarta, pusaka-pusaka tersebut pun diwariskan kepada mereka sebagai pusaka yang dikeramatkan dalam istana.

    Di antara pusaka-pusaka Kerajaan Amarta, Jamus Kalimasada menempati peringkat utama. Kisah-kisah pedalangan banyak yang bercerita tentang upaya musuh-musuh Pandawa untuk mencuri Kalimasada. Meskipun demikian pusaka keramat tersebut senantiasa kembali dapat direbut oleh Yudistira dan keempat adiknya.

    59 min
  • Peribahasa Jawa dan Maknanya 1

    Nusantara pedia menghadirkan peribahasa jawa ke 1 berserta maknanya.

    Peribahasa Jawa biasa digunakan oleh orang tua dalam menasihati anak-anaknya, juga dalam memberi sindiran ataupun teguran kepada seseorang.

    Bentuk peribahasa Jawa memang sedikit ringkas dan mudah dihafalkan, tetapi memiliki makna yang padat, serta gaya penyampaiannya kadang langsung menusuk ke hati.

    Berikut di bawah ini kami berikan kumpulan peribahasa Jawa dan artinya, lengkap dengan maknanya.

    - Ana Dina, Ana Upa. 

    - Ora Obah, Ora Mamah. 

    - Ngunduh Wohing Pakerti.

    2 min
  • Indonesia Raya 3 Stansa

    I

    Indonesia tanah airku

    Tanah tumpah darahku

    Di sanalah aku berdiri

    Jadi pandu ibuku

    Indonesia kebangsaanku

    Bangsa dan tanah airku

    Marilah kita berseru

    Indonesia bersatu

    Hiduplah tanahku

    Hiduplah negriku

    Bangsaku Rakyatku Semuanya

    Bangunlah jiwanya

    Bangunlah badannya

    Untuk Indonesia Raya

    (Ulangan)

    Indonesia Raya

    Merdeka, Merdeka

    Tanahku, Negriku yang kucinta

    Indonesia Raya

    Merdeka, merdeka

    Hiduplah Indonesia Raya

    II

    Indonesia, tanah yang mulia

    Tanah kita yang kaya

    Disanalah aku berdiri

    Untuk slama-lamanya

    Indonesia, tanah pusaka

    P’saka kita semuanya

    Marilah kita mendoa

    Indonesia bahagia

    Suburlah tanahnya

    Suburlah jiwanya

    Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya

    Sadarlah hatinya

    Sadarlah budinya

    Untuk Indonesia Raya

    (Ulangan)

    Indonesia Raya

    Merdeka, Merdeka

    Tanahku, Negriku yang kucinta

    Indonesia Raya

    Merdeka, merdeka

    Hiduplah Indonesia Raya

    III

    Indonesia, tanah yang suci

    Tanah kita yang sakti

    Di sanalah aku berdiri

    M’njaga ibu sejati

    Indonesia, tanah berseri

    Tanah yang aku sayangi

    Marilah kita berjanji

    Indonesia abadi

    S’lamatlah rakyatnya

    S’lamatlah putranya

    Pulaunya, Lautnya, Semuanya

    Majulah negrinya

    Majulah pandunya

    Untuk Indonesia Raya

    (Ulangan)

    Indonesia Raya

    Merdeka, Merdeka

    Tanahku, Negriku yang kucinta

    Indonesia Raya

    Merdeka, merdeka

    Hiduplah Indonesia Raya

    5 min

About Nusantarapedia

From the publisher's feed

Mengulas berbagai macam kebudayaan di nusantara .