
Sign up to save your podcasts
Or


Seringkali saya merasa membuang-buang waktu dengan membaca buku. Harusnya waktu saya digunakan untuk menghasilkan karya, tapi kalau tidak membaca maka ilmu saya jadi mandheg.
Parah ini. Anak muda malah lebih birokratis dari anak tua. Masuk ke pemerintahan katanya ingin membuat perubahan, malah tertelan oleh sistem.
This is actually a voice over - generated voice - of my post on Medium. Do I look like John Malkovich, I don't think so. But, two persons did. Anyway.
Ini adalah salah satu "pet peeves" saya. Saya malas mengurus kenaikan pangkat, jabatan, dll. itu ya salah satunya karena bolak balik harus menunjukkan berbagai dokumen. Kan dulu sudah pernah. Jadi proses yang dahulu itu dianggap tidak ada? Flawed? Buruk? he he he. Kacau.
Salah satu kekurangan manusia Indonesia adalah kemampuan dalam bertanya. Banyak yang tidak tahu, tidak bisa, atau tidak mau bertanya. Mungkin ini disebabkan cara pendidikan dasar kita yang membungkam pertanyaan?
Ini adalah kesulitan saya dalam mengajar online: tidak tahu kondisi mahasiswa. Mengertikah? Pingsan kah? Ha ha ha
Dahulu atensi manusia adalah 17 menit. Sekarang katanya atensi kita hanya 3 - 5 menit. Tadinya saya pikir masalah ini hanya mengenai milenial, tetapi nampaknya semua generasi mengalami hal yang sama. Mungkin pengaruh gadget? Lantas apa yang harus kita buat? Membuat materi lebih singkat? Atau mendidik agar kita dapat kembali ke sebelumnya, atensi yang lebih lama?
Tujuan AI adalah membuat mesin yang seperti manusia. Manusia tidak sempurna dan untuk beberapa hal cenderung lemah (bodoh). Misal untuk mengalikan bilangan. Maka AI seharusnya jangan meniru kebodohan manusia. Jika sebuah masalah sudah jelas rumusnya, tidak perlu di-AI-kan lagi.
Ada banyak orang yang tujuannya bekerja adalah untuk mendapatkan penghargaan atau mendapat pujian. Kalau kata orang Sunda, "pupujieun". he he he. Menurut saya ini kurang baik. Sekali lagi ini opini saya lho. Penghargaan itu merupakan efek sampingan atau by-product.
From the publisher's feed