
Sign up to save your podcasts
Or


Kita memiliki kesempatan untuk membangun IKN (Ibu Kota Negara) dari awal. Clean slate. Ini adalah kesempatan untuk mendesain dan membangun dengan benar. Sayangnya saya belum mendengar aspek keamanan (cybersecurity) dari IKN pada tahap desain ini. Seringkali aspek security ini diabaikan dan menjadi after thought. Akan sangat sulit untuk memperbaiki sesuatu yang sudah terjadi.
Ini salah satu kesebelan (pet peeves) saya, menganggap orang lain bodoh. Dalam berdiskusi banyak orang yang mencari pembenaran dengan menganggap orang lain bodoh. Dia menganggap bahwa pembenaran-pembenaran yang dia ambil akan dapat membuat orang percaya karena orang lain bodoh. Mungkin dia mengukur dengan dirinya sendiri?
Saya selalu menganggap orang lain setara atau lebih cerdas dari saya. Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk mencari pembenaran karena dia akan tahu kalau saya hanya bluffing atau mencari-cari pemebenaran / alasan. Bagai anak kecil yang mencoba mengelabui orang tuanya. Dia makan cokelat dengan muka yang belepotan cokelat tetapi tidak ngaku makan cokelat ketika ditanya orang tuanya. hi hi hi. Dalam pikirannya dari mana orang tua saya tahu saya makan cokelat ya?
Saya suka dengan orang yang super serious terhadap sesuatu sehingga dia mencari dan mempelajari tentang hal itu. Istilah saya - geek, yang sebetulnya mungkin kurang pas - adalah "geeking about something". Contoh yang saya ambil di video ini adalah Steve Porcaro, salah satu pemain keyboard dan pendiri band Toto. Dia sangat geeking terhadap synthesizer. Dia habiskan waktu berjam-jam, berhari-hari, hanya untuk ngulik sebuah sound. Cari deh info tentang Steve Porcaro ini.
Saya juga suka dengan satu dan lain hal (misal koding). Namun karena sifat "geek" ini sering dianggap tidak populer - memalukan - dan tidak dimengerti oleh orang lain, maka ini jarang dipamerkan. ha ha ha. Ok deh nanti lain kali saya buatkan cerita tentang geeking saya.
Membuat skripsi, tugas akhir, thesis, disertasi, dan seterusnya itu tidak mudah. Adakah dosen yang kejam? Ada. Tapi menurut saya dosen yang baik jumlahnya lebih banyak dan tidak diceritakan. Kenapa ada dosen yang kejam? Kenapa ya?
Di sisi lain, mahasiswa juga harus introspeksi. Membuat tulisan (skripsi, tugas akhir, thesis, disertasi) itu TIDAK MUDAH. Sebagai dosen, saya sangat paham dan saya berempati. Sebagai mahasiswa tugas Anda adalah belajar untuk menulis. Menulis, menulis, dan menulis. Sudah berapa kali Anda menulis (skripsi, thesis, ... dst)? Kalau hanya sekali - satu versi - yang pasti banyak kekurangan. Seperti seseorang yang baru belajar naik sepeda, sangat sulit sekali belajar langsung bisa. Bahkan setahu saya semua orang yang bisa naik sepeda pasti pernah jatuh, baret-baret, dan seterusnya. Demikian pula dalam menulis.
Apa yang kita lihat atau dengarkan adalah hal yang (ter)baik dari usaha kita. Padahal ada banyak kegagalan, kesulitan, di belakangnya. Ini tidak terceritakan. Dalam konteks mengajar atau WFH, menularkan kultur bekerja keras (work hard, misalnya) susah sekali karena tidak terlihat melalui cara online. Bagaimana mengajarkan hal ini secara online ya?
Ini cerita "singkat" saya tentang e-voting dan blockchain. Mungkin nantinya ini harus dipecah-pecah menjadi topik yang lebih teknis dan rinci lagi ya.
Sangat menyedihkan posisi Indonesia dalam hal (1) kemampuan membedakan fakta atau opini dan (2) kredibilitas dari sumber informasi. Akibatnya banyak beredar hoaks. Kita harus melakukan sesuatu yang by desain, terprogram, tertata, dan terukur. Tidak bisa kita tinggal dan berharap ini akan membaik begitu saja. Apa yang dapat kita lakukan? Misal, mari kita buat aplikasi atau acara di TV tentang membedakan "fakta atau opini".
Di akhir semester saya menugaskan mahasiswa untuk membuat makalah (paper) dalam bentuk "technical report". Seperti apa itu technical report? Video ini adalah penjelasannya. Contoh tugas-tugas mahasiswa lainnya: http://budi.rahardjo.id/makalah-security.html
Menanggapi tentang jatuhnya nilai crypto(currecny), berikut ini adalah opini saya.
Video dapat dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=y8ldfuJkDVw
Banyak orang yang hanya mau bekenalan atau hadir di sebuah acara kalau ada maunya saja. Ada kepentingan. Kalau tidak, maka dia tidak hadir. Bagi dia, semuanya transactional. Bagi saya membuka pertemanan itu adalah berkah. Ini mungkin sesuai dengan buku yang saya baca, Ken Kragen - Life is a Contact Sport.
From the publisher's feed