
Sign up to save your podcasts
Or


Ini adalah opini saya tentang program Kampus Merdeka. Ada banyak masalah yang harus dipecahkan oleh program Kampus Merdeka ini, seperti misalnya gap pengetahuan dan ketrampilan lulusan perguruan tinggi. Namun kemudian muncul masalah baru lagi, yaitu banyak pihak yang memanfaatkan ini untuk mencari uang - membisniskan pendidikan. Gap tetap terjadi, tambah masalah baru.
Saya suka menantang diri sendiri; bisakah melakukan ini dan itu. Pagi ini saya akan memberikan presentasi (40 menit lagi), tapi buat cerita ini dulu. Nanti malam saya harus memberikan presentasi tentang Golang, concurrency, dan CSP. Bisakah? Harus bisa. Ha ha ha.
Sering EO (event organizer) meminta saya untuk mengirimkan materi presentasi sebelum acara presentasi. Umumnya tidak saya lakukan. Alasannya: (1) materinya memang belum dibuat; (2) saya tidak ingin bocornya "surprise" yang ada di presentasi saya.
This is part of my class, EL5215 - Software Security, STEI, ITB.
Ini adalah materi kuliah saya - EL5215 - Software Security - yang saya ajarkan di ITB.
Topik bahasan ini adalah hal-hal yang dilakukan setelah software selesai dikembangkan. Software kemudian di-deploy, operation, dan akhirnya dibuang disposal.
Selamat belajar.
Judulnya pakai bahasa Inggris tapi pembahasannya bahasa Indonesia. Ini topik campur aduk. Kenapa orang melihat saya hanya 1 aspek / sisi saja. Padahal kalau mau, dari berbagai sumber orang-orang dapat mengetahui apa yang saya lakukan (dan tentang saya). Contoh, banyak yang tidak tahu kesibukan saya sehingga ketika mereka meminta saya jadi pembicara dipikirnya saya hanya memberi 1 presentasi itu. Padahal saya banyak memberikan presentasi sehingga materi presentasi mereka tidak bakalan saya buat sebelum hari-H nya. ha ha ha.
Ini adalah upaya saya untuk menjelaskan mengapa kita perlu mempelajari dunia digital. Mengapa diperlukan literasi digital. Saya coba angkat dengan menggunakan analogi mengendarai motor (mobil). Semoga bermanfaat.
Sering saya memberikan tugas pemrograman kepada mahasiswa. Hampir semua (atau memang semua) membuat tugas tersebut dengan hanya sekali pengujian. Misal, saya minta mahasiswa membuat sebuah fungsi. Maka, fungsi tersebut hanya diuji sekali. Begitu jalan, sudah. Padahal sebetulnya dia harus melihat kemungkinan2 lain. Jadi harus melakukan pengujian berulang-ulang. Regression.
Bagaimana mengajarkan kepada mahasiswa tentang konsep pengulangan ini ya? Apakah ini hanya masalah jam terbang? Ini kebiasaan buruk yang harus dihapuskan.
Oh ya, filter noise yang saya gunakan untuk suara (microphone) adalah aplikasi Krisp (krisp.ai). Ternyata dia tetap clipping juga ya. Dan ada suara (noise) ketika dia peak terus menurunkan volumenya.
sering saya mau komentar (nylekit), tapi karena saya bukan pakar di bidang itu sehingga saya tahan. ada juga hal yang tidak masuk akal sehingga saya ingin berkomentar, tapi lagi-lagi saya tahan karena boleh jadi itu berita (tulisan) adalah rekayasa. mosok sampai segitunya sih - tidak masuk akal, maksudnya, bodoh kok sampai segitu puooolll-nya. tidak mungkin. jadi ini pasti rekayasa. (berpikiran baik terus.) hasilnya, tidak berkomentar. dan ternyata dengan demikian saya menjadi lebih waras, lebih sehat, dan hormon kortisol tidal muncul.
Pertanyaan yang sama, apakah dokter bisa sakit? Ya jelas banyak. Dokter yang merokok pun banyak. Ha ha ha. Situs pemerintahan banyak yang bocor karena mungkin (1) kurang SDM, (2) kurang dana, (3) kurang wawasan, ... kurang apa lagi ya? hi hi hi
From the publisher's feed