Parenting Podcast

Parenting Podcast

By Tanam Benih FoundationParentingKids & Family
Download on the App Store

Parenting Podcast episodes

  • Cerdas Bukan Berarti Selalu Baik-Baik Saja - oleh Linawati, S,Psi, M.A., M.Pd, FPCM, MMI Dipl.

    Memiliki anak gifted bukan berarti perjalanan menjadi orang tua akan lebih mudah. Di balik kemampuan berpikir yang cepat, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kreativitas yang luar biasa, anak gifted juga sering menghadapi tantangan sosial dan emosional yang tidak sederhana.
    Mereka bisa merasa berbeda dari teman sebayanya, mudah frustrasi, perfeksionis, atau kesulitan menemukan lingkungan yang benar-benar memahami mereka.
    Karena itu, anak gifted membutuhkan bukan hanya stimulasi akademik, tetapi juga dukungan emosional dan penerimaan dari orang-orang terdekat.
    Memahami karakteristik anak gifted akan membantu orang tua mendampingi mereka berkembang secara utuh, bukan hanya mengejar prestasi.
    Menurut Moms & Dads, apakah anak gifted lebih membutuhkan tantangan belajar atau justru dukungan emosional?
    Yuk, bagikan pendapat Moms & Dads di kolom komentar.
    #tanambenih #tanambenihfoundation
    #tbf #AnakGifted #GiftedChild #Parenting #PsikologiAnak #ParentingIndonesia #KecerdasanAnak #PendidikanAnak #TumbuhKembangAnak
    #OrangTuaHebat #BahasPsikologi #GiftedEducation #anakberbakat

    2 min
  • Penyebab Luka Batin pada Anak - oleh Sylvia Kurniawan, S.Psi., M.Th. Konseling

    Tidak semua luka pada anak terlihat. Ada luka yang tidak meninggalkan bekas di kulit, tetapi membekas dalam cara anak berpikir, merasa, dan membangun hubungan ketika dewasa. Anak belajar tentang kasih sayang, rasa aman, dan cara berelasi pertama kali dari rumah. Karena itu, hubungan yang penuh bentakan, hinaan, ancaman, atau kekerasan dapat meninggalkan luka batin yang bertahan lama. πŸ’¬ Menurut Moms and Dads, kebiasaan apa yang perlu diubah agar anak merasa lebih aman secara emosional?

    4 min
  • Jangan Masukkan Anak Les Karena Alasan Ini - oleh Rizal Badudu, M.Min.

    Banyak orang tua memasukkan anak les dengan harapan suatu hari nanti menjadi juara, atlet, atau musisi hebat.


    Les membantu anak belajar disiplin, konsisten, percaya diri, bersosialisasi, dan menemukan minat serta bakatnya. Kalau akhirnya anak berprestasi, itu adalah bonus.


    Kalau menurut Moms & Dads, apa tujuan utama anak ikut les?


    Tulis pendapat Moms & Dads di kolom komentar.



    2 min
  • Jangan Tunggu Anak Remaja - oleh Henny Wirawan

    Banyak orang tua mengira pendidikan seksual baru perlu diberikan saat anak memasuki masa pubertas. Padahal, pendidikan seksual dimulai jauh lebih awal. Mengajarkan nama organ tubuh yang benar, menjaga kebersihan area pribadi, memahami batas tubuh (body boundaries), serta membiasakan anak berkata "tidak" ketika merasa tidak nyaman merupakan bagian dari pendidikan seksual yang sesuai dengan usia anak. Dengan bekal ini, anak akan lebih memahami tubuhnya, menghargai dirinya sendiri, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.Menurut Moms & Dads, kapan waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan pendidikan seksual kepada anak? Tulis pendapat Moms & Dads di kolom komentar. πŸ‘‡

    4 min
  • Apa Itu Cognitive Flexibility? - oleh Irene Phiter

    Tahukah Anda bahwa otak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu mengolahnya dengan berbagai cara? Kemampuan ini disebut cognitive flexibility, yaitu kemampuan otak untuk mengolah informasi secara fleksibel.Semakin baik kemampuan ini berkembang, semakin mudah seseorang beradaptasi, memahami informasi baru, dan menemukan solusi dari berbagai situasi. πŸ’¬ Menurut Moms & Dads, anak lebih mudah belajar melalui mendengar, melihat, atau praktik langsung? Tulis di kolom komentar.

    1 min
  • Sebelum Masuk PAUD, Latih Ini Dulu! - oleh C. Mathilda V. Bolang, S.Psi., M.Si., Konselor

    Banyak orang tua sibuk menyiapkan anak belajar menulis sebelum masuk PAUD atau playgroup. Padahal, ada hal yang jauh lebih penting untuk dipersiapkan terlebih dahulu. Mulai dari kesiapan sosial dan emosional, kemampuan berpisah dengan orang tua, kemandirian dasar seperti mengenali dan membereskan barang sendiri, toileting, hingga kesiapan motorik kasar dan halus. Kalau kemampuan-kemampuan dasar ini sudah dilatih di rumah, proses adaptasi anak di sekolah biasanya akan jauh lebih mudah dan menyenangkan. Menurut Moms & Dads, bagian mana yang paling menantang untuk dipersiapkan sebelum anak masuk PAUD?

    3 min
  • Sudah Lewat 1000 Hari Pertama, Haruskah Masih Khawatir Soal Stunting? - oleh Ellen Patricia, MA(Counseling), PCC., SP.

    Banyak orang tua masih bertanya: "Kalau anak sudah lewat 1000 hari pertama, apakah dampak stunting masih bisa diketahui?" Masalahnya, setelah periode tersebut, tidak semua dampak bisa terlihat secara langsung. Terutama yang berkaitan dengan emosi, perilaku, atau kemampuan anak dalam kesehariannya.Karena itu, fokus kita bukan lagi sekadar mencari apakah masalah yang muncul disebabkan oleh stunting atau tidak. Yang lebih penting adalah:πŸ‘‰ Apa yang sedang dialami anak saat ini? πŸ‘‰ Bantuan apa yang bisa kita berikan? πŸ‘‰ Dukungan seperti apa yang mereka butuhkan? Menurut Anda, apa tantangan terbesar saat menghadapi anak yang sedang mengalami masalah emosi atau perilaku? Tulis pengalaman Anda di kolom komentar πŸ‘‡

    2 min
  • "Kenapa Remaja Sekarang Makin Menjauh dari Orang Tuanya?" - oleh Denrich Suryadi, M.Psi., Psikolog

    Saat anak memasuki masa remaja, mereka bukan lagi anak kecil yang selalu mengikuti arahan orang tua. Mereka mulai ingin didengar, diberi kesempatan berpendapat, dan dipercaya mengambil keputusan.


    Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar masih memperlakukan remaja seperti anak kecil. Ditambah aturan yang kadang berubah-ubah, remaja bisa merasa tidak dipahami, bahkan merasa apa pun yang mereka lakukan selalu salah.


    Akibatnya?

    Mereka memilih diam, menghindar, atau malas bercerita kepada orang tua.


    Menurut Ayah/Bunda, apa tantangan terbesar saat berkomunikasi dengan anak remaja?


    Yuk, tulis pengalaman Anda di kolom komentar. πŸ‘‡

    2 min
  • 20.000 Kata Sehari, Jadi Ibu Pasti Cerewet? - oleh Jovita Maria Ferliana, M.Psi., Psikolog

    Katanya perempuan bisa mengucapkan sampai 20 ribu kata sehari 😭 Jadi… ibu identik dengan cerewet? πŸ‘€ Padahal banyak kata yang keluar setiap hari bukan tanpa alasan ❀️ Mulai dari mengingatkan, menemani cerita anak, memastikan semuanya baik-baik saja, sampai Sering kali yang disebut β€˜cerewet’ sebenarnya adalah bentuk perhatian dan rasa sayang orang tua pada anaknyaπŸ˜… Sekarang gantian cerita yuk πŸ˜† Sebagai orang tua, kalimat apa yang PALING sering Anda ulang ke anak setiap hari? Pasti ada yang sampai diulang 10x lebih πŸ˜‚ Tulis di komentar ya!”



    2 min

About Parenting Podcast

From the publisher's feed

Tanam Benih Podcast, part of Tanam Benih Foundation, is about spreading the modern parenting knowledge and tips in a relevant and contemporary media. Packed with applicable insight and methods from…