
Sign up to save your podcasts
Or


Jika kami bunga engkau adalah tembok, tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersamad dengan keyakinan.
Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?
Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam.
Apa penguasa kira rakyat hidup di hari ini saja.
aku penulis terus menulis sekalipun teror mengepung.
Sajakku adalah kebisuan yang sudah kuhancurkan sehingga aku bisa mengucapkan dan engkau mendengarkan, sajakku melawan kebisuan.
Puisi Wiji Thukul tak lepas dari masalah-masalah sosial dan kritiknya terhadap rezim Orde Baru.
Orang yang berani karena bersenjata adalah pengecut
Guru bukan dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau.
Kawan-kawan, Kuberikan padamu cintaku, Dan maukah kau berjabat tangan, Selalu dalam hidup ini?
From the publisher's feed