Nats Alkitab : Roma 10:14-15
Penulis : G.I. Sih Widi Jeremia
Api melahap bangunan besar dengan puluhan jiwa di dalamnya. Pada saat yang sama, tim pemadam kebakaran sedang giat latihan memadamkan api, dan mengatakan tunggu, kami latihan dulu. Mereka merasa tidak siap dan mereka terus latihan sampai akhirnya api tersebut keburu melahap bangunan itu dan berakibat pada melayangnya nyawa dari para korban jiwa dalam bangunan tersebut. Bagaimana dengan gambaran gereja kita hari ini?
Nas yang kita baca hari ini, Rasul Paulus menjabarkan sebuah alur logis yang begitu runtut dan tak terputuskan: bagaimana mungkin seseorang memanggil nama Tuhan jika mereka belum percaya? Bagaimana mungkin mereka percaya jika belum pernah mendengar? Bagaimana mungkin mereka mendengar jika tidak ada yang memberitakan? Dan bagaimana mungkin ada yang memberitakan jika tidak ada yang diutus? Paulus menegaskan betapa indahnya kaki orang-orang yang membawa kabar baik, sebab keselamatan mereka yang belum percaya sangat bergantung pada ketaatan orang-orang yang diutus. Jika gereja memilih untuk diam, menunda pengutusan, atau enggan memberitakan Kristus karena merasa belum siap, maka mata rantai keselamatan itu terputus di tangan kita. Penginjilan bukanlah sebuah opsi sukarela semata, melainkan mandat utama dan kewajiban mendesak yang dititipkan Allah kepada seluruh orang percaya tanpa terkecuali.
Di era modern ini, kita sangat mudah terjebak dalam zona dimana setia hadir beribadah, menikmati pelayanan yang baik, seolah sudah cukup dan jiwa-jiwa di luar sana bukan lah hal yang utama. Ketika kita memilih untuk diam dan menunda membagikan Injil kepada keluarga, teman, atau rekan kerja di sekitar kita, kita secara tidak langsung membiarkan mereka semakin kehilangan arah dan harapan akan keselamatan dalam Kristus. Gereja tidak dipanggil untuk menjadi "klub rohani" yang eksklusif, melainkan sebuah komunitas pengutusan yang aktif bergerak, menopang, dan terlibat langsung dalam membawa berita keselamatan.
"Katakan padaku, jika engkau melihat seorang miskin kelaparan, tidakkah engkau akan memberinya sepotong roti? Terlebih lagi, betapa kita harus memberikan Roti Hidup kepada jiwa-jiwa malang ini yang binasa karena kekurangan itu?" (Fransiskus Xaverius – Misionaris di Maluku)
1. Apa alasan atau ketakutan yang selama ini paling sering membuat Anda menunda untuk membagikan berita Injil kepada orang-orang di sekitar Anda?
2. Langkah konkret apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk aktif terlibat, baik mendoakan, mendukung, maupun memberitakan Injil secara langsung, dalam komunitas tempat Anda berada?