Nats Alkitab : 2 Korintus 4:1
Penulis : G.I. Sih Widi Jeremia
Burnout suatu fenomena yang sedang marak hari-hari ini. Rasa kecewa dan lelah dialami saat hasil yang diharapkan tak kunjung terlihat. Malah sebaliknya, ada perasaan terabaikan, tertolak atau disalahartikan, ketika motivasi mulai goyah, ketika mental mulai lelah, kecenderungan alami kita adalah menarik diri, bersikap apatis dan berhenti berjuang.
Pada nas yang kita baca hari ini, Rasul Paulus, ditengah tantangan, kritik dan tekanan yang ia hadapi dari jemaat Korintus, berkata “Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.” Rasul Paulus tidak putus asa karena ia menyadari satu hal: tugas pelayanan dan kesempatan untuk menjadi pemberita Injil bukanlah beban yang ia cari sendiri melainkan karena anugerah dari Allah. Karena dasarnya ada pada kemurahan Allah, bukan pada kehebatan, ataupun keinginan akan sambutan manusia, maka stamina pelayanan Paulus tidak tergantung pada respons orang-orang yang dilayaninya.
Dalam perjuangan kita menjadi saksi Kristus yang kreatif, adaptif, dan berdampak di masa kini, tantangan serta penolakan adalah hal yang sangat mungkin kita temui. Terkadang, pendekatan baru yang kita coba atau kebaikan yang kita tunjukkan tidak langsung mendapat respons yang positif dari rekan, keluarga, maupun komunitas kita. Namun, ingatlah bahwa dasar dari setiap kesaksian dan pelayanan kita adalah kemurahan Tuhan yang telah menyelamatkan kita terlebih dahulu. Ketika kita berfokus pada besarnya kasih dan kemurahan Allah, kita akan memperoleh kekuatan baru untuk tidak tawar hati, melainkan terus bertekun dan berinovasi dalam membagikan kasih-Nya kepada sesama.
Now let me burn out for God, Terj: Sekarang, biarkan aku terbakar habis bagi Allah. (Henry Martyn – Misionaris di India)
1. Saat mengalami kekecewaan atau penolakan ketika berusaha menjadi berkat bagi orang di sekitar Anda, hal apa yang biasanya paling membuat Anda merasa tawar hati?
2. Bagaimana kesadaran bahwa hidup dan pelayanan Anda adalah bentuk "kemurahan Allah" dapat mengubah cara pandang Anda saat menghadapi tantangan dan kelelahan sehari-hari?